Banner Sidebar
Banner Sidebar

Jembatan Rusia-Korea Utara Diresmikan, Jalan Raya Pertama Penghubung Kedua Negara

Dapatkan berita terbaru di Kanal WA KLIK DISINI

Jembatan sepanjang sekitar 1 kilometer di atas Sungai Tumen menjadi jalur darat baru yang menghubungkan Rusia dan Korea Utara.

Hubungan Rusia dan Korea Utara (Korut) semakin dekat. Kedua negara kini memiliki koneksi jalan raya langsung setelah meresmikan jembatan baru yang menghubungkan wilayah perbatasan Rusia dan Korea Utara pada Senin, 7 September 2026.

Jembatan tersebut membentang sekitar 1 kilometer di atas Sungai Tumen. Kehadirannya menjadi jalur transportasi darat baru yang diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan antara Moskow dan Pyongyang.

Jembatan Hubungkan Rusia dan Korea Utara

Jembatan dengan dua lajur tersebut menghubungkan Khasan di wilayah Rusia dengan Tumangang di Korea Utara. Setelah seremoni peresmian berlangsung, sejumlah truk yang dihiasi bendera kedua negara langsung melintasi jalur baru tersebut.

Peresmian jembatan diikuti secara daring oleh Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin dan Perdana Menteri Korea Utara Pak Thae Song.

Dalam kesempatan tersebut, Mishustin menjelaskan bahwa jembatan baru itu dirancang untuk menampung hingga sekitar 300 kendaraan setiap hari.

Selain menjadi penghubung langsung menuju Korea Utara, jalur tersebut juga terintegrasi dengan jaringan jalan federal Rusia. Salah satu aksesnya terhubung menuju Jalan Raya Federal Ussuri yang menjadi bagian dari koridor transportasi antara St. Petersburg dan Vladivostok.

Pemerintah Rusia mengatakan pengangkutan barang melalui jembatan akan segera dimulai. Sementara itu, penggunaan jalur untuk kendaraan penumpang ditargetkan dapat beroperasi secara penuh pada akhir tahun 2026.

Diharapkan Dorong Kerja Sama Kedua Negara

Mishustin menilai pembangunan infrastruktur lintas perbatasan tersebut dapat memberikan manfaat lebih luas bagi hubungan kedua negara.

“Perluasan infrastruktur transportasi lintas perbatasan akan memberikan dorongan kuat bagi pengembangan lebih lanjut kerja sama perdagangan, ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya,” ujar Mishustin.

Ia juga menyebut pembukaan jembatan tersebut sebagai salah satu peristiwa penting dalam hubungan Rusia dan Korea Utara.

Menurut Mishustin, proyek tersebut bukan hanya berkaitan dengan pembangunan sarana transportasi. Jembatan itu juga menjadi simbol baru dari kedekatan dan persahabatan antara kedua negara.

Dibangun Sejak April 2025

Pembangunan jembatan dimulai pada April 2025. Proyek tersebut sebelumnya telah disepakati dalam pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada 2024.

Sebelum jembatan jalan raya ini tersedia, Rusia dan Korea Utara hanya memiliki koneksi transportasi langsung melalui jalur kereta api dan penerbangan.

Jembatan tersebut diberi nama Yakov Novichenko. Nama itu merujuk pada seorang prajurit Tentara Merah yang dianggap memiliki jasa besar oleh Korea Utara karena disebut pernah menyelamatkan Kim Il Sung dari sebuah granat pada 1946.

Hubungan Moskow dan Pyongyang Semakin Dekat

Peresmian jembatan berlangsung ketika hubungan Rusia dan Korea Utara semakin erat dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak perang Rusia-Ukraina dimulai pada 2022.

Pada 2024, Korea Utara diketahui mengirim ribuan tentara ke wilayah Kursk, Rusia. Pasukan tersebut disebut membantu Rusia dalam menghadapi serangan Ukraina di kawasan tersebut.

Dalam pidatonya, Mishustin turut memberikan penghormatan kepada personel Korea Utara yang disebut telah bertempur bersama pasukan Rusia.

Ia menyebut mereka sebagai “para pahlawan Korea yang belum lama ini berjuang bahu-membahu dengan tentara kami dan mempertahankan tanah Rusia.”

Dengan dibukanya jembatan baru ini, hubungan Rusia dan Korea Utara tidak hanya semakin terhubung melalui jalur transportasi, tetapi juga berpotensi membuka peluang baru bagi aktivitas perdagangan dan kerja sama lintas perbatasan kedua negara.

Loading

Leave a Reply