Banner Sidebar
Banner Sidebar

Viral Mata Naga Muncul di Thailand Usai Hujan

Dapatkan berita terbaru di Kanal WA KLIK DISINI

Fenomena alam yang menarik kembali terlihat di Taman Nasional Phu Langka, Thailand. Sebuah cekungan batu yang terisi air hujan terlihat menghasilkan pantulan menyerupai bentuk mata raksasa ketika terkena sinar Matahari. Fenomena unik yang dikenal dengan sebutan Naga’s Eye atau Mata Naga tersebut berada di kawasan Naka Cave.

Dilansir dari Detik iNET, Kemunculan fenomena ini biasanya terjadi kembali ketika musim hujan tiba. Dari sisi geologi, tampilan seperti mata tersebut merupakan hasil perpaduan antara cekungan pada batu pasir, air yang menggenang, serta posisi cahaya Matahari. Dengan demikian, fenomena tersebut tidak berkaitan dengan hal mistis maupun keberadaan makhluk raksasa di dalam batu.

Selama ribuan tahun, proses erosi secara perlahan mengikis permukaan batu pasir hingga membentuk cekungan yang menyerupai kolam alami. Departemen Taman Nasional, Satwa Liar dan Konservasi Tumbuhan Thailand menyebut kolam tersebut memiliki kedalaman sekitar 1,5 hingga 2 meter.

Air hujan yang terkumpul di dalam cekungan dapat bertahan dalam waktu cukup lama, bahkan hampir sepanjang tahun. Ketika permukaan air dalam kondisi tenang dan terkena cahaya Matahari dari sudut tertentu, pantulan langit menghasilkan tampilan yang menyerupai iris dan pupil mata.

Nama Mata Naga semakin melekat karena cekungan tersebut berada di kawasan Naka Cave. Kawasan ini memang dikenal memiliki formasi batu pasir dengan pola retakan alami yang secara visual menyerupai sisik ular berukuran sangat besar.

Terbentuk Melalui Proses Alam

Bentuk unik batuan tersebut terbentuk melalui proses geologi yang berlangsung sangat lama. Perbedaan suhu antara siang dan malam menyebabkan batu mengalami pemuaian dan penyusutan secara berulang.

Retakan yang terbentuk kemudian secara perlahan diperbesar oleh air dan proses erosi. Dalam waktu yang sangat panjang, proses tersebut menghasilkan pola dan bentuk batuan yang menjadi ciri khas kawasan Naka Cave.

Bentuk formasi batu yang menyerupai bagian tubuh naga kemudian dihubungkan oleh masyarakat setempat dengan cerita mengenai ular raksasa. Dalam kebudayaan Thailand dan sejumlah wilayah Asia Tenggara, naga atau ular raksasa memang memiliki tempat penting dalam berbagai kisah dan mitologi.

Pantulan Mata Naga Tidak Muncul Setiap Saat

Tampilan menyerupai mata pada cekungan tersebut tidak dapat disaksikan sepanjang waktu. Keberadaan air menjadi faktor penting karena permukaannya bekerja seperti cermin alami yang memantulkan langit dan cahaya.

Fenomena Naga’s Eye biasanya terlihat lebih jelas antara Mei hingga Oktober, ketika curah hujan di kawasan tersebut relatif tinggi. Setelah memasuki Oktober, jumlah air di dalam cekungan mulai berkurang. Guguran daun juga dapat menutupi permukaan air sehingga efek pantulan menjadi kurang terlihat.

Selain jumlah air, posisi Matahari dan sudut pandang pengunjung juga berpengaruh terhadap tampilan fenomena tersebut. Perubahan kecil pada posisi cahaya maupun lokasi pengamatan dapat membuat bentuk pantulan terlihat berbeda.

Perpaduan antara proses erosi, air hujan, cahaya Matahari, dan struktur batuan tersebut menjadikan Mata Naga di Naka Cave sebagai salah satu daya tarik alam di kawasan Phu Langka.

Wisatawan yang berkunjung diimbau menjaga kelestarian kawasan dengan tidak menyentuh, mencoret, ataupun merusak formasi batuan. Batuan purba yang ada di kawasan tersebut terbentuk melalui proses alam dalam waktu yang sangat panjang sehingga perlu dijaga agar tetap lestari.

Loading

Leave a Reply