Kamis, 29 Oktober 2026
Breaking News
Internasional

Toblerone Gugat Cokelat Vegan, Gara-Gara Benjolan!

Riskal Arief | | 3 mnt baca
Toblerone Gugat Cokelat Vegan, Gara-Gara Benjolan!
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

LONDON, BeritaNow.com — Siapa sangka bentuk sebatang cokelat bisa membuat dua perusahaan bertemu di pengadilan? Raksasa makanan Mondelēz, pemilik Toblerone, menggugat produsen cokelat vegan asal Inggris, Catherine’s Originals, karena menganggap desain produknya terlalu menyerupai cokelat legendaris asal Swiss tersebut. Perselisihan ini mengubah urusan camilan manis menjadi pertarungan hukum antara perusahaan global dan bisnis kecil yang dirintis seorang perempuan muda.

Gugatan diajukan ke Pengadilan Tinggi London dengan tuduhan pelanggaran merek dagang dan passing off, yakni dugaan penggunaan tampilan produk yang dapat menyesatkan konsumen mengenai asal barang. Mondelēz mempersoalkan bentuk cokelat O’bar yang diproduksi Catherine’s Originals. Cokelat tersebut terdiri atas potongan tebal dengan tonjolan membulat, berbeda dari puncak segitiga runcing khas Toblerone.

Namun, Catherine’s Originals menolak tuduhan tersebut. Perusahaan menyatakan desain O’bar memiliki identitas sendiri dan tidak dimaksudkan meniru produk pesaing. Dengan demikian, perkara ini masih berupa sengketa hukum, bukan putusan bahwa perusahaan kecil tersebut telah melakukan pelanggaran.

Usaha Kecil Melawan Pemilik Merek Dunia
Catherine’s Originals didirikan Catherine Dodd pada 2021 ketika dirinya masih berusia remaja. Perusahaan yang berbasis di Walberton, Sussex, itu memproduksi cokelat vegan dan memasarkannya melalui internet, pasar lokal, serta layanan berlangganan. Kini, bisnis yang dibangunnya sejak muda harus menghadapi gugatan dari salah satu perusahaan makanan terbesar di dunia.

Dodd menjelaskan bahwa bentuk O’bar mengambil inspirasi dari huruf O pada kata Originals. Ia mengaku menghadapi situasi yang menakutkan sebagai pemilik usaha kecil, tetapi tetap bertekad mempertahankan produk yang telah dikembangkannya. Penasihat hukum perusahaan, Stephen Lowry dari Brandsmiths, juga menyatakan bahwa O’bar mempunyai rancangan dan identitas tersendiri.

Bagi Catherine, persoalannya bukan sekadar mengubah bentuk cokelat agar berbeda dari produk lain. Gugatan tersebut turut menyangkut identitas merek yang dibangun sejak awal usahanya. Namun, belum diketahui besarnya biaya hukum maupun dampak finansial perkara tersebut terhadap kelangsungan perusahaan.

Cokelat Mahal, Bentuk Dipersoalkan
Ada sisi menarik dari produk yang kini menjadi bahan sengketa. O’bar dijual seharga 9,20 pound sterling untuk beberapa varian, sementara rasa tertentu seperti pumpkin spice dan cinnamon swirl mencapai 10,55 pound sterling. Sebagai pembanding, Toblerone susu standar dalam laporan The Guardian dijual sekitar 2,50 pound sterling di Inggris.

Perbandingan harga tersebut menunjukkan bahwa kedua produk tidak sepenuhnya menyasar pengalaman konsumsi yang sama. O’bar dipasarkan sebagai cokelat vegan dengan sejumlah pilihan rasa, sedangkan Toblerone dikenal melalui kombinasi cokelat dan nougat madu-almond. Meski begitu, perbedaan bahan, harga, dan konsumen sasaran belum otomatis menggugurkan persoalan kemiripan desain yang diperdebatkan.

Mondelēz menyatakan bentuk khas Toblerone telah menjadi bagian dari identitas mereknya sejak 1929. Perusahaan mengaku telah berusaha menyelesaikan persoalan secara langsung selama beberapa bulan, tetapi tidak mencapai kesepakatan. Karena itulah sengketa akhirnya dibawa ke jalur hukum.

Ternyata Bukan Pertama Kali Toblerone Ribut Soal Bentuk
Toblerone sebelumnya pernah berselisih dengan jaringan toko Poundland di Inggris pada 2017. Ketika itu, Poundland hendak menjual cokelat bernama Twin Peaks yang memiliki dua tonjolan pada setiap segmennya. Rencana peluncuran produk tersebut tertunda setelah pemilik Toblerone mempersoalkan kemiripan desainnya.

Perselisihan tersebut akhirnya diselesaikan melalui kesepakatan. Poundland mengubah desain kemasan dan bentuk cokelatnya sebelum melanjutkan pemasaran Twin Peaks. Kasus lama itu menunjukkan bahwa perlindungan bentuk produk telah menjadi perhatian Mondelēz selama bertahun-tahun.

Kini pertanyaan serupa kembali muncul melalui O’bar. Mondelēz ingin mempertahankan ciri visual produknya, sementara Catherine’s Originals berusaha membuktikan bahwa cokelatnya mempunyai karakter berbeda. Bagi konsumen, persoalannya mungkin terdengar menggelitik: cokelat biasanya diperdebatkan karena rasa, tetapi kali ini bentuk tonjolannya yang harus dipertanggungjawabkan di pengadilan.(*)

Komentar (0)