Selasa, 27 Oktober 2026
Breaking News
Pendidikan

Gapura SDN Kertajadi Cianjur Roboh, Siswi dan Ayah Terluka

Tajusa, M. | | 3 mnt baca
Gapura SDN Kertajadi Cianjur Roboh, Siswi dan Ayah Terluka
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

CIANJUR, BERITANOW.COM – Bangunan gapura SDN Kertajadi yang berada di Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, roboh pada Senin pagi (26/10/2026). Insiden tersebut menyebabkan seorang siswi kelas V bernama Najwa dan ayahnya, Kasud, tertimpa material bangunan ketika tiba di sekolah menggunakan sepeda motor.

Camat Cidaun, Gagan Rusganda, menjelaskan bahwa kejadian berlangsung saat Najwa bersama ayahnya sampai di area gerbang sekolah. Ketika siswi tersebut hendak turun dari sepeda motor, gapura sekolah mendadak ambruk dan menimpa keduanya beserta kendaraan yang mereka gunakan.

Robohnya bangunan secara tiba-tiba membuat kedua korban tidak memiliki cukup waktu untuk menghindar. Berdasarkan keterangan Gagan, kawasan Kecamatan Cidaun sebelumnya mengalami hujan sejak Sabtu hingga Senin pagi. Meski demikian, penyebab pasti keruntuhan gapura tersebut masih harus dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

Siswi dan Ayah Dievakuasi ke Puskesmas Cidaun
Setelah kejadian, sejumlah pihak langsung bergerak memberikan pertolongan. Kepala sekolah, pengawas, guru, komite sekolah, warga setempat, dan kepolisian bekerja sama mengevakuasi Najwa serta ayahnya dari reruntuhan bangunan.

Kedua korban kemudian dibawa ke Puskesmas Cidaun untuk mendapatkan penanganan awal. Berdasarkan laporan sementara yang disampaikan Camat Cidaun, Najwa mengalami sejumlah luka akibat tertimpa material gapura.

Luka yang dialami siswi tersebut meliputi memar pada kaki, pipi, dan tangan, serta luka berdarah di bagian kepala dan dagu. Untuk memperoleh pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut, Najwa bersama ayahnya selanjutnya dirujuk ke RSUD Pagelaran.

Hingga Senin siang, keduanya masih mendapatkan penanganan medis. Kondisi korban, khususnya Najwa, menjadi perhatian karena terdapat benturan di bagian kepala.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan koordinator pendidikan, komite sekolah, serta fasilitas kesehatan untuk memastikan penanganan kedua korban berjalan dengan baik.

Disdikpora juga mengupayakan pemeriksaan CT scan terhadap Najwa di RSUD Pagelaran. Langkah tersebut diperlukan untuk mengetahui dampak benturan pada bagian pelipis dan memastikan apakah terdapat cedera serius yang membutuhkan penanganan khusus.

Pemeriksaan lebih lanjut dinilai penting karena cedera pada kepala tidak selalu dapat diketahui hanya melalui pemeriksaan fisik awal. Oleh sebab itu, kondisi Najwa terus dipantau oleh pihak terkait selama menjalani perawatan.

Ruhli turut menegaskan bahwa biaya pengobatan kedua korban akan ditanggung oleh pemerintah melalui Disdikpora Kabupaten Cianjur. Pihaknya berkomitmen mengikuti perkembangan kondisi Najwa dan ayahnya sampai proses penanganan medis berjalan sebagaimana mestinya.

Puing Gapura Dibersihkan, Sekolah Diminta Waspada

Selain berfokus pada penanganan korban, Disdikpora Cianjur menginstruksikan pihak sekolah untuk berkoordinasi dengan masyarakat dan kepolisian dalam membersihkan sisa material bangunan yang roboh.

Pembersihan tersebut dilakukan untuk mengurangi potensi bahaya di sekitar sekolah sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan susulan. Area yang terdampak juga perlu diperhatikan agar aktivitas sekolah nantinya dapat berlangsung dengan aman.

Ruhli mengingatkan seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Cianjur agar meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan. Pemeriksaan kondisi bangunan sekolah, pagar, gapura, serta fasilitas pendukung lainnya perlu dilakukan secara berkala, terutama terhadap bagian yang terlihat rapuh atau mengalami kerusakan.

Sekolah juga diminta memperhatikan saluran sanitasi dan drainase serta berkoordinasi dengan masyarakat setempat untuk menangani pohon-pohon yang berpotensi tumbang akibat kondisi lapuk.

Menurutnya, fasilitas yang sudah tidak layak harus segera diantisipasi. Sarana pembelajaran yang berisiko perlu dipindahkan ke tempat yang lebih aman, sedangkan perbaikan pagar dan bagian bangunan yang rusak dapat dilakukan secara bertahap melalui anggaran pemeliharaan yang tersedia. (*)

Komentar (0)