Keluarga Korban Arupadatu 1 Tabur Bunga di Selat Sunda, Kenang Delapan Orang yang Hilang
Gabung Di Kanal Whatsapp KLIK DISINI
BANTEN, BERITANOW.COM – Duka masih menyelimuti keluarga para korban insiden speedboat Arupadatu 1. Sebagai bentuk penghormatan sekaligus mengenang orang-orang tercinta yang hingga kini belum diketahui keberadaannya, keluarga korban melakukan prosesi tabur bunga di perairan Selat Sunda, Jumat (18/9/2026).
Salah satu keluarga yang mengikuti prosesi tersebut adalah Rodiyah Nasution, istri jurnalis iNews Yudistiro. Ia datang bersama putranya, Kenzie Hafizan Pranoto. Keduanya berada di atas kapal KN SAR Tetuka saat bunga ditaburkan ke permukaan laut Selat Sunda.
Prosesi sederhana tersebut berlangsung dalam suasana penuh haru. Rodiyah dan Kenzie melepaskan bunga ke laut sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada para korban yang masih dinyatakan hilang setelah kecelakaan Arupadatu 1.
Dalam insiden tersebut, terdapat delapan orang yang hingga saat ini belum ditemukan. Mereka terdiri dari lima jurnalis dan tiga anak buah kapal atau ABK yang berada di dalam speedboat Arupadatu 1.
Dalam sejumlah dokumentasi, terlihat keluarga korban berada di tengah perairan Selat Sunda sembari menaburkan bunga. Momen tersebut menjadi simbol penghormatan terakhir dari keluarga kepada orang-orang yang mereka cintai.
Sebelumnya, tim SAR gabungan telah melakukan pencarian di kawasan perairan Selat Sunda. Berbagai unsur pencarian dikerahkan untuk menyisir sejumlah wilayah yang diperkirakan menjadi lokasi keberadaan speedboat maupun para penumpangnya.
Namun, setelah operasi pencarian berlangsung selama beberapa hari, keberadaan delapan orang yang masih hilang belum mendapatkan kepastian. Kondisi tersebut tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga yang masih menunggu kabar mengenai anggota keluarganya.
Bagi keluarga korban, prosesi tabur bunga bukan sekadar kegiatan simbolis. Bunga yang dilepaskan ke laut menjadi ungkapan kasih, doa, serta penghormatan kepada mereka yang hingga kini masih menjadi bagian dari penantian keluarga.
Penghentian operasi pencarian juga tidak berarti berakhirnya rasa kehilangan yang dirasakan keluarga. Kenangan terhadap para korban Arupadatu 1 tetap melekat bagi keluarga, sahabat, rekan kerja, dan orang-orang terdekat.
Peristiwa tersebut meninggalkan kesedihan mendalam, terlebih karena nasib delapan orang yang hilang belum diketahui secara pasti. Selat Sunda pun menjadi saksi atas prosesi tabur bunga yang dilakukan keluarga sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi para korban.