Minggu, 20 September 2026
Breaking News
Hiburan & Selebriti

Ed Sheeran Buka Konser dengan Pernyataan Soal Gaza

Riskal Arief | | 3 mnt baca
Ed Sheeran Buka Konser dengan Pernyataan Soal Gaza
Bagikan:

Gabung Di Kanal Whatsapp KLIK DISINI

PHILADELPHIA, BERITANOW.COM — Ed Sheeran membuka konser solo di Philadelphia pada Sabtu malam dengan pernyataan tentang Gaza, menyebut situasinya "katastrofik dan tidak bisa dibenarkan." Ini adalah pertunjukan pertamanya sejak turnya dilanda krisis setelah rapper Macklemore dicopot sebagai pembuka.

"Situasinya katastrofik dan tidak bisa dibenarkan," kata Sheeran di atas panggung, seperti dikutip The Guardian. "Hati saya hancur oleh skala kehancuran dan hilangnya nyawa warga sipil, nyawa anak-anak."

Sheeran juga mengakui ia "harus mengambil dan membuat keputusan sulit" dan "membuat kesalahan" — lalu meminta maaf kepada penggemarnya. Ia mengatakan tidak pernah ingin menjadi "musisi aktivis," tetapi situasi ini memaksanya berada di tengah perdebatan tentang kebebasan berbicara dan isu politik yang ia sebut "paling kompleks di planet ini."

Pernyataan itu disampaikan di hadapan penonton di stadion Philadelphia, Sabtu, 19 September 2026. Di luar stadion, sekelompok kecil demonstran pro-Palestina menyambut penonton dengan bendera Palestina dan seruan "Free, free Palestine."

Seperti diketahui sebelumnya, krisis yang melanda tur AS Sheeran yang bertajuk "Loop Tour". Krisis bermula ketika Macklemore dicopot dari posisinya sebagai pembuka tur. Pemilik stadion yang menjadi lokasi tur keberatan atas teriakan "Free Palestine" yang diserukan Macklemore di atas panggung di New Jersey awal bulan ini. Setelah pemecatan Macklemore, empat artis pendukung mundur dari tur. Mereka menerbitkan pernyataan publik yang menyatakan dukungan untuk Palestina. 

Sheeran sendiri membantah berada di balik keputusan itu. Ia menuding promotor tur sebagai pihak yang bertanggung jawab. "Saya berbicara dengan pihak venue sepanjang pekan untuk mencoba membangun jembatan," katanya di Instagram pada Selasa lalu. Sheeran, 35 tahun, kemudian dituduh tidak berani melawan pemilik stadion — yang dipimpin pengusaha miliarder Robert Kraft — dan menjadi sasaran seruan boikot. 

Kritik datang dari sebagian penggemar yang menuntut Sheeran bersikap lebih tegas terhadap apa yang mereka sebut genosida di Gaza. Hillary Steinberg, warga Philadelphia, sudah membeli tiket konser setahun lalu. Ia memilih mengembalikannya dan bergabung dengan demonstrasi di luar stadion.

"Saya sampai pekan ini penggemar berat Ed Sheeran," katanya kepada The Guardian. "Saya pikir semua seni itu politik, dan semua musik itu politik. Pilihan ini — meskipun dia bilang tidak terlibat — adalah pilihan politik." Namun sebagian lain dari penggemar Sheeran justru ingin ia tetap netral. 

Brandon Ateke, mahasiswa 18 tahun, menuduh Sheeran "terlibat" dalam membungkam Macklemore. "Saya memutuskan untuk tidak menghadiri konser dan sebagai gantinya ikut protes untuk menyoroti genosida yang terjadi di Gaza hari ini," katanya kepada Agence France-Presse.

Namun, sebagian lain penggemar Ed Sheeran justru ingin ia tetap netral dan tidak sepakat dengan demonstrasi itu. Kassandra Rivera dari Philadelphia mengatakan ia tetap datang untuk menonton Sheeran. "Semua orang punya pendapat sendiri dan itu tidak masalah," katanya. "Saya datang ke sini untuk bersenang-senang dan menonton Ed Sheeran."

Dwayne Smith dari Kanada menambahkan, "Kami di sini hanya untuk Ed Sheeran. Semua politik dikesampingkan, kami suka musiknya. Kami di sini untuk mendukungnya. Bukan tentang Palestina atau Israel malam ini, hanya tentang musik bagi kami."

Selama ini Sheeran dikenal sebagai musisi yang menjaga jarak dari politik. Ia sendiri mengatakan "tidak pernah ingin menjadi musisi aktivis." Namun tekanan dalam sepekan terakhir memaksanya berbicara. Ia memilih berbicara dengan hati-hati.

Tetapi, di tengah maraknya isu global seperti genosida di Palestina, apakah mungkin menjadi musisi apolitis di 2026? Sheeran mencoba membuktikan bisa. Konser Philadelphia menunjukkan jawabannya mungkin tidak.

Dengan meningkatnya jumlah artis internasional yang bersuara menentang konflik di Gaza dan kekerasan pemukim di Tepi Barat, posisi Sheeran terlihat semakin sulit dipertahankan. Ia memiliki pandangan pribadi, seperti yang ia akui di Instagram. Tetapi ia memilih tidak menyampaikannya secara publik, sampai kemudian tekanan penggemar memaksanya. Kini, setelah ia berbicara, tekanan itu belum tentu mereda. Justru mungkin bertambah.(*)

Komentar (0)