DPR Desak Karhutla Ditetapkan sebagai Bencana Nasional, 11.037 Titik Panas Terdeteksi
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM — Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mendesak pemerintah segera menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional. Desakan itu muncul seiring masih terjadinya kebakaran di berbagai daerah dengan dampak yang dinilai sudah darurat.
Sementara itu, sistem pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan mencatat 11.037 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia dalam 24 jam terakhir hingga Selasa (13/10/2026) pukul 11.15 WIB. Angka itu berkurang 9.781 titik dibandingkan periode sebelumnya.
Desakan Status Bencana Nasional
Daniel Johan menyatakan penetapan status bencana nasional diperlukan agar anggaran dapat dialokasikan secara maksimal. Menurutnya, keterbatasan anggaran, sarana, dan prasarana membuat penanganan karhutla belum optimal.
"Tetapkan status bencana Karhutla sebagai bencana nasional, ini langkah yang harus ditempuh pemerintah saat ini. Agar anggaran bisa maksimal dialokasikan untuk mengatasi bencana ini," kata Daniel, seperti dikutip Kompas.com.
Politikus PKB dari Daerah Pemilihan Kalimantan Barat 1 itu menilai kebakaran di lahan gambut yang kering hingga lapisan dalam menyulitkan proses pemadaman. Ia juga menyoroti lemahnya mitigasi sebelum kebakaran yang memperberat penanganan tahun ini.
"Pemerintah pusat dan daerah kita akui sudah melakukan upaya yang baik, tapi kali ini sangat berat karena mitigasi antisipasi yang lemah sebelum kejadian," pungkasnya.
Perlindungan untuk Warga Terdampak
Selain status bencana nasional, Daniel mendesak pemerintah memastikan warga terdampak mendapat bantuan kesehatan dan kebutuhan pokok. Bantuan itu meliputi masker, oksigen, perawatan kesehatan, vitamin, air bersih, dan pangan, terutama bagi warga di wilayah pedalaman.
"DPR tentu mendukung penuh kalau pemerintah ingin menetapkan status bencana Karhutla menjadi bencana nasional, karena prioritas utama kita adalah keselamatan seluruh masyarakat Kalimantan, Sumatera dan daerah lain yang terdampak," ujarnya.
Ia mengakui pemerintah pusat dan daerah telah melakukan berbagai upaya pemadaman, mulai dari water bombing, modifikasi cuaca, hingga pemadaman darat. Namun kondisi lahan gambut yang terbakar hingga lapisan dalam membuat upaya tersebut sulit dilakukan.
Pemerintah Belum Tetapkan Status
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto belum menetapkan karhutla sebagai bencana nasional. Menurutnya, pemerintah masih mampu mengatasinya.
"Belum, belum. Masih mampu kita mengatasi," ujar Dudung di Istana Kepresidenan, Jakarta, seperti dikutip Kompas.com.
Meski begitu, Dudung menyebut Prabowo memerintahkan agar persoalan karhutla diselesaikan secepat mungkin. Kepala BNPB Letjen Suharyanto sebelumnya melaporkan luas lahan karhutla yang masih ditangani mencapai 639,23 hektare per Senin (12/10/2026).
Enam provinsi menjadi prioritas penanganan, yakni Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau. Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan masih menghadapi kondisi cukup berat, sementara kabut asap tebal menghambat operasi udara.
Sebaran Titik Panas
Sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Kehutanan mendeteksi 11.037 titik panas. Dari jumlah tersebut, sebanyak 916 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi, 9.174 titik skala sedang, dan 947 titik skala rendah. Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi tiga skala, dengan skala tinggi berada di rentang 80 hingga 100.
Titik panas terbanyak berada di Papua Selatan dengan 3.060 titik. Kalimantan Tengah menempati posisi kedua dengan 2.084 titik, disusul Sumatera Selatan dengan 1.280 titik.
Sebanyak 615 titik panas terdeteksi di Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur menyusul dengan 522 titik. Nusa Tenggara Timur dan Lampung masing-masing memiliki 427 dan 415 titik panas terdeteksi.
Data itu merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA. Titik panas adalah titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan. Namun, banyaknya titik panas yang bergerombol di suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian karhutla.(*)
Informasi ini dihimpun BeritaNow dari berbagai sumber.