Jumat, 30 Oktober 2026
Breaking News
Daerah

TNI AU Sebar 42 Ton Garam di Sumsel untuk Ciptakan Hujan Buatan

Tajusa, M. | | 3 mnt baca
TNI AU Sebar 42 Ton Garam di Sumsel untuk Ciptakan Hujan Buatan
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

SUMATERA SELATAN, BERITANOW.COM – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan terus dilakukan melalui berbagai langkah, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi modifikasi cuaca. TNI Angkatan Udara (TNI AU) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan operasi penyemaian awan dengan menggunakan puluhan ton garam untuk membantu menciptakan hujan buatan.

Dalam operasi tersebut, sebanyak 42 ton garam telah disebarkan ke atmosfer wilayah Sumatera Selatan pada Kamis. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mempercepat proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah kawasan.

Informasi mengenai kegiatan tersebut disampaikan melalui siaran pers TNI AU yang diterima di Jakarta. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dilaksanakan dengan melibatkan pesawat angkut milik TNI AU serta dua pesawat yang dioperasikan oleh BNPB.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau), Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi, menjelaskan bahwa salah satu pesawat yang digunakan dalam kegiatan penyemaian awan adalah C-130 Hercules dari Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.

TNI AU Kerahkan Pesawat Hercules untuk Penyemaian Awan
Pelaksanaan operasi modifikasi cuaca diawali dengan keberangkatan pesawat dari Pangkalan Udara Sri Mulyono Herlambang di Palembang, Sumatera Selatan.

Setelah lepas landas, pesawat kemudian menuju wilayah udara yang menjadi sasaran operasi, khususnya kawasan yang mengalami kebakaran hutan dan lahan. Ketika mencapai lokasi yang telah ditentukan, awak pesawat melakukan proses penyemaian menggunakan perangkat khusus untuk menyebarkan bahan semai berupa garam.

Material tersebut digunakan dalam proses pembentukan hujan buatan dengan memanfaatkan kondisi awan yang tersedia di atmosfer. Penyemaian awan diharapkan dapat membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan sehingga kondisi lahan yang terdampak kebakaran menjadi lebih basah.

Keterlibatan pesawat Hercules milik TNI AU bersama armada BNPB menjadi bagian dari koordinasi lintas instansi dalam mendukung penanganan karhutla di wilayah Sumatera Selatan.

Operasi Modifikasi Cuaca Mulai Menghasilkan Hujan
Feri Yunaldi menyampaikan bahwa kegiatan modifikasi cuaca bukan baru dilaksanakan pada Kamis. Menurut keterangannya, TNI AU telah menjalankan operasi tersebut sejak beberapa hari sebelumnya.

Upaya penyemaian awan itu dilaporkan mulai memberikan hasil. Hujan telah turun di Kota Palembang dan sejumlah wilayah lain di Sumatera Selatan dalam beberapa hari terakhir.

Turunnya hujan di beberapa kawasan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi kondisi kering yang berpotensi memperparah kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, curah hujan juga diharapkan mendukung pekerjaan petugas yang berada di lapangan untuk menangani titik-titik kebakaran.

Meski demikian, operasi modifikasi cuaca tetap perlu dilanjutkan untuk mendukung penanganan karhutla secara menyeluruh.

TNI AU Lanjutkan Upaya Pemadaman Karhutla di Sumsel
TNI AU memastikan kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca akan terus dilaksanakan sesuai kebutuhan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan.

Keberlanjutan operasi tersebut ditujukan untuk membantu menurunkan potensi kebakaran dan mendorong agar titik-titik api yang masih aktif dapat segera dipadamkan.

Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari unsur TNI, BNPB, pemerintah daerah, hingga petugas pemadam di lapangan. Dukungan kondisi cuaca, khususnya turunnya hujan, menjadi salah satu faktor yang diharapkan dapat membantu proses penanggulangan kebakaran.

Melalui penyemaian 42 ton garam tersebut, operasi modifikasi cuaca diharapkan memberikan dukungan terhadap upaya pengendalian karhutla sekaligus mengurangi dampak kebakaran hutan dan lahan bagi masyarakat serta lingkungan di Sumatera Selatan. (*)

Komentar (0)