Minggu, 20 September 2026
Breaking News
Teknologi

Harga iPhone 18 Pro Naik, Refurbished iPhone 17 Pro Tak Banyak Turun

Riskal Arief | | 2 mnt baca
Harga iPhone 18 Pro Naik, Refurbished iPhone 17 Pro Tak Banyak Turun
Bagikan:

Gabung Di Kanal Whatsapp KLIK DISINI

JAKARTA, BERITANOW.COM — Harga iPhone 18 Pro naik US$100 dibanding pendahulunya, dan model lama tidak otomatis menjadi jalan hemat. GSMArena (19/9/2026) mencatat iPhone 17 Pro Max refurbished di Amerika Serikat kini dijual seharga unit barunya setahun lalu. Apple juga ikut menaikkan harga sejumlah iPhone lama.

iPhone 18 Pro dibanderol mulai US$1.199 dan iPhone 18 Pro Max US$1.299 untuk varian 256 GB. Keduanya dijual di 65 negara gelombang pertama, dan 20 negara lain menyusul pada 25 September. Kenaikan harga juga terjadi di Eropa, Inggris, India, China, dan Jepang.

Biasanya harga generasi lama turun saat model baru meluncur. Kali ini Apple menaikkan harga iPhone 16, 17, 17e, dan Air masing-masing US$100, sekaligus menghentikan iPhone 17 Pro dan 17 Pro Max. Sejumlah media mengaitkan kenaikan itu dengan kelangkaan chip memori akibat permintaan pusat data AI.

Pasar refurbished pun tidak banyak menolong. Menurut GSMArena, iPhone 17 Pro berstandar Amazon Renewed Premium dijual sedikit di bawah US$1.000, dibanding US$1.100 saat baru. iPhone 17 Pro Max refurbished dihargai US$1.200, sama dengan harga barunya, dan Walmart menunjukkan angka serupa. Ini harga pasar AS, bukan acuan Indonesia.

Artinya, strategi menunggu harga turun lalu membeli model lama tidak lagi berjalan seperti biasanya. Pembeli yang berharap menghemat dengan membeli iPhone 17 Pro atau Pro Max refurbished justru menghadapi harga yang hampir setara dengan unit baru. Kelangkaan chip memori membuat pasokan perangkat lama ikut terbatas, sehingga harga di pasar sekunder tetap tinggi.

Dari sisi spesifikasi, iPhone 18 Pro membawa sejumlah peningkatan. Chip A20 Pro berteknologi 2 nanometer, aperture variabel pada kamera utama, dan lubang kamera depan yang lebih kecil. Uji video yang dirangkum MacRumors menunjukkan pengisian 50 persen dalam 15 menit, turun dari 20 menit pada iPhone 17 Pro. Peningkatan ini menjadi alasan Apple menaikkan harga, meski sebagian pengamat menilai kenaikannya lebih dipicu oleh tekanan biaya komponen ketimbang inovasi.

Hingga 11 September, iPhone 18 Pro belum tercantum di kanal resmi Apple Indonesia dan belum ada tanggal penjualan resmi. Perkiraan yang beredar menyebut Oktober. Kompas mengonversi US$1.199 menjadi sekitar Rp21,1 juta, angka kasar yang biasanya lebih rendah dari harga di Indonesia karena belum menghitung nilai pajak dan margin distributor. Sementara itu, iPhone 17 Pro masih dijual di iBox dengan harga yang sama seperti Agustus.

Bagi calon pembeli di Indonesia, dua hal perlu ditunggu yaitu tanggal resmi penjualan dan harga akhir setelah pajak. Keduanya belum tersedia. Yang jelas, kenaikan harga kali ini tidak hanya berlaku untuk model terbaru karena model lama pun ikut naik, dan pasar refurbished tidak lagi menjadi pelarian yang murah.(*)

Komentar (0)