Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
KOREA SELATAN, BERITANOW.COM - Samsung Electronics menghadapi sanksi denda di Korea Selatan setelah otoritas persaingan usaha setempat menilai perusahaan tersebut tidak menyampaikan informasi penting mengenai pembatasan performa gaming pada sejumlah perangkat Galaxy. Produk yang menjadi perhatian dalam perkara ini meliputi seri Galaxy S21, Galaxy S22, serta tablet Galaxy Tab S8.
Mengutip laporan GSM Arena pada 28 Oktober 2026, persoalan tersebut berkaitan dengan promosi Samsung yang menonjolkan kemampuan perangkat dalam menghadirkan pengalaman bermain game berkualitas tinggi. Namun, menurut hasil pemeriksaan Komisi Perdagangan Adil Korea Selatan atau Korea Fair Trade Commission (KFTC), iklan tersebut tidak menjelaskan secara memadai bahwa sistem bawaan tertentu dapat membatasi kinerja perangkat ketika menjalankan sejumlah game dengan kebutuhan grafis tinggi.
Dalam keputusan yang diumumkan pada 27 Oktober 2026, otoritas Korea Selatan menetapkan tindakan korektif dan denda sekitar 20 miliar won Korea Selatan. Nilai tersebut setara dengan sekitar US$15 juta atau kurang lebih Rp200 miliar, bergantung pada kurs yang digunakan. Besaran dalam rupiah merupakan perkiraan konversi, bukan nilai resmi yang ditetapkan otoritas Korea Selatan.
Penyebab Samsung Didenda di Korea Selatan
Perkara ini berawal dari materi promosi perangkat Samsung yang menonjolkan kemampuan gaming, respons sentuhan, dan kelancaran tampilan layar. Menurut KFTC, materi iklan yang ditayangkan pada periode 15 Januari 2021 hingga 21 Maret 2022 tidak mengungkapkan secara jelas pembatasan performa yang diterapkan ketika aplikasi game tertentu dijalankan.
Otoritas tersebut menilai informasi mengenai batas kinerja perangkat merupakan hal penting bagi calon pembeli. Konsumen yang memilih smartphone kelas premium dengan mempertimbangkan kemampuan bermain game perlu mengetahui apabila terdapat fitur bawaan yang dapat memengaruhi performa saat perangkat menjalankan aplikasi tertentu.
KFTC berpandangan bahwa tidak diungkapkannya informasi tersebut berpotensi membuat konsumen memperoleh gambaran yang kurang tepat mengenai kemampuan perangkat. Atas dasar itu, praktik pemasaran Samsung dinilai melanggar ketentuan mengenai iklan yang menyesatkan di Korea Selatan. <Cite refs={["turn313723search2","turn313723search3"]}/>
Mengenal Fitur Game Optimizing Service atau GOS
Fitur yang menjadi pusat perhatian dalam perkara ini adalah Game Optimizing Service (GOS). Sistem tersebut merupakan bagian dari pengelolaan perangkat yang berkaitan dengan penggunaan game, termasuk pengaturan kinerja dan pengendalian panas.
Dalam kasus yang diperiksa, KFTC menyoroti kebijakan GOS tertentu yang secara otomatis membatasi kinerja maksimum prosesor atau CPU serta pengolah grafis atau GPU ketika game dengan kebutuhan sumber daya tinggi mulai dijalankan.
Pembatasan tersebut dapat memengaruhi pengalaman bermain, terutama ketika game membutuhkan kemampuan pemrosesan tinggi. Dampaknya bisa berupa tampilan yang tersendat, keterlambatan respons, hingga berkurangnya kualitas grafis pada kondisi tertentu.
Menurut penjelasan otoritas Korea Selatan, pembatasan dalam kebijakan yang dipermasalahkan tidak semata-mata bergantung pada kondisi suhu perangkat. Batas performa tertentu telah ditetapkan untuk aplikasi yang masuk dalam kebijakan tersebut.
