Kamis, 01 Oktober 2026
Breaking News
Pendidikan

Mengapa Peringkat Kampus Indonesia di THE WUR 2027 Bisa Mengejutkan?

Tajusa, M. | | 6 mnt baca
Mengapa Peringkat Kampus Indonesia di THE WUR 2027 Bisa Mengejutkan?
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

Hasil Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027 kembali menjadi perhatian karena posisi sejumlah perguruan tinggi Indonesia tidak selalu sesuai dengan persepsi masyarakat mengenai reputasi kampus.

Dalam daftar terbaru, Universitas Indonesia (UI) berada pada kelompok tertinggi dari perguruan tinggi Indonesia dengan posisi dunia 651–700. Sementara itu, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada (UGM) berada pada kelompok 801–1.000. Adapun Institut Teknologi Bandung (ITB), yang selama ini dikenal luas karena kekuatannya di bidang sains dan teknologi, berada pada kelompok 1.401–1.600.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pemeringkatan universitas internasional tidak semata-mata mengukur seberapa terkenal sebuah kampus di mata masyarakat Indonesia.

THE WUR Tidak Hanya Mengukur Nama Besar Kampus

Salah satu hal penting dalam memahami THE WUR adalah mengetahui apa yang sebenarnya dinilai.

Times Higher Education menggunakan sejumlah indikator untuk mengevaluasi universitas yang berorientasi pada aktivitas riset. Penilaian tersebut mencakup lingkungan pembelajaran, lingkungan penelitian, kualitas riset, orientasi internasional, serta hubungan dengan industri.

Dalam edisi 2027, kelima kelompok tersebut memiliki bobot berbeda. Teaching menyumbang 29,5 persen, Research Environment 29 persen, Research Quality 30 persen, International Outlook 7,5 persen, dan Industry 4 persen.

Komposisi ini membuat aktivitas penelitian memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap hasil akhir.

Dengan kata lain, kampus yang terkenal karena kualitas pendidikan sarjana, fasilitas tertentu atau reputasi profesional lulusannya belum tentu otomatis memperoleh posisi tinggi jika indikator penelitian dan komponen lain yang digunakan THE tidak memberikan hasil yang sama kuat.

Penelitian Menjadi Komponen Penting

Pada aspek Research Quality, THE memperhitungkan beberapa indikator, termasuk dampak sitasi, kekuatan penelitian, keunggulan penelitian dan pengaruh penelitian.

Data penelitian juga menjadi bagian penting dalam penilaian. THE menggunakan data publikasi dan sitasi akademik, termasuk data yang bersumber dari database Scopus milik Elsevier. Selain itu, reputasi akademik juga diperoleh melalui survei terhadap akademisi.

Karena menggunakan kombinasi berbagai indikator tersebut, posisi sebuah universitas bisa berbeda antara satu lembaga pemeringkatan dan lembaga lainnya.

Hal ini juga menjelaskan mengapa masyarakat tidak sebaiknya menganggap satu ranking sebagai ukuran tunggal kualitas seluruh aspek perguruan tinggi.

Posisi dalam Ranking Tidak Selalu Berarti Selisih yang Besar

Ada perubahan penting pada sistem penyajian THE WUR 2027.

THE kini memberikan peringkat individual hingga posisi 300 dunia. Setelah itu, universitas ditampilkan dalam kelompok atau ranking band yang semakin lebar.

Akibatnya, dua kampus yang sama-sama berada dalam satu kelompok peringkat tidak dapat dipahami seolah-olah memiliki perbedaan posisi yang sangat presisi.

Contohnya, UIN Sunan Kalijaga dan UGM sama-sama berada dalam kelompok 801–1.000 dunia. Sementara ITB masuk kelompok 1.401–1.600.

Karena itu, penyebutan peringkat berdasarkan urutan kampus Indonesia perlu dibaca bersama kelompok peringkat dunia yang digunakan THE.

Mengapa Ranking Kampus Bisa Berbeda dengan Persepsi Masyarakat?

Persepsi publik terhadap perguruan tinggi biasanya terbentuk dari berbagai faktor. Nama besar, sejarah kampus, tingkat persaingan masuk, prestasi alumni, popularitas program studi dan reputasi di dunia kerja dapat memengaruhi pandangan masyarakat.

Sementara itu, THE menggunakan kerangka pengukuran tertentu yang berfokus pada universitas berorientasi riset.

Perbedaan cara melihat inilah yang dapat menghasilkan hasil pemeringkatan yang tampak tidak biasa.

Sebuah perguruan tinggi dapat sangat dikenal karena bidang tertentu, tetapi performanya pada indikator yang digunakan oleh THE belum tentu membuatnya berada pada posisi yang sama dengan persepsi publik.

Sebaliknya, kampus yang mungkin tidak selalu dianggap paling populer oleh masyarakat luas dapat memperoleh hasil relatif tinggi ketika indikator penelitian, reputasi akademik, internasionalisasi dan indikator lainnya memberikan kontribusi besar.

