Selasa, 22 September 2026
Breaking News
Daerah

Mata Air di Gunung Sindur Bogor Mendadak Berubah Merah, Warga Berdatangan dan Sampel Air Diperiksa di Laboratorium

Admin | | 3 mnt baca
Mata Air di Gunung Sindur Bogor Mendadak Berubah Merah, Warga Berdatangan dan Sampel Air Diperiksa di Laboratorium
Bagikan:

Gabung Di Kanal Whatsapp KLIK DISINI

BOGOR, BERITANOW.COM – Warga Kampung Kaleo, Desa Cibadung, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, dibuat penasaran setelah mata air yang selama ini dikenal memiliki air jernih tiba-tiba berubah menjadi kemerahan.

Perubahan warna air tersebut diketahui warga secara mendadak. Kondisi yang tidak biasa itu kemudian menarik perhatian masyarakat sekitar. Sejumlah warga mendatangi lokasi untuk melihat langsung kondisi mata air yang sebelumnya biasa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.

Video mengenai perubahan warna mata air tersebut juga beredar di media sosial. Salah satunya diunggah melalui akun Instagram @gunungsindurbogor. Dalam rekaman tersebut terlihat sebuah kubangan mata air dengan ukuran cukup luas yang airnya tampak berwarna merah atau kemerahan.

Tidak hanya melihat dari sekitar lokasi, beberapa warga terlihat mengambil air menggunakan galon mineral. Dalam video yang beredar, ada pula warga yang masuk ke area mata air dan tampak berendam di dalamnya.

Perubahan warna tersebut sontak memunculkan berbagai dugaan di tengah masyarakat. Salah satu informasi yang ikut beredar adalah cerita yang menghubungkan kondisi mata air dengan mitos mengenai keberadaan batu merah delima di sekitar lokasi.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang memastikan penyebab air mata air tersebut berubah warna. Pemerintah setempat masih menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui kondisi sebenarnya.

Camat Gunung Sindur, M. Jamalludin, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima informasi mengenai perubahan warna mata air di Kampung Kaleo.

Menurut Jamalludin, informasi tersebut baru diterimanya pada Minggu malam, 20 September 2026. Pemerintah kecamatan kemudian berencana mendatangi lokasi untuk melihat kondisi mata air secara langsung.

“Saya baru dapat info (mata air menjadi merah) tadi habis maghrib jam 7, baru rencana besok mau cek ke lokasi,” ujar Jamalludin saat dikonfirmasi.

Sementara itu, pemerintah desa telah mengambil sampel air dari mata air tersebut. Sampel tersebut selanjutnya direncanakan dibawa ke laboratorium untuk menjalani pemeriksaan.

Pemeriksaan laboratorium menjadi langkah penting untuk mengetahui kandungan air sekaligus mencari tahu faktor yang menyebabkan perubahan warna. Dengan adanya hasil pemeriksaan, masyarakat diharapkan memperoleh informasi yang lebih jelas dan tidak hanya berdasarkan dugaan atau cerita yang beredar.

Jamalludin juga menyampaikan bahwa dirinya belum dapat memastikan penyebab perubahan warna air karena proses pemeriksaan masih berlangsung.

“Kalau saya belum bisa memastikan karena sampel air diambil sama Pak Kades, besok mau dibawa ke lab, info dari Pak Kades,” katanya.

Di tengah menunggu hasil pemeriksaan, warga juga diimbau untuk berhati-hati dalam menggunakan air dari mata air tersebut. Pemerintah desa telah memberikan informasi kepada masyarakat terkait kondisi tersebut.

Jamalludin menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari kepala desa, mata air tersebut selama ini memang digunakan masyarakat untuk kebutuhan mandi dan mencuci, bukan sebagai sumber air minum.

“Sudah diinfokan oleh kades, memang lokasi mata air hanya digunakan untuk mandi dan cuci oleh warga. Itu info dari kades,” tuturnya.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya diharapkan dapat menjelaskan penyebab pasti perubahan warna air di Kampung Kaleo. Sampai hasil tersebut diketahui, masyarakat diharapkan tidak mengambil kesimpulan sendiri mengenai penyebab fenomena tersebut dan tetap mengikuti arahan pemerintah setempat.

Komentar (0)