Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM– Kebakaran Penjaringan, Jakarta Utara, menewaskan dua orang dan berdampak pada sekitar 150 rumah pada Selasa (13/10/2026). Seorang petugas pemadam kebakaran juga dilaporkan terluka saat menjalankan tugas dalam penanganan kebakaran di permukiman padat penduduk tersebut.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Kertajaya IV, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Dua korban meninggal dunia masing-masing seorang perempuan berinisial S (40) dan seorang anak berinisial NB (6).
Kebakaran tersebut menyebabkan sekitar 500 warga dari 200 keluarga terdampak. Api dilaporkan menghanguskan area seluas kurang lebih 6.400 meter persegi. Sementara itu, kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp8,99 miliar.
135 Personel Dikerahkan
Untuk mengatasi kebakaran Penjaringan, petugas mengerahkan 135 personel dengan dukungan 27 unit mobil pemadam kebakaran. Upaya pemadaman dilakukan untuk mengendalikan api yang melanda kawasan permukiman tersebut.
Berdasarkan laporan yang dipublikasikan pada Selasa malam, proses pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 16.20 WIB. Meski api telah berhasil dipadamkan, dampak kebakaran terhadap warga dan tempat tinggal mereka menjadi persoalan yang perlu ditangani lebih lanjut.
Besarnya jumlah rumah yang terdampak memperlihatkan tingginya risiko kebakaran di kawasan permukiman padat. Jarak ant bangunan yang berdekatan dapat mempercepat perambatan api, sementara kondisi lingkungan yang rapat berpotensi menyulitkan petugas menjangkau titik kebakaran.
Penyebab Masih Perlu Dipastikan
Kebakaran Penjaringan diduga dipicu korsleting listrik. Namun, dugaan tersebut belum dapat dianggap sebagai penyebab pasti sebelum ada hasil pemeriksaan dari pihak berwenang.
Penyelidikan diperlukan untuk memastikan sumber api dan kronologi kejadian. Informasi mengenai langkah penanganan warga terdampak serta bantuan bagi keluarga korban juga perlu diperbarui berdasarkan keterangan resmi instansi terkait.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, terutama di kawasan permukiman dengan kepadatan bangunan tinggi. Pemeriksaan kondisi kabel, penggunaan peralatan listrik sesuai kapasitas, serta respons cepat ketika muncul tanda kebakaran dapat membantu mengurangi risiko kejadian serupa.(*)