Sejumlah pengguna sebelumnya juga menyampaikan keluhan mengenai pengalaman bermain game pada perangkat yang terdampak. Keluhan tersebut kemudian ikut menjadi perhatian dalam pembahasan mengenai transparansi informasi yang diberikan kepada konsumen.
Samsung Telah Merilis Pembaruan Perangkat Lunak
Menanggapi persoalan GOS, Samsung sebelumnya merilis pembaruan perangkat lunak pada Maret 2022. Pembaruan tersebut memberikan pilihan pengaturan yang memungkinkan pengguna mengubah pembatasan performa tertentu pada perangkat yang terdampak.
Samsung menjelaskan bahwa pengelolaan kinerja dan suhu merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas perangkat, terutama ketika smartphone digunakan untuk bermain game dalam waktu lama. Pengaturan semacam ini juga berkaitan dengan kebutuhan mengelola panas yang dihasilkan oleh komponen perangkat selama menjalankan aplikasi berat.
Meski demikian, pokok persoalan yang dinilai oleh otoritas bukan sekadar keberadaan fitur pengelolaan suhu. Perhatian utama terletak pada tidak disampaikannya informasi yang dinilai penting mengenai pembatasan kinerja dalam materi pemasaran.
KFTC menyatakan bahwa konsumen perlu memperoleh penjelasan yang memadai apabila fitur tertentu dapat memengaruhi kemampuan produk yang ditonjolkan dalam iklan. Dengan demikian, calon pembeli dapat mempertimbangkan kelebihan dan keterbatasan perangkat sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian.
Samsung Berencana Mengajukan Banding
Samsung tidak sependapat dengan keputusan tersebut dan menyatakan akan menempuh jalur hukum untuk menyampaikan keberatannya. Perusahaan menilai persoalan GOS telah ditangani melalui pembaruan perangkat lunak yang dirilis pada 2022.
Samsung juga mempertahankan pandangannya bahwa GOS merupakan fitur pengelolaan perangkat yang dirancang untuk membantu menjaga kestabilan selama penggunaan game dalam durasi panjang.
Perbedaan pandangan ini memperlihatkan bahwa persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis perangkat, tetapi juga menyangkut cara produsen menjelaskan kemampuan produk kepada konsumen.
Adapun sejumlah perkara lain yang berkaitan dengan GOS, baik di Korea Selatan maupun di negara lain, dilaporkan telah berakhir atau ditarik. Namun, perkembangan perkara-perkara tersebut tidak serta-merta menghapus keputusan terbaru yang diumumkan oleh otoritas persaingan usaha Korea Selatan.
Transparansi Iklan Smartphone Menjadi Perhatian
Kasus Samsung ini menjadi pengingat bagi produsen teknologi mengenai pentingnya menyampaikan informasi produk secara jelas dan seimbang. Klaim tentang performa tinggi, kemampuan gaming, atau respons layar sebaiknya disertai keterangan yang relevan apabila terdapat batasan yang dapat memengaruhi pengalaman pengguna.
Bagi konsumen, memahami spesifikasi perangkat tidak cukup hanya dengan melihat kecepatan prosesor, kapasitas memori, atau kemampuan grafis. Fitur pengelolaan suhu, kebijakan performa, dan dukungan perangkat lunak juga dapat memengaruhi pengalaman penggunaan sehari-hari.
Sementara itu, produsen perlu memastikan bahwa informasi dalam materi promosi tidak hanya menonjolkan keunggulan produk, tetapi juga menjelaskan keterbatasan penting yang relevan bagi keputusan pembelian.
Keputusan terhadap Samsung di Korea Selatan pun menambah perhatian terhadap perlindungan konsumen di industri smartphone, khususnya terkait kejelasan informasi mengenai performa perangkat. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada proses hukum yang ditempuh perusahaan serta tindak lanjut dari otoritas terkait. (*)