Papua – Sebuah video yang memperlihatkan seseorang melakukan panggilan video dengan keluarga korban beredar di media sosial dan menarik perhatian publik. Video tersebut dikaitkan dengan kasus penembakan seorang calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Papua.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria berada di depan kamera ponsel. Rekaman tersebut kemudian disertai narasi yang menyebut bahwa panggilan video dilakukan setelah korban diduga tewas dalam aksi penembakan.
Narasi yang beredar juga menyebut pria dalam video tersebut sebagai bagian dari kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan di Papua. Dalam rekaman itu, pria tersebut tampak tersenyum atau tertawa ketika melakukan komunikasi melalui video call dengan pihak keluarga korban.
Namun, identitas pria dalam video serta kebenaran konteks rekaman tersebut masih perlu diverifikasi. Beredarnya sebuah video di media sosial tidak dengan sendirinya membuktikan siapa orang yang berada di dalam rekaman maupun keterkaitannya dengan suatu tindak pidana.
Video Beredar di Media Sosial
Potongan video tersebut menjadi perhatian setelah dibagikan kembali oleh sejumlah akun media sosial. Narasi yang menyertai rekaman menggambarkan adanya tindakan provokatif terhadap keluarga korban setelah terjadinya penembakan.
Situasi tersebut kemudian memunculkan berbagai reaksi dari masyarakat. Banyak warganet mengecam tindakan yang disebut dalam narasi video tersebut dan meminta aparat mengusut secara menyeluruh kasus penembakan di Papua.
Meski demikian, informasi mengenai kronologi lengkap, identitas korban, identitas orang yang melakukan video call, serta pihak yang bertanggung jawab atas penembakan harus tetap mengacu pada keterangan resmi aparat dan hasil penyelidikan.
![]()














