Kebakaran melanda kawasan Gang Madun 1, RT 02/05, Kelurahan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, pada Jumat (28/8) dini hari. Kobaran api diduga bermula akibat korsleting listrik di sebuah pabrik tahu sebelum kemudian menjalar ke gudang dekorasi yang berada di sebelahnya.
Api dengan cepat membesar dan membakar bangunan pabrik tahu serta gudang dekorasi. Tidak hanya bangunan, satu unit mobil pikap yang digunakan untuk usaha dekorasi juga ikut terbakar.
Kepala Bidang Pemadam dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan, Omay Komarudin, mengatakan laporan mengenai kebakaran diterima petugas sekitar pukul 03.00 WIB.
“Jadi yang terbakar itu awalnya pabrik tahu karena diduga korsleting listrik, lalu merambat ke gudang dekorasi. Api merambat cepat dan menghanguskan bangunan, termasuk satu unit mobil pick up milik dekorasi itu,” ujar Omay saat dikonfirmasi, Jumat (28/8).
11 Unit Mobil Pemadam Dikerahkan
Besarnya kobaran api membuat petugas mengerahkan 11 unit kendaraan pemadam kebakaran untuk mengatasi kebakaran. Sembilan armada berasal dari wilayah Kota Tangerang Selatan, sedangkan dua kendaraan lainnya didatangkan dari Kota Tangerang.
Sekitar 60 personel diterjunkan dalam proses pemadaman tersebut.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api sekitar pukul 06.00 WIB. Meski api utama telah padam, petugas masih melakukan proses pendinginan dan pengawasan di lokasi hingga sekitar pukul 09.10 WIB.
Jalan Sempit Jadi Kendala Pemadaman
Omay menjelaskan bahwa akses menuju lokasi menjadi salah satu hambatan bagi petugas. Kondisi jalan yang sempit membuat kendaraan pemadam kebakaran tidak mudah mencapai titik kebakaran sehingga proses penanganan membutuhkan waktu lebih lama.
“Kendalanya yang membuat cukup lamanya itu akses jalan masuk karena sempit, jadi agak sulit juga,” jelasnya.
Selain persoalan akses, banyaknya material yang mudah terbakar di lokasi juga membuat api cepat meluas. Pabrik tahu diketahui memiliki sejumlah material berbahan kayu yang mudah terbakar.
Kondisi tersebut semakin diperparah oleh hembusan angin yang membuat kobaran api lebih mudah menjalar menuju gudang dekorasi.
“Kalau penyebaran api itu karena pabrik tahu kebanyakan kan kayu, jadi api cepat merambat ditambah hembusan angin jadi api mudah merambat. Kemudian juga banyak bahan-bahan yang mudah terbakar di gudang dekor,” ungkapnya.
Gudang Dekorasi Masih dalam Proses Pendinginan
Gudang dekorasi menjadi salah satu titik yang masih mendapat perhatian khusus dari petugas. Berbagai material seperti styrofoam dan kayu yang menumpuk di dalam gudang membuat masih terdapat potensi munculnya kembali bara api.
Karena itu, petugas melakukan pendinginan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada lagi titik panas yang dapat memicu kebakaran susulan.
“Sampai saat ini pendinginan yang belum selesai adalah di gudang dekor. Karena ada styrofoam, kayu, dan sebagainya,” ujarnya.
Kebakaran tersebut menyebabkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Petugas masih melanjutkan proses pendinginan dan memastikan seluruh area terdampak dalam kondisi aman serta tidak menyisakan bara yang berpotensi menimbulkan kebakaran kembali.
![]()














