Mengungkap Produksi BMW di Sunter, Mobil Mewah Seharga Rp 2,2 Miliar Terwujud Setiap 70 Menit

BMW seri 7 sudah dirakit di Indonesia sejak tahun 2016, melalui mitra PT Gaya Motor, Sunter Jakarta Utara. Kini generasi ketujuh BMW seri 7 mulai dirakit secara lokal. Jean-Philippe Parain, Senior Vice President BMW Group Sales Region Asia-Pacific, Eastern Europe, Middle East and Africa menjelaskan pihaknya cukup percaya diri dengan pasar Indonesia, makanya BMW Seri 7 juga dirakit di sini.

“Benar, ini adalah sebuah masterpiece, saya benar-benar percaya BMW 7 Series terbaru punya potensi menjadi penguasa pasar di segmen ini, karena teknologinya, pengalaman berkendara, dan kenyamanan. Kita sudah mulai merakit mobil di Indonesia, di sisi lain kita juga merakit di Thailand, Malaysia, dan India.” ujar Jean-Philippe Parain saat berbincang dengan detikOto di BMW Production Network 2, PT Gaya Motor, Sunter, Jakarta Utara.

“Kebijakan kami merakit mobil ini secara lokal, sangat penting, karena potensi pasar mobil ini juga sangat kuat, banyak konsumen yang sudah angkat tangan dan berkata ‘Kami ingin mobilnya duluan’, jadi penting bagi kami untuk merilis mobil ini hanya jeda dalam beberapa bulan yang lalu sejak peluncuran dari Eropa,” tambah dia.

Dia menambahkan kondisi politik yang stabil dan berkaca tahun lalu, – total penjualan BMW dan MINI sebanyak 3.742 unit, naik 21% dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 3.102 unit.

“Tentu, aku sangat percaya diri dengan potensi pasar di sini. Total pasarnya meningkat tahun lalu, secara total pasar. Kita tumbuh lebih dari 20 persen di tahun 2022, kita sudah tumbuh lebih dari 20 persen year to date pada 2023, dan kita punya ambisi bisa mencapai pertumbuhan 30 – 40 persen tahun ini. Kita percaya diri dengan masa depan di Indonesia, tentu kondisi politik yang stabil, dan pada saat yang sama itu menjanjikan,” sambungnya lagi.

Mulai bulan ini, PT Gaya Motor, tepatnya BMW Production Network 2 telah memulai aktivitas perakitan BMW Seri 7 generasi ke 7, sedan paling mewah yang dirakit di sini. Juliaman Hutabarat, Presiden Direktur PT Gaya Motor menjelaskan butuh waktu 70 menit untuk bisa jadi satu mobil Seri 7 generasi terbaru.

Baca Juga:   Cara Merawat Ban Khusus Mobil Listrik Agar Awet dan Tahan Lama

“Kira-kira 70 menit-an, kalau nanti pada beli semua, volume naik, istilah kita takt (time) up, jadi waktu yang dibutuhkan satu mobil ke pos berikutnya itu tentu makin pendek,” ujar dia.

BMW terakhir kali menghadirkan Seri 7 kode bodi G11 facelift pada 2019 lalu. Seperti diketahui seri 7 generasi terbaru ini merupakan sedan premium BMW yang sudah dirakit dalam negeri sejak 7 tahun yang lalu.

Juliaman Hutabarat menjelaskan satu lini perakitan di pabrik Gaya Motor ini bisa fleksibel merakit model BMW yang mana saja. Jadi, model BMW itu bisa dirakit bersamaan dalam satu hari.

“(line produksi) Multi platform, ini masuk X7, nanti bisa masuk seri 7,” terang dia.

Baca Juga:   Keeway Versilia 150 cc Dijual Rp 28 Jutaan

Saat ini sudah ada 9 model BMW Group yang sudah dirakit secara lokal, di antaranya Seri 2, Seri 3, Seri 5, Seri 7, kemudian X1, X3, X5, X7, dan juga MINI Countryman.

Seri 7 terbaru merupakan sedan paling mewah bahkan di bangku baris kedua tersedia home theater dengan ukuran layar 31,3 inch.

Dari sektor dapur pacu, BMW Seri 7 generasi terbaru di Indonesia hadir dalam pilihan 735i. Mesin yang ditanamkan ialah mesin 6-silinder segaris berkapasitas 2.998 cc dan dengan bantuan BMW TwinPower Turbo.

Di atas kertas BMW seri 7 generasi terbaru ini menawarkan tenaga yang lebih besar dibandingkan Seri 7 generasi sebelumnya ini. Mesin itu dapat menggelontorkan tenaga sebesar 272 HP di 5.000-6.500 rpm dan torsi 400 Nm di 1.750-4.500 rpm. Tenaga itu disalurkan melalui transmisi 8-Speed Steptronic.

Soal harga, BMW seri 7 (735i) M Sport versi internal combustion engine (ICE) dijual mulai Rp 2.287.000.000 (off the road).

Loading