Minggu, 20 September 2026
Breaking News
Internasional

Trump Triumphal Arch Berubah Jadi Kompleks Militer, Ada Drone dan Penembak Jitu

Riskal Arief | | 4 mnt baca
Trump Triumphal Arch Berubah Jadi Kompleks Militer, Ada Drone dan Penembak Jitu
Bagikan:

Gabung Di Kanal Whatsapp KLIK DISINI

Rencana pembangunan Trump Triumphal Arch di Washington DC, Amerika Serikat, kembali menjadi sorotan setelah Presiden Donald Trump mengatakan monumen tersebut akan sekaligus difungsikan sebagai kompleks militer. Bangunan setinggi sekitar 250 kaki atau 76 meter itu disebut akan memiliki fasilitas untuk menyimpan dan mengoperasikan drone, menempatkan penembak jitu, serta menyimpan amunisi.

Trump menyampaikan perubahan tersebut melalui unggahan di platform Truth Social pada Minggu, 20 September 2026. Ia mengatakan keputusan menjadikan bangunan itu sebagai “Military Complex/Triumphal Arch” dilakukan atas permintaan kuat militer Amerika Serikat dan dengan alasan keamanan nasional.

Pernyataan tersebut menambah dimensi baru terhadap proyek yang sejak awal dirancang sebagai monumen monumental di ibu kota Amerika Serikat. Rencana awal Trump Triumphal Arch merupakan pembangunan sebuah gerbang kemenangan monumental di kawasan Memorial Circle, dekat Arlington Memorial Bridge. Lokasinya berada di antara kawasan penting seperti Lincoln Memorial dan Arlington National Cemetery.

Bangunan tersebut direncanakan memiliki ketinggian sekitar 250 kaki, dilapisi granit, serta dihiasi tiga patung berwarna emas di bagian atasnya. Proyek itu juga dikaitkan Trump dengan peringatan 250 tahun Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat. Dalam perkembangan terbaru, Trump mengatakan bangunan tersebut akan dirancang untuk memiliki kemampuan menyimpan dan menggunakan sejumlah besar drone, fasilitas penembak jitu di bagian atap dan plaza, serta penyimpanan amunisi.

Namun, sejauh informasi yang tersedia pada 20 September, rincian teknis mengenai bagaimana fungsi militer tersebut akan diwujudkan dalam desain bangunan belum dijelaskan secara terbuka. Pentagon juga belum memberikan penjelasan tambahan di luar pernyataan Trump mengenai fungsi militer tersebut.

Dari Arsitektur Kota ke Fungsi Pertahanan

Perubahan fungsi ini membuat proyek Trump Triumphal Arch menjadi lebih kompleks. Sebelumnya, perdebatan utama mengenai bangunan tersebut berkaitan dengan arsitektur, tata kota, warisan sejarah, dan dampaknya terhadap lanskap monumental Washington. National Park Service sebelumnya memperingatkan bahwa proyek tersebut berpotensi menimbulkan dampak terhadap properti bersejarah di kawasan tersebut dan meminta perencanaan tambahan.

Kekhawatiran lain berkaitan dengan posisi bangunan yang berada di kawasan yang memiliki hubungan visual penting antara Lincoln Memorial dan Arlington National Cemetery. Bagi para pemerhati sejarah dan pelestarian kawasan, persoalannya bukan semata-mata apakah sebuah bangunan baru dapat didirikan, tetapi bagaimana bangunan tersebut mengubah hubungan visual dan simbolik antara berbagai monumen nasional Amerika.

Kini muncul pertanyaan tambahan tentang bagaimana fungsi militer akan berdampingan dengan fungsi memorial dan ruang publik yang sebelumnya menjadi dasar proyek tersebut?

Lokasi Strategis di Dekat Arlington

Lokasi Trump Triumphal Arch juga membuat proyek ini memiliki dimensi keamanan tersendiri. Bangunan direncanakan berdiri di dekat Arlington National Cemetery dan Memorial Bridge. Kawasan tersebut merupakan bagian penting dari lanskap simbolik Washington dan memiliki lalu lintas kendaraan yang padat.

Lokasinya juga berada tidak jauh dari Ronald Reagan Washington National Airport. Namun, Federal Aviation Administration atau FAA pada 18 September menyatakan bahwa struktur tersebut tidak akan menimbulkan dampak buruk yang signifikan terhadap penggunaan wilayah udara maupun operasi fasilitas navigasi bandara.

Salah satu pertanyaan penting dari perkembangan terbaru ini adalah mengapa fungsi militer baru disampaikan ketika proyek sudah melewati sejumlah tahapan perencanaan. Washington Post melaporkan bahwa fungsi sebagai kompleks militer sebelumnya tidak muncul dalam proses peninjauan proyek selama berbulan-bulan. 

National Capital Planning Commission sebelumnya menggambarkan bangunan tersebut sebagai destinasi pengunjung yang dilengkapi dek observasi. Perubahan narasi tersebut juga mengingatkan pada proyek lain di Washington yang dikaitkan dengan alasan keamanan nasional.

Trump sebelumnya menyebut ballroom baru di Gedung Putih sebagai bagian yang memiliki fungsi terkait keamanan nasional. Pemerintahannya juga tengah menjalankan berbagai proyek perubahan fisik terhadap kawasan dan bangunan penting di ibu kota. Karena itu, Trump Triumphal Arch kini tidak hanya menjadi persoalan pembangunan sebuah monumen baru. Proyek tersebut mempertemukan tiga kepentingan sekaligus yaitu simbol nasional, ruang publik, dan fungsi pertahanan.

Pembangunan Masih Menghadapi Persoalan

Meskipun proyek tersebut telah melewati sejumlah tahapan persetujuan awal, pembangunan Trump Triumphal Arch masih menghadapi persoalan perencanaan dan hukum. Pada Juli 2026, National Capital Planning Commission memberikan persetujuan awal terhadap rencana lokasi dan bangunan, tetapi masih menunda keputusan mengenai penerapan aturan federal tentang ketinggian bangunan.

Proyek tersebut juga mendapat penolakan dari sejumlah kelompok pelestarian sejarah dan pihak lain yang mempertanyakan dampaknya terhadap kawasan bersejarah. Dengan munculnya fungsi militer baru, perdebatan mengenai Trump Triumphal Arch berpotensi memasuki tahap berikutnya. Publik bukan hanya akan mempertanyakan bentuk dan lokasi monumen, tetapi juga fungsi sebenarnya dari bangunan yang akan berdiri di salah satu lanskap paling simbolis Amerika Serikat.

Untuk sementara, satu hal sudah berubah. Trump Triumphal Arch yang semula diperkenalkan sebagai monumen monumental kini juga diklaim akan menjadi bagian dari infrastruktur pertahanan. Pertanyaan berikutnya adalah apakah perubahan fungsi tersebut akan mengubah desain, biaya, proses pembangunan, serta status bangunan sebagai ruang publik dan monumen nasional.(*)

Komentar (0)