Tentara Nasional Indonesia (TNI) dijadwalkan menerima kapal induk pertamanya, ITS Giuseppe Garibaldi, pada September 2026. Kapal perang tersebut merupakan hibah dari pemerintah Italia kepada Indonesia.
Pemberian kapal itu sebelumnya telah mendapat persetujuan DPR RI melalui Rapat Paripurna Ke-26 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 yang berlangsung pada Selasa, 21 Juli 2026.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan kapal tersebut telah bersiap meninggalkan Italia untuk melakukan perjalanan menuju Indonesia.
“Dan kami mohon doanya, malam ini mungkin jam 22.00, KRI Gajah Mada akan meninggalkan Italia menuju Indonesia,” ujar Ali, Senin (24/8/2026).
Sesampainya di Indonesia, kapal yang sebelumnya bernama ITS Giuseppe Garibaldi tersebut akan menggunakan nama baru, yakni KRI Gajah Mada.
Ali juga meminta doa dan dukungan agar perjalanan kapal menuju Indonesia berjalan lancar. Kapal tersebut diperkirakan tiba di Indonesia sekitar pertengahan hingga 20 September 2026.
“Semoga selamat dalam perjalanan, sukses, karena ini akan melewati Terusan Suez, melewati Laut Merah juga, tapi dikawal juga oleh fregat-fregat Italia. Dan mudah-mudahan tanggal 20 atau tanggal 15 atau tanggal 20 September ini sudah tiba di Indonesia,” kata Ali.
Akan Digunakan Tiga Matra TNI
Menurut Ali, penggunaan KRI Gajah Mada nantinya tidak terbatas untuk kebutuhan TNI Angkatan Laut. Kapal tersebut juga akan mendukung kebutuhan matra lainnya.
Kapal akan dapat mengoperasikan helikopter milik Angkatan Laut, Angkatan Udara, maupun Angkatan Darat. Dengan demikian, kapal tersebut diproyeksikan menjadi aset yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh matra TNI.
Sejarah Kapal Giuseppe Garibaldi
Giuseppe Garibaldi merupakan kapal perang milik Angkatan Laut Italia dengan konfigurasi through-deck aviation ship, yaitu kapal dengan dek penerbangan penuh yang dirancang untuk mendukung operasi udara.
Nama Giuseppe Garibaldi diambil dari tokoh militer Italia pada abad ke-19 yang dikenal memiliki peran dalam proses penyatuan Italia. Kapal ini menjadi kapal keempat dalam sejarah Angkatan Laut Italia yang menggunakan nama tersebut.
Jika resmi diterima Indonesia, Giuseppe Garibaldi akan menjadi kapal induk pertama dalam sejarah TNI. Kehadirannya juga menjadi salah satu perkembangan penting dalam kemampuan proyeksi kekuatan laut Indonesia.
Kapal tersebut dibangun oleh galangan Fincantieri, yang sebelumnya dikenal dengan nama Italcantieri, di Monfalcone, kawasan Teluk Trieste, Italia.
Pembangunannya dimulai pada 26 Maret 1981. Kapal kemudian diluncurkan pada 11 Juni 1983 dan resmi masuk dalam jajaran operasional Angkatan Laut Italia pada 30 September 1985.
Sebagai kapal induk ringan dengan dek penerbangan penuh, Giuseppe Garibaldi sejak awal dirancang untuk menjalankan operasi udara dan laut sekaligus menjadi pusat komando bergerak.
Pernah Terlibat Berbagai Operasi Internasional
Selama masa pengabdiannya di Angkatan Laut Italia, Giuseppe Garibaldi telah digunakan dalam sejumlah misi internasional.
Pada 1994 hingga awal 1995, kapal tersebut ikut mendukung pendaratan amfibi pasukan Italia dalam Operasi Restore Hope dan menjalankan misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Somalia.
Beberapa tahun kemudian, pada 1999, Giuseppe Garibaldi dikerahkan ke kawasan Laut Adriatik untuk mendukung Operasi DINAK di tengah krisis yang berlangsung di Yugoslavia.
Kapal tersebut kembali memainkan peran penting pada akhir 2001 hingga awal 2002 ketika digunakan sebagai pusat komando dalam Operasi Enduring Freedom.
Dalam operasi tersebut, kapal menempuh perjalanan laut lebih dari 30.000 kilometer selama 87 hari secara terus-menerus untuk menjalankan tugas pengendalian laut serta memberikan dukungan udara dalam operasi di Afghanistan.
Pada 2006, Giuseppe Garibaldi kembali ditugaskan sebagai kapal komando dalam Operasi Mimosa dan Leonte di Lebanon. Misinya antara lain mengawal konvoi perdagangan dan mendukung kegiatan pendaratan pasukan khusus.
Terlibat dalam Operasi di Libya
Pada 2011, kapal Giuseppe Garibaldi turut dikerahkan dalam penanganan krisis Libya melalui Operasi Odyssey Dawn dan Operasi Unified Protector.
Dalam operasi tersebut, kapal mendukung pelaksanaan embargo senjata serta penerapan zona larangan terbang sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB.
Sementara pada 2015 hingga 2017, Giuseppe Garibaldi dipercaya sebagai kapal utama atau flagship dalam Operasi EUNAVFOR MED Sophia.
Operasi tersebut berfokus pada upaya menghadapi jaringan penyelundupan dan perdagangan manusia yang beroperasi di kawasan Laut Mediterania.
Dengan riwayat panjang dalam berbagai operasi militer internasional, kehadiran Giuseppe Garibaldi di Indonesia nantinya akan menjadi bagian penting dalam perkembangan kemampuan maritim dan proyeksi kekuatan TNI.
![]()














