Minggu, 20 September 2026
Breaking News
Internasional

AS Peringatkan Ketegangan Timur Tengah Berpotensi Meluas

Effra S. Husein | | 2 mnt baca
AS Peringatkan Ketegangan Timur Tengah Berpotensi Meluas
Bagikan:

Gabung Di Kanal Whatsapp KLIK DISINI

JAKARTA, BeritaNow.com – Amerika Serikat memperingatkan bahwa ketegangan Timur Tengah masih berada dalam situasi yang kompleks dan berpotensi mengalami eskalasi secara cepat. Peringatan tersebut disampaikan Departemen Luar Negeri AS di tengah meningkatnya serangan di kawasan, termasuk serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi.

Departemen Luar Negeri AS meminta warga negaranya yang berada di luar kawasan untuk mempertimbangkan kembali perjalanan menuju atau transit melalui Timur Tengah. Washington menyebut kondisi keamanan di kawasan dapat berubah dengan cepat dan berdampak terhadap keselamatan warga maupun aktivitas penerbangan.

Peringatan AS itu muncul setelah Houthi mengklaim melancarkan serangan rudal dan drone terhadap sejumlah sasaran di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (19/9/2026).

Serangan tersebut terjadi setelah sebelumnya terdapat laporan mengenai kepulan asap dan kebakaran di sekitar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Otoritas Arab Saudi kemudian mengeluarkan peringatan mengenai potensi ancaman udara di Riyadh dan Al-Kharj.

Perkembangan tersebut menambah kompleksitas ketegangan Timur Tengah, yang dalam beberapa bulan terakhir melibatkan sejumlah titik konflik dan aktor regional.

Reuters melaporkan bahwa serangan Houthi terhadap Arab Saudi juga memberikan tekanan terhadap pasar kawasan. Pada Minggu (20/9), indeks saham Arab Saudi mengalami penurunan setelah muncul laporan mengenai serangan rudal dan drone ke Riyadh.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memperpendek kunjungannya ke Camp David dan kembali ke Gedung Putih di tengah perkembangan situasi keamanan tersebut. Tidak ada alasan resmi yang langsung diberikan terkait perubahan agenda tersebut.

AS sebelumnya juga telah meningkatkan peringatan perjalanan untuk sejumlah negara di kawasan. Arab Saudi, misalnya, berada pada Level 3 atau “Reconsider Travel” dalam advisori perjalanan AS karena risiko konflik bersenjata dan ancaman serangan rudal maupun drone.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa ketegangan Timur Tengah tidak hanya berdampak pada keamanan negara-negara yang terlibat konflik, tetapi juga berpotensi memengaruhi perjalanan udara, jalur perdagangan, pasar energi, dan stabilitas ekonomi kawasan.

Perkembangan selanjutnya masih bergantung pada respons negara-negara terkait serta upaya diplomatik untuk mencegah konflik meluas. (*)

Komentar (0)