Senin, 12 Oktober 2026
Breaking News
Daerah

Viral Bentrok Pekerja Proyek dan Satpol PP Jaksel, Ini Pemicunya

Effra S. Husein | | 3 mnt baca
Viral Bentrok Pekerja Proyek dan Satpol PP Jaksel, Ini Pemicunya
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

JAKARTA, BERITANOW.COM –Video bentrok pekerja proyek dan Satpol PP Jaksel di kawasan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, viral di media sosial. Bentrokan yang terjadi pada Kamis (8/10/2026) tersebut dipicu protes pekerja proyek terhadap operasi cabut pentil (OCP) sepeda motor yang terparkir liar.

Kepala Satpol PP Kecamatan Kebayoran Baru, Diki Zulkanain, menegaskan bahwa bentrokan yang terjadi pada Kamis (8/10/2026) itu bukan disebabkan penertiban pedagang nasi atau pedagang kaki lima (PKL), sebagaimana disebutkan dalam narasi video yang beredar.

Menurut Diki, petugas gabungan yang terdiri atas Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), TNI, dan kepolisian melakukan penertiban di Jalan Hang Tuah Raya, tepatnya di antara Kolam Renang Bulungan dan Kantor PLN.

Lokasi tersebut kerap dikeluhkan masyarakat karena banyak sepeda motor diparkir di sisi kanan dan kiri jalan hingga mempersempit badan jalan dan menyebabkan kemacetan.

“Di situ ada parkir liar ya, kanan kirinya. Itu sudah menjadi objek pengaduan. Sering sekali masuk objek pengaduan dan memang bikin macet di situ. Kami tertibkan,” jelas Diki.

Berawal dari Operasi Cabut Pentil Motor

Diki menjelaskan, sebelum melakukan tindakan, petugas sempat menunggu pemilik kendaraan datang sesuai prosedur. Namun, tidak ada pemilik sepeda motor yang muncul.

Petugas Dishub kemudian melakukan operasi cabut pentil terhadap sejumlah sepeda motor yang diparkir sembarangan di lokasi tersebut.

Setelah penertiban selesai, petugas hendak meninggalkan lokasi dan berjalan menuju Jalan Kyai Maja. Namun, mereka mendengar teriakan seorang perempuan yang meminta pertolongan karena menduga terjadi pencurian sepeda motor.

Petugas pun kembali untuk memastikan situasi dan mencegah kemungkinan terjadinya tindakan main hakim sendiri.

“Ada teriakan ibu-ibu, ‘Pak, tolong ada maling motor!’ Kami khawatir kan takut terjadi penghakiman, kami turun,” tutur Diki.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati sejumlah pekerja proyek memprotes tindakan operasi cabut pentil terhadap kendaraan mereka.

“Ternyata pas kami datang ke lokasi, para pekerja itu tidak terima kendaraannya di-OCP,” lanjutnya.

Pekerja Proyek Sempat Melempar Barang

Berdasarkan penjelasan Diki, situasi sempat mereda setelah petugas memberikan penjelasan kepada para pekerja proyek. Namun, kondisi kembali memanas setelah seorang pekerja lain datang dan diduga memprovokasi rekan-rekannya.

Sejumlah pekerja kemudian melemparkan barang ke arah petugas. Petugas kembali memberikan penjelasan hingga kericuhan akhirnya berhenti.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah pekerja proyek mengenakan rompi dan berteriak kepada petugas Satpol PP. Mereka juga tampak mendorong petugas menjauh dari area proyek di kawasan Kejaksaan Agung.

Meski demikian, kronologi tersebut merujuk pada keterangan Kepala Satpol PP Kecamatan Kebayoran Baru. Penjelasan dari pihak pekerja proyek mengenai insiden itu belum tercantum dalam informasi yang tersedia.

Manajemen Proyek Sampaikan Permohonan Maaf

Setelah kericuhan berhenti, petugas berkoordinasi dengan pihak manajemen proyek untuk mencari solusi agar persoalan parkir tidak kembali terjadi.

Menurut Diki, manajemen proyek telah menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Pihak manajemen juga melakukan pengawasan dan diminta menyediakan tempat parkir resmi bagi para pekerja.

“Pada hari yang sama manajemen proyek itu sudah berkoordinasi dengan kami dan menyampaikan permohonan maafnya atas insiden tersebut,” kata Diki.

Satpol PP Luruskan Narasi Penertiban Pedagang Nasi

Diki juga menjelaskan bahwa pedagang nasi yang disebut dalam narasi video memang berada di sekitar lokasi. Namun, petugas tidak melakukan penertiban dengan mengangkut atau membawa pedagang tersebut.

Menurutnya, petugas hanya memberikan imbauan agar pedagang tidak menggunakan fasilitas umum untuk berjualan. Pedagang nasi itu disebut biasa berpindah-pindah tempat dan langsung pergi setelah mendapat teguran.

“Ada (pedagang nasi). Tapi dia biasanya mobile, jadi kami imbau saja, terus dia pergi,” ujarnya.

Dengan demikian, menurut penjelasan Satpol PP Kecamatan Kebayoran Baru, pemicu bentrokan bukanlah penertiban pedagang nasi, melainkan protes pekerja proyek terhadap operasi cabut pentil sepeda motor yang diparkir liar.

Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan parkir liar dan pentingnya komunikasi antara petugas penertiban dengan masyarakat untuk mencegah kesalahpahaman yang berujung kericuhan. (*)

Komentar (0)