Banner Sidebar
Banner Sidebar

Batu Shaligram Raksasa Viral Usai Banjir Nepal, Benarkah Muncul dari Bencana?

Dapatkan berita terbaru di Kanal WA KLIK DISINI

Viral Foto sebuah batu berukuran besar dengan pola spiral yang menyerupai fosil mendadak ramai diperbincangkan di media sosial setelah bencana banjir bandang melanda wilayah Nepal. Dalam unggahan yang beredar, batu tersebut disebut sebagai Shaligram raksasa yang baru muncul setelah banjir.

Namun, klaim tersebut ternyata tidak tepat. Hasil penelusuran sejumlah sumber menunjukkan bahwa objek dalam foto memang berada di Nepal, tetapi bukan batu alam yang baru ditemukan akibat banjir.

Bukan Batu yang Baru Muncul Setelah Banjir

Objek yang terlihat dalam foto viral merupakan patung Shaligram berukuran raksasa yang berada di kawasan Jomsom, Mustang, Nepal. Patung tersebut dibuat dengan cara memahat sebuah batu besar yang berasal dari Sungai Kali Gandaki.

Patung tersebut memiliki tinggi sekitar 22 kaki atau 6,7 meter. Pembuatannya dilakukan pada April hingga Mei 2026 dalam sebuah kegiatan seni yang melibatkan para pematung Nepal. Karya tersebut kemudian menjadi bagian dari pengembangan wisata religi di kawasan Jomsom.

Dengan demikian, foto yang beredar tidak menunjukkan batu Shaligram alami yang baru tersingkap akibat banjir bandang Nepal pada Agustus 2026.

Apa Itu Shaligram?

Shaligram merupakan batu yang memiliki nilai spiritual penting bagi umat Hindu, khususnya dalam tradisi Vaishnava. Secara geologi, Shaligram berkaitan dengan fosil ammonite yang ditemukan secara alami di kawasan Sungai Kali Gandaki di Nepal.

Pola spiral pada batu tersebut berasal dari struktur fosil dan menjadi salah satu karakteristik yang membuat Shaligram mudah dikenali.

Karena memiliki nilai keagamaan, keberadaan Shaligram di wilayah Nepal juga berkaitan erat dengan kegiatan ziarah dan wisata religi.

Mengapa Dikaitkan dengan Banjir Nepal?

Informasi mengenai batu tersebut muncul bersamaan dengan pemberitaan mengenai banjir besar yang melanda wilayah Himalaya dan perbatasan Nepal-Tibet pada akhir Agustus 2026.

Bencana tersebut memang menyebabkan kerusakan besar. Banjir bandang dan material longsoran menghantam permukiman, jalan, jembatan, serta berbagai fasilitas infrastruktur di wilayah terdampak.

Situasi tersebut kemudian dimanfaatkan oleh sejumlah unggahan media sosial untuk mengaitkan foto patung Shaligram dengan bencana terbaru.

Padahal, penelusuran terhadap asal-usul gambar menunjukkan bahwa objek tersebut sudah dibuat sebelum banjir terjadi.

Klaim Batu Seberat 31 Ton Juga Menyesatkan

Selain disebut baru muncul akibat banjir, sejumlah unggahan juga mengklaim objek tersebut merupakan batu Shaligram alami dengan berat mencapai 31 ton dan berusia ratusan juta tahun.

Klaim tersebut tidak memiliki dasar yang cukup. Pemeriksaan fakta yang dilakukan India Today menemukan bahwa objek tersebut merupakan patung hasil pahatan, bukan fosil alami berukuran raksasa yang baru ditemukan.

Artinya, batu dalam foto memang nyata dan berada di Nepal, tetapi narasi mengenai penemuan batu Shaligram alami setelah banjir adalah informasi yang menyesatkan.

Banjir Nepal Tetap Menjadi Bencana Besar

Terlepas dari kabar viral mengenai batu tersebut, bencana banjir di Nepal memang merupakan peristiwa serius. Banjir dan longsoran besar menghantam kawasan dekat perbatasan Nepal-Tibet dan menyebabkan kerusakan luas terhadap infrastruktur serta menimbulkan banyak korban dan orang hilang.

Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak langsung mempercayai foto atau video yang dikaitkan dengan suatu bencana tanpa memeriksa asal-usulnya.

Kesimpulannya, foto yang memperlihatkan batu berpola spiral tersebut bukan bukti ditemukannya Shaligram raksasa setelah banjir Nepal. Objek itu merupakan patung Shaligram yang telah dibuat sebelumnya di Jomsom, Nepal.

Loading

Leave a Reply