Kamis, 29 Oktober 2026
Breaking News
Teknologi

iPhone Rp75 Juta Retak, Iklan Samsung Malah Pamer Apel!

Riskal Arief | | 4 mnt baca
iPhone Rp75 Juta Retak, Iklan Samsung Malah Pamer Apel!
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

JAKARTA, BeritaNow.com — Membeli ponsel seharga puluhan juta rupiah tentu membuat pemiliknya berharap mendapat pengalaman istimewa. Namun, sejumlah pembeli iPhone Duo justru mengalami kejutan yang tidak menyenangkan ketika layar bagian dalam ponsel lipat terbaru Apple itu dilaporkan retak setelah digunakan dalam waktu singkat. Belum reda persoalan tersebut, Samsung datang membawa sindiran melalui iklan bergambar apel hijau yang kesulitan dilipat.

Persaingan dua raksasa teknologi itu pun memasuki babak baru yang mengundang senyum. Kali ini, Samsung tidak perlu menampilkan perbandingan kamera atau kemampuan kecerdasan buatan untuk menyenggol pesaingnya. Cukup dengan buah apel dan sebuah ponsel lipat, pesan persaingannya tersampaikan.

Iklan tersebut muncul ketika Apple sedang menghadapi keluhan mengenai ketahanan layar iPhone Duo. Perangkat yang mulai dipasarkan pada 23 Oktober 2026 itu menjadi iPhone lipat pertama perusahaan asal Amerika Serikat tersebut. Popularitasnya langsung menjadi perhatian, tetapi sejumlah laporan kerusakan membuat pengalaman pengguna awal ikut disorot.

Apel Mau Dilipat, Samsung Justru Tertawa
Dalam video promosi yang dibuat studio kreatif Foreal, sebuah apel hijau ditampilkan terbelah menjadi dua. Potongan apel tersebut kemudian muncul bersama deretan generasi ponsel lipat Samsung, sebelum perhatian diarahkan kepada Galaxy Z Fold 8. Video yang dibagikan melalui Instagram sebagai kerja sama berbayar dengan Samsung itu mengunggulkan pengalaman perusahaan dalam mengembangkan perangkat lipat.

Samsung juga membandingkan bentuk fisik kedua perangkat. Galaxy Z Fold 8 diklaim memiliki ketebalan 9,7 milimeter saat tertutup, sedangkan iPhone Duo mencapai 11,3 milimeter. Bobotnya pun diklaim lebih ringan 53 gram dibandingkan produk Apple.

Sindiran tersebut tidak secara langsung membuktikan bahwa Galaxy Z Fold 8 lebih tahan lama. Angka ketebalan dan bobot merupakan perbandingan desain yang digunakan dalam promosi. Namun, waktu kemunculan iklan membuatnya semakin menarik karena bertepatan dengan keluhan pengguna iPhone Duo.

Mahal-Mahal Dibeli, Layarnya Malah Bermasalah
Sejumlah pemilik iPhone Duo melaporkan kerusakan berupa garis terang, piksel yang tidak berfungsi, dan retakan di sekitar lipatan layar. Ada pengguna yang mengaku mengalami masalah hanya beberapa jam setelah membuka kemasan perangkat. Bloomberg bahkan memverifikasi keluhan dari lebih dari enam pembeli yang menunjukkan bukti kerusakan atau komunikasi dengan layanan Apple.

Bayangkan baru saja membeli ponsel premium, tetapi beberapa kali membuka dan menutupnya sudah membuat pemilik harus menghubungi layanan purnajual. Situasi itulah yang menjadi perhatian dalam keluhan pengguna awal iPhone Duo. Meski demikian, kasus-kasus tersebut belum membuktikan bahwa seluruh perangkat memiliki masalah serupa.

Harga perangkat juga membuat persoalan ini semakin sensitif. CNBC Indonesia mengangkat angka sekitar Rp75 juta dalam pembahasan kerusakan layar, sementara ANTARA sebelumnya melaporkan harga pemesanan iPhone Duo di Indonesia dimulai dari sekitar Rp45 juta. Perbedaan harga dapat berkaitan dengan varian atau konfigurasi, sehingga angka Rp75 juta tidak boleh dianggap sebagai harga seluruh model.

Pakar Bongkar Dugaan Masalah pada Engsel
Tim pembongkar perangkat iFixit menemukan kemungkinan persoalan pada mekanisme penyangga layar dan engsel. Berdasarkan pemodelan tiga dimensi, pemindaian komponen, serta pengamatan terhadap lokasi kerusakan, tekanan berlebihan dapat muncul apabila batang penyangga di tengah engsel tidak bergerak sebagaimana mestinya. Tekanan lokal tersebut diduga dapat merusak bagian layar yang sangat tipis.

Teknisi iFixit Shahram Mokhtari menjelaskan bahwa mekanisme ponsel lipat melibatkan sejumlah bagian bergerak yang harus bekerja secara presisi. Bahkan, sedikit gangguan pada pergerakan komponen dapat menimbulkan tekanan pada area tertentu. Namun, temuan itu masih berupa hipotesis teknis, bukan keputusan final mengenai penyebab semua kerusakan iPhone Duo.

Menariknya, iFixit justru memberikan nilai sementara 5 dari 10 untuk kemudahan perbaikan iPhone Duo. Nilai tersebut menjadi yang tertinggi untuk kategori ponsel lipat yang pernah dibongkar timnya. Artinya, kritik terhadap daya tahan layar tidak serta-merta berarti seluruh aspek rancangan perangkat dinilai buruk.

Apple Janji Ganti, Samsung Menunggu di Tikungan
Apple akhirnya mengakui adanya masalah layar bagian dalam pada sejumlah kecil unit iPhone Duo. Perusahaan meminta pengguna yang mengalami gangguan menghubungi AppleCare untuk memperoleh penggantian perangkat. Namun, Apple belum mengumumkan jumlah pasti unit terdampak maupun penyebab teknis yang telah dipastikan.

Bagi konsumen, respons tersebut memberikan jalur penyelesaian, meskipun ketersediaan perangkat pengganti dapat berbeda menurut lokasi. Apple juga belum mengumumkan penarikan produk secara luas atau recall. Karena itu, belum ada dasar untuk menyatakan seluruh iPhone Duo harus ditarik dari pasar.

Kini perhatian beralih pada kemampuan Apple memastikan persoalan serupa tidak berulang. Samsung boleh menikmati momentum persaingan melalui iklan yang menghibur, tetapi daya tahan produk tetap harus dibuktikan lewat penggunaan nyata. Bagi pembeli ponsel mahal, kemenangan sesungguhnya bukan soal merek mana paling pandai menyindir, melainkan perangkat mana yang tetap berfungsi setelah berkali-kali dibuka dan ditutup.(*)

Komentar (0)