Selasa, 15 September 2026
Breaking News
Hiburan

Karnaval SKNC 2026 Pekalongan Viral, MUI Soroti Simbol Diduga Bernuansa Satanik

Admin | | 3 mnt baca
Karnaval SKNC 2026 Pekalongan Viral, MUI Soroti Simbol Diduga Bernuansa Satanik
Bagikan:

PEKALONGAN, BERITANOW.COM – Gelaran Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menjadi perbincangan luas di media sosial. Salah satu penampilan dalam karnaval tersebut menuai kontroversi lantaran menampilkan sejumlah visual dan properti yang oleh sebagian masyarakat dikaitkan dengan simbol-simbol satanik.

Karnaval SKNC yang berlangsung pada Kamis, 10 September 2026 itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Namun, sejumlah adegan teatrikal yang ditampilkan justru memicu kritik karena dianggap tidak sesuai dengan nuansa peringatan keagamaan tersebut.

Perhatian publik semakin besar setelah potongan video pertunjukan beredar luas di berbagai platform media sosial. Dalam video tersebut terlihat sejumlah peserta menggunakan kostum dan properti dengan tampilan menyerupai sosok iblis serta simbol yang dianggap berkaitan dengan ritual satanik.

MUI Soroti Konsep Pertunjukan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut memberikan tanggapan terhadap kontroversi yang muncul. Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, menilai konsep pertunjukan semestinya tetap memperhatikan nilai dan tujuan utama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, penggunaan unsur horor secara berlebihan hingga menghadirkan visual yang dianggap menyimpang berpotensi menghilangkan pesan spiritual yang seharusnya menjadi bagian penting dari perayaan Maulid Nabi.

“Ini jelas berlawanan dengan semangat memperingati atau merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW,” ujar Cholil Nafis dalam keterangannya kepada awak media, Senin, 14 September 2026.

Ia menambahkan, pertunjukan dengan nuansa horor dan visual yang dinilai menyimpang dapat mengaburkan makna dari kegiatan keagamaan tersebut.

Tampilkan Kostum Iblis dan Simbol Kontroversial

Dalam video SKNC 2026 yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah talent tampil menggunakan kostum menyerupai sosok iblis. Mereka juga membawa beberapa properti, di antaranya kitab dengan lambang mata satu dan obor.

Selain itu, terdapat penggunaan simbol pentagram terbalik yang selama ini kerap diasosiasikan dengan satanisme. Kemunculan berbagai visual tersebut kemudian memunculkan dugaan di tengah masyarakat bahwa pertunjukan memiliki unsur ritual satanik.

Salah satu bagian yang paling banyak mendapat perhatian adalah adegan teatrikal yang memperlihatkan penyembelihan kambing sebagai bagian dari pertunjukan.

Cholil Nafis menilai adegan tersebut tidak semestinya dijadikan bagian dari tontonan bernuansa horor, terlebih dalam acara yang digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi.

Ia menegaskan bahwa konsep pertunjukan tersebut tidak mencerminkan ajaran Rasulullah SAW dan meminta agar kegiatan serupa tidak menyimpang dari nilai-nilai keislaman.

Pemkab Pekalongan Siapkan Klarifikasi

Kontroversi yang berkembang di masyarakat turut mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Pemkab menyatakan akan memanggil pihak penyelenggara untuk mendapatkan penjelasan mengenai konsep dan pelaksanaan pertunjukan dalam SKNC 2026.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar, mengatakan pihaknya akan mengundang panitia untuk memberikan klarifikasi mengenai kejadian yang menjadi sorotan tersebut.

“Dalam jangka waktu dekat ini, kami akan mengundang panitia SKNC, untuk dilakukan klarifikasi sebenarnya apa yang terjadi di sana,” ujar M Yulian Akbar kepada awak media, Senin, 14 September 2026.

Pemkab Pekalongan juga menyatakan akan melakukan koordinasi dengan MUI sebelum menyampaikan keterangan lebih lanjut kepada masyarakat.

“Kita akan klarifikasi sejelas-jelasnya. Nanti setelah klarifikasi, kami dengan panitia baru akan memberikan komentar lebih lanjut. Kami akan koordinasi dengan MUI juga,” tandasnya.

Dengan adanya proses klarifikasi tersebut, publik kini menunggu penjelasan resmi dari pihak penyelenggara mengenai maksud penggunaan berbagai simbol, kostum, serta adegan teatrikal yang menjadi perbincangan di media sosial.

Komentar (0)