Kamis, 15 Oktober 2026
Breaking News
Ekonomi & Bisnis

Pembukaan Wall Street 15 Oktober 2026 Beragam, Nasdaq Turun 1,24%

Riskal Arief | | 3 mnt baca
Pembukaan Wall Street 15 Oktober 2026 Beragam, Nasdaq Turun 1,24%
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

NEW YORK, BERITANOW.COM – Pembukaan Wall Street 15 Oktober 2026 berlangsung dengan arah yang beragam. Dow Jones menguat, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite tertekan oleh kelanjutan aksi jual saham teknologi dan kecerdasan buatan.

Pada pembukaan pukul 09.30 waktu New York, Dow Jones Industrial Average naik 266,74 poin atau 0,52 persen ke level 51.888,22. Sementara itu, S&P 500 melemah 33,35 poin atau 0,43 persen ke 7.685,59. 

Nasdaq Composite menjadi indeks yang paling tertekan dengan anjlok 329,86 poin atau 1,24 persen ke level 26.363,01. Pelemahan tersebut melanjutkan koreksi tajam pada sesi sebelumnya. 

Aksi Jual AI dan Chip Berlanjut
Tekanan utama pada Nasdaq datang dari saham terkait kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan semikonduktor. Investor menilai risiko pendanaan infrastruktur AI semakin meningkat setelah data inflasi Amerika Serikat lebih tinggi dari perkiraan. 

Nasdaq Composite pada penutupan Rabu sudah anjlok 1,88 persen ke 26.692,87. Pelemahan tersebut menjadi salah satu penurunan harian terbesar indeks dalam beberapa bulan terakhir. 

Kekhawatiran mengenai biaya pembiayaan yang tinggi membuat investor mengurangi paparan pada perusahaan AI dan penyedia infrastruktur data. Saham chip juga tertekan karena ekspektasi belanja teknologi mulai dinilai ulang. 

Kondisi ini menunjukkan rotasi pasar masih berlangsung. Dana cenderung bergerak keluar dari saham pertumbuhan bernilai tinggi menuju saham bernilai, keuangan, dan sektor defensif.

Dow Jones Bertahan Berkat Rotasi Sektor
Berbeda dengan Nasdaq, Dow Jones dibuka menguat karena dukungan dari saham bernilai dan sektor industri. Investor tampak masih mempertahankan eksposur pada saham, tetapi mengurangi bobot pada teknologi. 

Penguatan Dow Jones menunjukkan tekanan tidak terjadi secara merata di seluruh pasar. Sebagian investor memilih saham yang valuasinya lebih terjangkau dan memiliki arus kas yang lebih stabil. 

Namun, pergerakan Dow Jones tetap perlu diawasi. Jika tekanan pada saham AI dan chip berlanjut, sentimen negatif dapat menular ke sektor lain dan menekan penguatan indeks. 

Yield Treasury Amerika Serikat sempat bergerak turun pada awal perdagangan. Kondisi tersebut memberikan sedikit kelegaan, tetapi belum cukup untuk menghentikan tekanan pada saham teknologi. 

Inflasi AS Masih Menjadi Risiko
Data inflasi CPI September Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan menjadi faktor utama yang menekan sentimen. Investor menilai kondisi tersebut meningkatkan kemungkinan Federal Reserve kembali menaikkan suku bunga. 

Kenaikan ekspektasi suku bunga berpotensi meningkatkan biaya pembiayaan bagi perusahaan teknologi dan infrastruktur AI. Kondisi tersebut dapat memperlambat ekspansi pusat data serta menekan valuasi saham pertumbuhan. 

Pasar juga memantau hasil laporan keuangan bank besar dan kinerja perusahaan teknologi. Data tersebut akan menjadi ujian bagi keberlanjutan rally saham di tengah tekanan inflasi dan biaya pinjaman. 

Bagi pasar global, arah Wall Street akan memengaruhi sentimen bursa Asia pada perdagangan berikutnya. Investor Indonesia perlu memantau pergerakan dolar AS, yield Treasury, dan arus modal global. 

Proyeksi Sesi Hari Ini
Wall Street diperkirakan tetap bergerak fluktuatif sepanjang sesi. Nasdaq berpotensi menghadapi tekanan lanjutan jika aksi jual saham AI dan chip belum mereda. 

Dow Jones berpeluang bertahan lebih kuat selama rotasi ke saham bernilai dan sektor defensif berlangsung. Namun, penguatan indeks dapat terbatas apabila kekhawatiran inflasi semakin meningkat. 

Investor perlu memantau pergerakan saham teknologi besar, hasil laporan bank, serta pergerakan yield Treasury. Ketiga faktor tersebut akan menentukan arah Wall Street dalam beberapa hari ke depan.(*)

Artikel ini bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Keputusan investasi perlu disesuaikan dengan profil risiko dan analisis masing-masing investor.

Komentar (0)