Banner Sidebar
Banner Sidebar

Wanita Mabuk Tabrak Taksi dan Picup di Surabaya, 1 Orang Meninggal Dunia

Dapatkan berita terbaru di Kanal WA KLIK DISINI

Kecelakaan beruntun terjadi di kawasan Jalan Gubernur Suryo dan Taman Hapsari, Surabaya, pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 03.30 WIB. Insiden tersebut melibatkan Mitsubishi Outlander, taksi listrik VinFast, dan mobil pikap.

Mobil Mitsubishi Outlander yang dikemudikan perempuan berinisial ENR (32) diduga melaju dalam kondisi berada di bawah pengaruh alkohol. Kendaraan tersebut awalnya bergerak dari arah selatan menuju utara melalui Jalan Taman Hapsari.

Kasat Lantas Polresta Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya menjelaskan, kecelakaan bermula ketika ENR hendak berbelok ke kiri. Saat itu, konsentrasi pengemudi diduga terganggu akibat pengaruh alkohol sehingga mobilnya menabrak taksi listrik VinFast yang sedang terparkir di sisi kanan jalan.

“Saat berbelok ke kiri, pengemudi kehilangan konsentrasi akibat pengaruh alkohol dan menabrak Taksi Listrik Vinfast yang sedang terparkir di sisi kanan jalan,” ungkap Galih. dikutip dari Kumparan.com.

Setelah menghantam taksi listrik, Mitsubishi Outlander tersebut masih melanjutkan perjalanan menuju Jalan Gubernur Suryo. Di lokasi tersebut, kendaraan kembali menabrak sebuah Mitsubishi L300 yang sedang terparkir di pinggir jalan untuk aktivitas menaikkan barang.

Dalam kejadian kedua itu, seorang pekerja berinisial RPK yang sedang membantu mengangkat barang ke mobil pikap ikut tertabrak. RPK mengalami luka berat dan langsung dibawa ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, kondisi korban tidak dapat diselamatkan. RPK akhirnya meninggal dunia akibat luka yang dialaminya dalam kecelakaan tersebut.

Pengemudi Tidak Memiliki SIM

Berdasarkan pemeriksaan dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan bahwa ENR mengemudikan kendaraan dalam kondisi terpengaruh alkohol. Selain itu, pengemudi juga diketahui tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM).

Polisi menyebut faktor manusia menjadi penyebab utama kecelakaan tersebut. Pengemudi diduga tidak mampu berkonsentrasi dengan baik ketika mengendarai kendaraan akibat mengonsumsi minuman beralkohol.

“Penyebab utama kecelakaan adalah faktor kelalaian manusia, yakni pengemudi mengendarai kendaraan tanpa konsentrasi di bawah pengaruh minuman beralkohol,” ujar Galih.

Sempat Terjadi Ketegangan di Lokasi

Pasca-kecelakaan, situasi di lokasi sempat memanas. Warga yang berada di sekitar tempat kejadian terlibat perdebatan dengan ENR.

Untuk menghindari terjadinya aksi massa dan menjaga situasi tetap kondusif, polisi kemudian mengamankan ENR dan membawanya ke Mapolres Genteng untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kecelakaan dini hari tersebut mengakibatkan kerusakan pada sejumlah kendaraan dan menyebabkan satu orang meninggal dunia. Polisi masih menangani kasus tersebut sesuai dengan proses hukum yang berlaku.

Loading

Leave a Reply