Banner Sidebar
Banner Sidebar

KA Malabar Tabrak Truk di Perlintasan Srowot-Klaten, Perjalanan Sejumlah Kereta Terdampak

Dapatkan berita terbaru di Kanal WA KLIK DISINI

Kecelakaan kembali terjadi di perlintasan sebidang yang menghubungkan jalur kereta api dengan jalan raya. Kali ini, KA 68 Malabar relasi Bandung-Malang terlibat kecelakaan dengan sebuah truk di JPL 295, petak jalan rel Srowot-Klaten, pada Kamis (27/8/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 01.25 WIB. Tabrakan menyebabkan lokomotif KA Malabar seri CC 206 13 41 BD mengalami anjlok pada dua as serta mengalami kerusakan cukup berat di bagian depan. Dampak kecelakaan juga membuat jalur hulu untuk sementara tidak dapat digunakan perjalanan kereta api.

Petugas PT KAI membutuhkan waktu hampir lima jam untuk melakukan penanganan di lokasi. Proses tersebut mencakup evakuasi lokomotif KA Malabar sekaligus normalisasi jalur yang terdampak.

Meski benturan cukup keras, kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” kata Juru Bicara PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih.

KA Malabar Terlambat Hampir Lima Jam

Kecelakaan tersebut berdampak langsung terhadap perjalanan KA Malabar. Kereta mengalami keterlambatan hingga ratusan menit dan baru dapat melanjutkan perjalanan pada pukul 06.01 WIB setelah PT KAI mendatangkan lokomotif pengganti.

PT KAI Daop 6 Yogyakarta menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh penumpang atas gangguan perjalanan tersebut. Dampak kecelakaan juga dirasakan oleh sejumlah kereta api lain yang menggunakan jalur ganda koridor Yogyakarta-Solo.

Berikut sejumlah perjalanan kereta api yang mengalami keterlambatan:

  • KA 36 Gajayana: terlambat 20 menit
  • KA 80 Lodaya: terlambat 5 menit
  • KA 72 Mutiara Selatan: terlambat 10 menit
  • KA 14 Argo Lawu: terlambat 65 menit
  • KA 144 Madiun Jaya: terlambat 20 menit
  • KA 68 Malabar: terlambat 289 menit
  • KA 64B Manahan: terlambat 14 menit
  • KA 150 Singasari: terlambat 33 menit
  • KA 720 Commuter Line Yogyakarta-Palur: terlambat 85 menit
  • KA 730F Commuter Line Yogyakarta-Palur: terlambat 46 menit
  • KA 169B Malioboro Ekspres Klaten: terlambat 10 menit
  • KA 2601 Pengangkut BBM: terlambat 125 menit
  • KA 193 Joglosemarkerto: terlambat 11 menit
  • KA 711 Commuter Line Palur-Yogyakarta: terlambat 14 menit

Perjalanan Kereta Berangsur Normal

Feni mengatakan kondisi perjalanan kereta api mulai kembali normal secara bertahap setelah proses evakuasi dan perbaikan jalur selesai dilakukan.

Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan yang terdampak, PT KAI juga memberikan service recovery sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bentuk layanan pemulihan diberikan berdasarkan tingkat keterlambatan yang dialami penumpang.

Pelanggan yang terkena dampak dapat memperoleh minuman dan makanan ringan. Sementara itu, untuk keterlambatan dengan durasi tertentu, PT KAI menyediakan makanan berat sebagai bagian dari layanan kompensasi.

Masyarakat Diminta Utamakan Kereta Api

PT KAI Daop 6 Yogyakarta kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika melewati perlintasan sebidang.

Pengguna jalan diminta mematuhi aturan lalu lintas dan memberikan prioritas kepada kereta api ketika melintas di perlintasan.

Imbauan tersebut disampaikan karena kereta api memiliki karakteristik yang berbeda dengan kendaraan bermotor. Kereta membutuhkan jarak pengereman yang panjang sehingga tidak dapat berhenti secara mendadak ketika menghadapi kendaraan atau kondisi darurat di jalur perlintasan.

Karena itu, masyarakat diharapkan tidak menerobos perlintasan dan selalu memastikan kondisi aman sebelum melintas untuk mencegah kecelakaan serupa kembali terjadi.

Loading

Leave a Reply