Senin, 12 Oktober 2026
Breaking News
Daerah

Dishub DKI Jakarta Kerahkan 1.420 Personel untuk Urai Macet

Effra S. Husein | | 3 mnt baca
Dishub DKI Jakarta Kerahkan 1.420 Personel untuk Urai Macet
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

JAKARTA, BERITANOW.COM — Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengerahkan 1.420 personel untuk membantu mengurai kemacetan melalui program Gerakan Bersama Atasi Kemacetan Pagi atau Gebrak Pagi. Program ini mulai dilaksanakan pada Senin (12/10/2026) dengan menempatkan petugas di sejumlah titik prioritas kepadatan lalu lintas.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat pengawasan langsung di lapangan, mempercepat koordinasi penanganan hambatan lalu lintas, dan membantu masyarakat yang beraktivitas pada pagi hari.

Kegiatan Gebrak Pagi dijadwalkan berlangsung setiap Senin, Selasa, dan Kamis, mulai pukul 06.30 hingga 08.00 WIB.

Personel yang dilibatkan mencakup pejabat struktural, staf, serta Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) di lingkungan Dishub DKI Jakarta.

Petugas Disebar ke Lima Wilayah

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin menjelaskan bahwa program tersebut menekankan kehadiran langsung jajaran Dishub di lokasi yang mengalami kepadatan.

Petugas diharapkan dapat mengidentifikasi hambatan lalu lintas, memantau kondisi jalan, dan memperkuat koordinasi penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.

Penempatan personel mencakup lima wilayah administrasi Jakarta, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

Melalui pola kerja tersebut, Dishub ingin memastikan bahwa penanganan kemacetan tidak hanya mengandalkan pemantauan, tetapi juga respons langsung terhadap kondisi yang ditemui petugas.

Informasi mengenai titik prioritas dan pembagian personel dapat menjadi acuan bagi masyarakat untuk memahami lokasi yang menjadi perhatian petugas. Namun, pengendara tetap perlu memantau kondisi lalu lintas secara langsung karena tingkat kepadatan dapat berubah sepanjang waktu.

Fokus pada Jam Sibuk Pagi

Pelaksanaan Gebrak Pagi menyasar periode ketika aktivitas masyarakat meningkat, terutama saat perjalanan menuju tempat kerja, sekolah, dan pusat kegiatan lainnya.

Pada jam tersebut, peningkatan volume kendaraan dapat memicu antrean panjang, terutama di persimpangan, akses jalan utama, dan kawasan dengan aktivitas kendaraan yang tinggi.

Kehadiran petugas di lapangan diharapkan membantu mengoptimalkan pengaturan kendaraan serta mempercepat koordinasi apabila ditemukan hambatan.

Meski demikian, efektivitas program perlu dilihat dari kondisi lalu lintas selama pelaksanaan, termasuk perubahan waktu tempuh, panjang antrean, dan kelancaran arus kendaraan di lokasi prioritas.

Evaluasi lapangan juga penting untuk mengetahui apakah penempatan petugas sudah sesuai dengan kebutuhan setiap wilayah.

Masyarakat Diminta Ikut Menjaga Kelancaran

Dishub DKI Jakarta mengajak masyarakat berperan aktif dalam menjaga ketertiban berlalu lintas.

Pengendara diminta mematuhi rambu, mengikuti arahan petugas, dan tidak berhenti atau memarkir kendaraan sembarangan karena tindakan tersebut dapat mempersempit ruang jalan dan menghambat arus kendaraan.

Masyarakat juga disarankan mempersiapkan perjalanan lebih awal dan memperhitungkan kemungkinan kepadatan, terutama pada jam berangkat kerja dan sekolah.

Program Gebrak Pagi menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan respons terhadap persoalan kemacetan melalui koordinasi lintas jajaran di lapangan.

Keberhasilan program ini pada akhirnya perlu diukur dari manfaat yang dirasakan pengguna jalan, termasuk kelancaran perjalanan, ketertiban kendaraan, dan kecepatan penanganan hambatan lalu lintas.

Dishub DKI Jakarta diharapkan terus mengevaluasi pelaksanaan program agar penempatan personel dan strategi pengaturan lalu lintas dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap wilayah. (*)

Komentar (0)