Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
DEPOK, BERITANOW.COM — Wali Kota Depok Supian Suri mengunjungi kediaman seorang lansia bernama Sri Mandaryati di RT 05 RW 20, Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kamis (8/10/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk melihat langsung kondisi Nenek Sri yang tinggal seorang diri meski memiliki tujuh anak, 20 cucu, dan 16 cicit.
Meski memiliki keterbatasan penglihatan atau tunanetra, Nenek Sri tetap menjalani kesehariannya dengan penuh keteguhan. Ia bahkan tetap tekun mengaji menggunakan Al-Qur'an Braille di tengah kondisi rumah yang kerap bocor.
Keluhan Atap Bocor Disampaikan Langsung
Dalam kunjungan tersebut, Supian Suri sempat memuji kebersihan rumah Nenek Sri. Lurah Baktijaya, Rezky Desa Ismayawati, menjelaskan bahwa kondisi rumah sang nenek memang terawat dan bersih. Namun, di balik kondisi yang terjaga, terdapat persoalan yang membutuhkan perhatian pada bagian atap.
Ketika Supian memberikan pujian, Nenek Sri menyampaikan bahwa atap rumahnya kerap bocor. Mendengar keluhan itu, Wali Kota Depok langsung menyatakan kesediaannya untuk membantu memperbaiki bagian rumah yang mengalami kebocoran.
"Tidak perlu tunggu Bu Lurah, biar saya saja Emak yang benerin," tegas Supian Suri.
Ucapan tersebut menjadi momen mengharukan dalam kunjungan itu. Nenek Sri tak mampu menyembunyikan rasa harunya atas perhatian yang diberikan kepadanya.
"Alhamdulillah, saya tidak bisa membalas kebaikan Bapak dan Ibu, biar Allah SWT yang membalas," tuturnya penuh syukur.
Laporan Langsung dari Lurah
Lurah Baktijaya, Rezky Desa Ismayawati, mengungkapkan bahwa dirinya telah melaporkan secara langsung kondisi Nenek Sri kepada Wali Kota Depok. Setelah menerima laporan tersebut, Supian Suri menyempatkan diri datang ke Baktijaya untuk melihat langsung keadaan sang nenek.
"Dalam rangka kepedulian terhadap lansia dan juga sekaligus penyandang disabilitas bahwasanya memang lansia Nenek Sri itu butuh sekali perhatian," jelas Rezky.
Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan bagian dari perhatian pemerintah terhadap warga lanjut usia, khususnya mereka yang juga merupakan penyandang disabilitas. Rezky menambahkan bahwa Wali Kota Depok memiliki jiwa sosial yang tinggi dalam merespons kondisi warganya.
Program RTLH dan Target 1.800 Rumah per Tahun
Dalam kunjungan itu, Supian Suri juga menyinggung program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tengah diupayakan Pemkot Depok. Ia mengungkapkan pemerintah kota menargetkan penanganan sekitar 1.800 RTLH setiap tahunnya.
"Kalau RTLH ini kan yang berbasis rencana, ini kurang lebih satu per tahun itu hampir 1.800-an ya yang kita usahakan," ujar Supian, seperti dikutip Indoraya Today.
Namun, Supian mengakui jumlah tersebut belum mencakup seluruh rumah warga yang membutuhkan perbaikan. Sejumlah rumah belum terakomodasi dalam perencanaan anggaran karena berbagai kendala, termasuk persyaratan administrasi yang harus dipenuhi calon penerima bantuan.
"Tapi memang di luar itu kan masih banyak yang tidak terusulkan dalam mekanisme anggaran dengan latar belakang macam-macam," katanya.
Selain APBD, Pemkot Depok juga memperoleh dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui program Rutilahu serta Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Bantuan perbaikan rumah juga datang dari Yayasan Budha Tzu Chi yang mengalokasikan untuk 500 RTLH.
Komitmen untuk Lansia dan Disabilitas
Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa perhatian terhadap warga lansia dan penyandang disabilitas perlu diwujudkan melalui kepedulian nyata terhadap kebutuhan mereka. Perbaikan atap rumah menjadi salah satu perhatian setelah Nenek Sri menyampaikan keluhannya secara langsung.
Pemerintah Kota Depok berkomitmen untuk terus mengupayakan bantuan lanjutan agar kondisi kehidupan dan tempat tinggal Nenek Sri dapat semakin membaik. Tindak lanjut tersebut diharapkan dapat menghadirkan tempat tinggal yang lebih nyaman dan aman bagi Nenek Sri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.(*)
Informasi ini dihimpun BeritaNow dari berbagai sumber.