Ranking Keseluruhan Bukan Gambaran Semua Keunggulan Kampus

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah angka keseluruhan tidak menggambarkan seluruh kekuatan sebuah universitas.

THE juga menyediakan pemeringkatan berdasarkan bidang studi tertentu. Dengan demikian, calon mahasiswa yang ingin memilih kampus sebaiknya tidak hanya melihat posisi universitas secara keseluruhan, tetapi juga mempertimbangkan bidang yang ingin dipelajari.

Misalnya, calon mahasiswa yang ingin mengambil bidang teknologi, kesehatan, bisnis, hukum atau ilmu sosial dapat memperoleh gambaran berbeda ketika melihat pemeringkatan berdasarkan bidang dibandingkan dengan peringkat universitas secara keseluruhan.

Apa Arti Hasil THE WUR 2027 bagi Calon Mahasiswa?

Bagi calon mahasiswa, ranking internasional dapat menjadi salah satu sumber informasi, tetapi bukan satu-satunya pertimbangan.

Pemilihan kampus juga dapat mempertimbangkan akreditasi program studi, kurikulum, fasilitas, biaya kuliah, lokasi, peluang magang, hubungan dengan industri, kegiatan penelitian, jaringan alumni serta prospek karier sesuai bidang yang diminati.

Dengan demikian, posisi dalam THE WUR sebaiknya dipahami sebagai hasil pengukuran berdasarkan metodologi tertentu.

Hasil tersebut berguna untuk melihat bagaimana sebuah universitas dibandingkan dengan institusi lain berdasarkan indikator yang digunakan THE. Namun, hasil ranking tidak secara otomatis berarti bahwa seluruh program studi atau seluruh aspek sebuah kampus berada pada tingkat yang sama.

Memahami Metodologi Sebelum Membaca Ranking

THE World University Rankings 2027 mencakup 2.297 institusi dari 118 negara dan wilayah. Pemeringkatan tersebut menggunakan 17 indikator kinerja yang dikelompokkan ke dalam lima bidang utama.

Karena metode pengukurannya spesifik, perubahan bobot, indikator, sumber data maupun metodologi dapat memengaruhi posisi universitas.

Itulah sebabnya perbedaan antara reputasi sebuah kampus di masyarakat dan posisi dalam ranking internasional sebenarnya tidak selalu menunjukkan adanya pertentangan.

Keduanya dapat mengukur aspek yang berbeda.

Pada akhirnya, THE WUR 2027 lebih tepat digunakan sebagai salah satu alat untuk memahami kinerja perguruan tinggi secara internasional. Untuk menilai kampus secara lebih menyeluruh, hasil ranking perlu dibaca bersama karakteristik program studi dan kebutuhan calon mahasiswa.

Rangking Universitas di Indonesia Versi THE WUR 2027
Berdasarkan laman resminya, berikut rangking perguruan tinggi Indonesia versi THE WUR terbaru:

Universitas Indonesia (UI): 651-700
Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: 801-1.000
Universitas Gadjah Mada (UGM): 801-1.000
Universitas Padjadjaran (Unpad): 1.001-1.200
Universitas Sebelas Maret (UNS): 1.001-1.200
Universitas Airlangga (Unair): 1.201-1.400
Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang: 1.201-1.400
Binus University: 1.401-1.600
Universitas Diponegoro (Undip): 1.401-1.600
Institut Teknologi Bandung (ITB): 1.401-1.600
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): 1.401-1.600
IPB University: 1.401-1.600
Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS): 1.401-1.600
Universitas Brawijaya (UB): 1.401-1.600
Universitas Negeri Malang (UM): 1.601-1.800
Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta: 1.601-1.800
Telkom University (Tel-U): 1.601-1.800
Universitas Ahmad Dahlan (UAD): 1.601-1.800
Universitas Syiah Kuala (USK): 1.601-1.800
Universitas Mataram (Unram): 1.601-1.800
Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya: 1.801-2.000
Universitas Hasanuddin (Unhas): 1.801-2.000
Universitas Islam Indonesia (UII): 1.801-2.000
Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung: 1.801-2.000
Universitas Udayana (Unud): 1.801-2.000
Universitas Andalas (Unand): 1.801-2.000
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY): 1.801-2.000
Universitas Negeri Padang (UNP): 1.801-2.000
Universitas Negeri Semarang (Unnes): 1.801-2.000
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY): 1.801-2.000
Universitas Pelita Harapan (UPH): 1.801-2.000
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI): 1.801-2.000
Universitas Sumatera Utara (USU): 1.801-2.000
Universitas Halu Oleo (UHO): 2.001+
Universitas Jember (Unej): 2.001+
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM): 2.001+
Universitas Negeri Jakarta (UNJ): 2.001+
Universitas Negeri Surabaya (Unesa): 2.001+
Universitas Sriwijaya (Unsri): 2.001+
Universitas Trisakti: 2.001+
Universitas Trunodjoyo Madura: 2.001+
Universitas Lampung (Unila): 2.001+

Komentar (0)