Minggu, 20 September 2026
Breaking News
Teknologi

Profil Zhang Yiming, Pendiri ByteDance yang Kini Jadi Orang Terkaya di Asia

Effra S. Husein | | 3 mnt baca
Profil Zhang Yiming, Pendiri ByteDance yang Kini Jadi Orang Terkaya di Asia
Bagikan:

Gabung Di Kanal Whatsapp KLIK DISINI

JAKARTA, BeritaNow.com – Nama Zhang Yiming kembali menjadi sorotan dunia bisnis. Pendiri ByteDance, perusahaan teknologi China di balik TikTok dan Douyin, kini tercatat sebagai orang terkaya di Asia.

Menurut Bloomberg Billionaires Index, kekayaan Zhang Yiming mencapai sekitar US$105,5 miliar atau sekitar Rp1.600 triliun jika menggunakan asumsi kurs Rp15.200 per dolar AS. Angka tersebut menempatkannya di atas pengusaha India Gautam Adani dalam daftar orang terkaya di Asia.

Kenaikan kekayaan Zhang terutama berkaitan dengan meningkatnya valuasi ByteDance serta perkembangan bisnis kecerdasan buatan (AI). Kekayaannya bahkan disebut meningkat sekitar delapan kali lipat dibandingkan ketika Bloomberg mulai mencatat kekayaannya pada 2019, saat nilainya sekitar US$13 miliar.

Siapa Zhang Yiming?

Zhang Yiming lahir pada 1983 di Fujian, China. Ia menempuh pendidikan di Nankai University dan meraih gelar teknik komputer. Sebelum mendirikan ByteDance, Zhang bekerja di sejumlah perusahaan teknologi dan startup.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi modal bagi Zhang untuk membangun perusahaan sendiri. Pada 2012, ia mendirikan ByteDance, perusahaan teknologi yang kemudian berkembang menjadi salah satu perusahaan internet terbesar di dunia.

Produk yang membuat namanya dikenal luas antara lain Toutiao, platform agregasi berita berbasis algoritma, serta Douyin yang kemudian dikembangkan menjadi TikTok untuk pasar internasional.

Dari TikTok ke Bisnis AI

Kesuksesan TikTok menjadi salah satu faktor penting dalam pertumbuhan ByteDance. Namun, perkembangan terbaru perusahaan tidak hanya bertumpu pada media sosial dan video pendek.

ByteDance juga mengembangkan teknologi kecerdasan buatan, termasuk chatbot Doubao dan teknologi pembuatan video berbasis AI Seedance. Perkembangan bisnis AI tersebut ikut menjadi perhatian investor dan berkontribusi terhadap kenaikan valuasi perusahaan.

Forbes sebelumnya memperkirakan Zhang memiliki sekitar 21 persen saham ByteDance. Karena ByteDance merupakan perusahaan privat, perubahan valuasi perusahaan dapat memberikan dampak besar terhadap estimasi kekayaan pribadinya.

Mundur dari Kursi CEO

Meski menjadi pendiri ByteDance, Zhang tidak lagi menjalankan perusahaan sebagai CEO. Pada 2021, ia menyerahkan posisi CEO kepada kepemimpinan baru dan kemudian juga mundur dari posisi chairman.

Keputusan tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan bisnisnya. Setelah tidak lagi memimpin operasional sehari-hari, Zhang tetap memiliki kepentingan ekonomi yang besar di ByteDance.

Kekayaan yang Terus Berubah

Status sebagai orang terkaya di Asia bukanlah posisi yang permanen. Nilai kekayaan para miliarder dapat berubah setiap saat mengikuti valuasi perusahaan, harga saham, nilai tukar dan kondisi pasar.

Pada awal 2026, Forbes masih memperkirakan kekayaan Zhang sekitar US$69,3 miliar. Beberapa bulan kemudian, estimasi Bloomberg melonjak hingga lebih dari US$105 miliar. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa angka kekayaan miliarder merupakan estimasi yang dapat berubah berdasarkan metode dan waktu pengukuran.

Perjalanan Zhang Yiming memperlihatkan bagaimana perusahaan teknologi yang dibangun dari pengembangan algoritma dan platform digital dapat menciptakan nilai ekonomi dalam skala global. Dari Toutiao dan Douyin hingga TikTok dan AI, ByteDance berkembang jauh melampaui bisnis media sosial.

Kini, Zhang bukan hanya dikenal sebagai pendiri ByteDance dan tokoh di balik TikTok. Ia juga menjadi salah satu simbol munculnya generasi baru kekayaan Asia yang dibangun dari teknologi digital dan kecerdasan buatan. (*)

Komentar (0)