Pabrik Sepatu Bata di Purwakarta Tutup, Lebih dari 200 Karyawan Kena PHK

Pabrik sepatu Bata di Purwakarta, Jawa Barat menyatakan tutup akibat terus merugi. Para pekerja mengaku terkejut dan sedih saat diberitahu perusahaan tempatnya bekerja tutup.

Lebih dari 200 karyawan PT Sepatu Bata Tbk terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) imbas penutupan pabrik di Purwakarta, Jawa Barat. Hal tersebut disampaikan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Purwakarta.

Mengutip Antara, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Purwakarta Didi Garnadi mengatakan telah menerima informasi dari manajemen mengenai kondisi Bata yang penjualannya turun. Sebelum menutup pabrik, sambungnya, Bata telah melaporkan rencana penghentian produksi. Alasannya, karena pabrik selama empat tahun terakhir merugi imbas sepi pembeli.

Baca Juga:   Uzbekistan Jaga Rekor Sempurna Tanpa Kebobolan di Piala Asia U-23 saat Kalahkan Indonesia

Sementara itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan memanggil manajemen Bata. Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif mengatakan pihaknya akan memberikan saran untuk memperkuat pabrik sepatu tersebut.

Hal tersebut katanya berkaitan dengan kebijakan larangan terbatas atau lartas yang bertujuan untuk mengendalikan barang impor masuk ke Indonesia.

Apalagi Kemenperin melihat komposisi bisnis Bata, sebagian besar berada di bidang retail yang diisi dari produk impor.

“Manufaktur Bata sendiri hanya sebagian kecil yang memproduksi sepatu, itu pun bahan bakunya berasal dari impor,” katanya.

Baca Juga:   Aksi Nekat Maling Besi di Koja: Angkut Besi Pembatas Jalan dengan Gerobak, Diteriaki Warga

Febri berharap dengan kebijakan lartas, industri alas kaki bisa mulai membangun dan memaksimalkan pabrik mereka di Indonesia. Dengan lartas katanya impor produk jadi ke Indonesia akan dikendalikan.

“Untuk (impor) bahan baku kan tetap lancar. Supaya pasar dalam negeri diisi oleh industri dalam negeri,” katanya.

Sebelumnya, Corporate Secretary Sepatu Bata Hatta Tutuko mengatakan perusahaan menutup operasional pabrik di Purwakarta karena merugi di tengah menurunnya permintaan.

Ia menuturkan Bata telah melakukan berbagai upaya selama empat tahun terakhir di tengah kerugian dan tantangan industri akibat pandemi covid-19. Di lain sisi, perubahan perilaku konsumen yang begitu cepat juga menjadi tantangan.

Baca Juga:   Viral Mertua Tombak Kaki Menantu Usai Terlibat Cekcok Mulut

Namun, perusahaan tak merinci beberapa kerugian yang diderita. Hatta hanya mengatakan kapasitas produksi pabrik jauh melebihi kebutuhan yang bisa diperoleh secara berkelanjutan dari pemasok lokal di Tanah Air.

Loading