Kamis, 17 September 2026
Breaking News
Ekonomi & Bisnis

Outlook Ekonomi Syariah 2027, Riza Patria Dorong Ekonomi Desa

Effra S. Husein | | 3 mnt baca
Outlook Ekonomi Syariah 2027, Riza Patria Dorong Ekonomi Desa
Bagikan:

Gabung Di Kanal Whatsapp KLIK DISINI

JAKARTA, BERITANOW.COM — Pengembangan ekonomi syariah 2027 perlu diarahkan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, sekaligus mampu memperkuat perekonomian lokal dan desa.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Riza Patria, yang juga Ketua Orwil ICMI DKI Jakarta, saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional bertema “Outlook Ekonomi Syariah: Market Review Q3 2026, FY 2026 dan 2027” di Ballroom Menara Mega Syariah, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Seminar tersebut diselenggarakan oleh Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Koperasi Kencana Dharma Cendekia (KKDC), dan Bank Mega Syariah.

Dalam paparannya, Riza mengatakan perkembangan ekonomi syariah tidak cukup hanya dilihat dari pertumbuhan industri dan pasar. Lebih dari itu, ekonomi syariah perlu mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta memberikan manfaat nyata bagi berbagai sektor ekonomi.

Menurut Riza, pengembangan ekonomi syariah juga perlu melihat potensi ekonomi di tingkat lokal, termasuk koperasi, BUMDes, dan desa. Desa, kata dia, memiliki potensi untuk tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga berkembang sebagai produsen.

“Seberapa besar ekonomi syariah menopang ekonomi lokal, UMKM, BUMDes, dan bagaimana desa bisa menjadi produsen,” ujar Riza.

Pertanyaan tersebut, menurutnya, penting dalam menentukan arah ekonomi syariah ke depan. Potensi ekonomi desa perlu ditempatkan dalam ekosistem yang lebih luas agar kegiatan produksi masyarakat dapat berkembang dan terhubung dengan pasar.

Pembahasan itu kemudian dikaitkan Riza dengan sejumlah program pemerintah yang tengah berjalan. Ia menyampaikan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, serta berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurut Riza, berbagai program tersebut dapat membuka ruang bagi masyarakat dan pelaku ekonomi lokal untuk mengambil bagian lebih besar dalam kegiatan produktif.

Riza Patria Dorong Gerakan Sahabat Desa

Dalam kesempatan yang sama, Riza juga menyampaikan program Sahabat Desa yang menjadi salah satu upaya mendorong keterlibatan individu dan organisasi dalam pembangunan desa.

Melalui program tersebut, individu maupun organisasi didorong untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan desa, salah satunya dengan menentukan satu desa sebagai desa binaan.

Riza menekankan bahwa pembangunan desa bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Berbagai elemen masyarakat, termasuk pejabat, organisasi, dunia usaha, akademisi, dan kelompok masyarakat lainnya, dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

“Semua pejabat, semua elemen masyarakat punya tanggung jawab membangun desa. Salah satunya dengan menentukan satu desa binaan,” katanya.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memperkuat potensi ekonomi desa sekaligus menciptakan ekosistem yang mendukung masyarakat menjadi lebih produktif.

Dalam konteks tersebut, Riza berharap pengembangan ekonomi syariah dapat berjalan beriringan dengan agenda pembangunan ekonomi lokal. Gagasan mengenai ekonomi syariah, menurutnya, perlu diterjemahkan ke dalam program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Karena itu, Riza berpesan agar hasil seminar nasional tersebut tidak berhenti pada pembahasan dan teori, tetapi dapat ditindaklanjuti dalam bentuk langkah konkret.

“Hasil pembahasan dalam seminar ini jangan hanya berhenti dalam teori, tetapi harus bisa diimplementasikan,” tegas Riza.

Seminar nasional tersebut menjadi forum untuk membahas perkembangan ekonomi syariah pada kuartal III 2026, proyeksi hingga akhir 2026, serta peluang dan tantangan pengembangan ekonomi syariah memasuki 2027.

Komentar (0)