Senin, 12 Oktober 2026
Breaking News
Media Sosial

Viral Penghulu Marahi Fotografer Saat Akad Nikah di Mojokerto, Berujung Permintaan Maaf

Tajusa, M. | | 3 mnt baca
Viral Penghulu Marahi Fotografer Saat Akad Nikah di Mojokerto, Berujung Permintaan Maaf
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

MOJOKERTO, BERITANOW.COM – Video yang memperlihatkan perselisihan antara Penghulu Marahi Fotografer dalam prosesi akad nikah di Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, menjadi perhatian warganet. Rekaman tersebut ramai diperbincangkan di media sosial pada Sabtu (10/10/2026) dan memunculkan beragam tanggapan dari pengguna internet.

Peristiwa yang melibatkan penghulu dan fotografer pernikahan itu bermula ketika prosesi akad nikah telah selesai. Dalam video yang beredar, fotografer menyampaikan permintaan dari pihak pengantin perempuan agar pengantin dapat keluar sejenak setelah rangkaian akad nikah dilaksanakan.

Namun, permintaan tersebut justru memicu perdebatan. Penghulu yang bertugas memimpin prosesi pernikahan terlihat tidak sependapat dengan fotografer tersebut. Ia menilai bahwa pihak fotografer maupun perias tidak semestinya mengatur pelaksanaan prosedur yang menjadi kewenangan petugas.

Dalam rekaman yang tersebar di media sosial, ketegangan terjadi di hadapan sejumlah tamu undangan. Penghulu tersebut menyampaikan teguran secara langsung ketika fotografer mengutarakan permintaan terkait pergerakan pengantin setelah akad nikah selesai.

Penghulu itu menekankan bahwa pelaksanaan pernikahan perlu mengikuti tata cara yang berlaku. Ia kemudian melontarkan pernyataan yang menjadi sorotan dalam video tersebut.

“Tukang foto dan rias ojok ngatur pemerintah,” demikian ucapan penghulu yang identitasnya belum diketahui secara pasti dalam potongan rekaman yang beredar.

Ucapan tersebut kemudian menjadi salah satu bagian yang banyak diperhatikan warganet. Potongan video itu menyebar melalui berbagai platform media sosial, termasuk TikTok, Facebook, dan Instagram.

Seiring dengan meluasnya penyebaran rekaman, pengguna media sosial memberikan beragam komentar mengenai kejadian tersebut. Perhatian warganet terutama tertuju pada perdebatan yang berlangsung di tengah acara pernikahan serta cara penghulu menyampaikan tegurannya.

Meski demikian, rekaman yang beredar merupakan potongan video. Oleh karena itu, kronologi lengkap dan konteks percakapan sebelum maupun sesudah kejadian masih perlu dipastikan berdasarkan informasi yang lebih utuh.

Penghulu Sampaikan Permintaan Maaf

Setelah video tersebut ramai diperbincangkan dan menuai kritik, pria yang diketahui bertugas sebagai penghulu itu akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Arwani.

Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui sebuah rekaman video. Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan penyesalan atas kejadian yang telah berlangsung dan menyatakan bahwa peristiwa itu dapat menjadi bahan evaluasi bagi dirinya.

Ia juga berharap insiden tersebut menjadi pembelajaran untuk memperbaiki sikap serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat pada masa mendatang.

Pernyataan tersebut menjadi perkembangan lanjutan dari video perselisihan yang sebelumnya menyebar luas di media sosial. Permohonan maaf itu sekaligus menunjukkan adanya upaya untuk menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan introspeksi.

Peristiwa penghulu yang menegur fotografer saat akad nikah ini turut memunculkan pembahasan mengenai komunikasi antara petugas dan pihak lain yang terlibat dalam acara pernikahan.

Dalam sebuah prosesi pernikahan, penghulu, fotografer, perias, keluarga, dan pengantin memiliki peran masing-masing. Koordinasi yang baik diperlukan agar rangkaian acara berjalan tertib dan kebutuhan pengantin dapat dikomunikasikan dengan jelas.

Di sisi lain, pelaksanaan prosedur pernikahan tetap perlu diperhatikan oleh pihak-pihak yang terlibat. Perbedaan pendapat mengenai teknis acara sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi yang baik agar tidak berkembang menjadi perselisihan di hadapan tamu undangan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa cara menyampaikan teguran dan menangani perbedaan pendapat merupakan bagian penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Komentar (0)