Warga India Diduga Ikat Teknisi Telekomunikasi di Menara Gara-Gara Jaringan Buruk
Gabung Di Kanal Whatsapp KLIK DISINI
FATEHPUR, BERITANOW.COM - Keluhan mengenai buruknya jaringan seluler di wilayah Fatehpur, Uttar Pradesh, India, berujung pada insiden yang menghebohkan. Sejumlah warga di Desa Hardauli diduga menahan seorang teknisi telekomunikasi dan mengikatnya di sekitar menara seluler.
Peristiwa tersebut mencuat setelah rekaman video yang memperlihatkan teknisi berada di dekat menara telekomunikasi tersebar luas di media sosial. Polisi setempat kemudian melakukan penyelidikan dan menyebut kejadian itu berkaitan dengan perselisihan mengenai buruknya konektivitas jaringan.
Dikutip dari The Times of India, Selasa (15/9/2026), insiden tersebut dilaporkan terjadi pada 10 September 2026. Teknisi yang diketahui bernama Aditya Bhan Singh datang ke Desa Hardauli untuk memeriksa persoalan jaringan seluler yang dikeluhkan masyarakat.
Namun, kedatangannya justru mendapat respons dari sejumlah warga. Mereka diduga menghadang dan menahan Singh sebelum kemudian mengikatnya pada menara telekomunikasi.
Warga disebut meminta agar persoalan jaringan internet, khususnya koneksi 5G, segera diperbaiki. Keluhan tersebut diketahui telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama.
Kepala Kepolisian Fatehpur, Abhimanyu Manglik, mengatakan masyarakat mengaku mengalami gangguan konektivitas internet selama hampir dua tahun. Kondisi tersebut tetap terjadi meskipun sebuah menara telekomunikasi milik perusahaan swasta telah tersedia di wilayah tersebut.
Menurut keterangan polisi, warga menganggap keberadaan menara belum mampu memberikan layanan seluler sesuai dengan kebutuhan mereka. Mereka juga menunjukkan kondisi jaringan melalui rekaman pada telepon seluler yang memperlihatkan buruknya koneksi 5G.
Video yang kemudian beredar di media sosial memperlihatkan seorang teknisi berada dalam kondisi terikat di dekat menara telekomunikasi. Rekaman tersebut menjadi perhatian publik dan akhirnya mendorong polisi melakukan tindakan penyelidikan.
Manglik mengatakan laporan mengenai kejadian tersebut diterima polisi melalui media sosial. Berdasarkan laporan awal, seorang teknisi yang berada di Desa Hardauli, wilayah hukum Kantor Polisi Bindki, diduga disandera oleh sejumlah warga.
Polisi selanjutnya mencatat laporan dan memulai proses penyelidikan untuk mengetahui kronologi secara lebih lengkap. Aparat juga memeriksa rekaman video serta sejumlah bukti lain yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
Mengutip India Today, sebanyak lima orang yang diduga terlibat dalam insiden tersebut telah diamankan polisi. Proses hukum selanjutnya masih berjalan untuk menentukan peran masing-masing pihak dalam kejadian tersebut.
Kasus ini memperlihatkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap jaringan telekomunikasi, terutama di tengah semakin luasnya penggunaan internet untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Gangguan koneksi dapat berdampak pada komunikasi, aktivitas daring hingga transaksi digital.
Di India, masyarakat sebenarnya memiliki jalur resmi untuk menyampaikan keluhan mengenai layanan telekomunikasi. Departemen Telekomunikasi menyediakan sistem pengaduan melalui Centralized Public Grievance Redress and Monitoring System atau CPGRAMS.
Melalui mekanisme tersebut, masyarakat dapat menyampaikan laporan terkait berbagai persoalan pelayanan telekomunikasi, termasuk masalah konektivitas yang tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Sementara itu, kasus yang terjadi di Fatehpur masih dalam penanganan kepolisian. Video yang beredar di media sosial menjadi salah satu perhatian dalam penyelidikan, tetapi keterangan resmi aparat dan hasil pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terlibat tetap menjadi dasar untuk mengetahui kronologi sebenarnya.
Peristiwa di Desa Hardauli juga menggambarkan persoalan konektivitas yang masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah pedesaan India, ketika akses jaringan seluler semakin penting bagi berbagai aktivitas masyarakat.