Banner Sidebar
Banner Sidebar

Kebakaran Gunung Soputan Meluas, 200 Hektare Lebih Terbakar

Dapatkan berita terbaru di Kanal WA KLIK DISINI

Kebakaran hutan masih terjadi di kawasan hutan lindung Gunung Soputan, Sulawesi Utara, sejak Minggu (2/8). Hingga Selasa (4/8), api belum berhasil dipadamkan dan diperkirakan telah membakar lebih dari 200 hektare lahan. Tim gabungan terus berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke area pertanian maupun permukiman warga.

Hingga hari ketiga kejadian, sejumlah titik api masih tampak menyala di lereng Gunung Soputan yang merupakan gunung api aktif bertipe stratovolcano. Petugas dari berbagai instansi terus melakukan pemadaman di lokasi yang terdampak.

Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda BPBD Provinsi Sulawesi Utara, Danny Repi, menjelaskan bahwa proses pemadaman masih berlangsung karena masih terdapat beberapa titik api yang aktif di kawasan hutan lindung tersebut.

Menurut BPBD Sulawesi Utara, kondisi cuaca yang panas selama musim kemarau menjadi salah satu penyebab api cepat membesar. Selain itu, embusan angin yang cukup kencang turut mempercepat penyebaran api ke berbagai lokasi.

Vegetasi yang didominasi oleh alang-alang kering dan pohon pinus juga membuat kobaran api semakin mudah merambat dan sulit dikendalikan.

Berdasarkan data sementara BPBD Sulawesi Utara, luas kawasan hutan yang terbakar telah melampaui 200 hektare. Namun, angka tersebut masih berpotensi bertambah karena proses pendataan di lapangan masih terus dilakukan.

Petugas hingga kini masih melakukan pemantauan untuk memperoleh data yang lebih akurat mengenai luas wilayah yang terdampak kebakaran.

BPBD memastikan bahwa sampai saat ini tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Fokus utama tim di lapangan adalah mencegah api menjalar ke kawasan persawahan, perkebunan, serta permukiman masyarakat yang berada di sekitar lereng Gunung Soputan.

Operasi pemadaman dan pemantauan terus dilakukan, terutama pada titik-titik api yang berada di medan sulit dijangkau, agar kebakaran tidak semakin meluas.

Loading

Leave a Reply