Gabung Di Kanal Whatsapp KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM – Prediksi IHSG Selasa 22 September 2026 masih menunjukkan risiko koreksi, setelah indeks ditutup melemah 0,88 persen pada perdagangan Senin. IHSG turun 56,43 poin ke level 6.384,73. Indeks sempat dibuka menguat, tetapi kemudian berbalik ke zona merah dan bergerak di bawah level penutupan akhir pekan sebelumnya.
Tekanan tersebut terjadi di tengah aksi jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar serta sikap investor yang cenderung menunggu kepastian arah kebijakan Bank Indonesia.
Analis memperkirakan IHSG masih menghadapi tekanan pada perdagangan Selasa. Salah satu proyeksi menempatkan level support di sekitar 6.370 dan resistance pada 6.406. Analis lain memperkirakan IHSG memiliki support pada rentang 6.300–6.350, sedangkan resistance berada di area 6.500–6.580. Proyeksi tersebut menunjukkan adanya ruang pelemahan apabila indeks gagal bertahan di atas area support.
Level 6.370 menjadi perhatian penting karena berada dekat dengan posisi IHSG setelah penutupan Senin. Jika level tersebut mampu dipertahankan, indeks masih berpeluang mengalami technical rebound. Sebaliknya, penembusan support dengan tekanan jual dan volume transaksi yang meningkat dapat membuka ruang koreksi menuju area 6.200–6.279.
Pasar Menunggu Keputusan BI
Sentimen utama pada perdagangan Selasa dan Rabu adalah Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang berlangsung pada 22–23 September 2026.
Konsensus ekonom memperkirakan BI mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen. Namun, investor tidak hanya mencermati keputusan suku bunga, tetapi juga pernyataan BI mengenai rupiah, inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta arah kebijakan berikutnya.
Jika BI mempertahankan suku bunga dan memberikan sinyal yang mendukung stabilitas rupiah serta pertumbuhan ekonomi, pasar berpeluang merespons positif. Namun, jika pernyataan BI dianggap kurang mendukung atau rupiah kembali mendapat tekanan, investor dapat tetap bersikap defensif.
Aksi Asing dan Rupiah
Tekanan IHSG juga dipengaruhi oleh arus dana asing. Pada pekan sebelumnya, investor asing mencatatkan net sell sekitar Rp1,79 triliun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa investor global masih berhati-hati terhadap aset Indonesia.
Pergerakan rupiah terhadap dolar AS juga akan menjadi faktor penting. Pelemahan rupiah dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap emiten yang memiliki kewajiban dalam valuta asing.
Di sisi lain, emiten berorientasi ekspor dan sejumlah saham berbasis komoditas masih dapat menjadi perhatian apabila harga komoditas tetap kuat. Investor perlu mencermati saham perbankan, energi, dan saham berkapitalisasi besar karena pergerakannya dapat memengaruhi arah IHSG secara signifikan.
Skenario Perdagangan Selasa
Dalam skenario positif, IHSG berpeluang menguat terbatas jika indeks bertahan di atas 6.370, rupiah stabil, dan tekanan jual asing mulai berkurang. Dalam kondisi tersebut, area 6.500–6.580 dapat menjadi target resistance berikutnya.
Skenario netral terjadi jika investor memilih menunggu hasil RDG BI. IHSG kemungkinan bergerak dalam rentang terbatas dengan transaksi yang lebih selektif.
Sementara itu, skenario negatif dapat terjadi apabila IHSG menembus level 6.370, rupiah melemah, dan aksi jual kembali menekan saham perbankan maupun energi. Dengan kondisi tersebut, IHSG berisiko menguji area 6.300–6.350 terlebih dahulu sebelum melanjutkan pelemahan menuju support yang lebih rendah.
Saham yang Dicermati
Sejumlah analis mencermati beberapa saham untuk perdagangan Selasa, antara lain BBNI, DEWA, dan HRTA. Rentang harga yang dipantau analis untuk BBNI berada di Rp3.720–Rp3.880, DEWA Rp396–Rp434, dan HRTA Rp2.250–Rp2.380.
Saham-saham tersebut tetap perlu dianalisis berdasarkan likuiditas, volume, tren harga, serta risiko masing-masing. Daftar saham dari analis bukan jaminan kenaikan dan bukan rekomendasi investasi otomatis.
Pergerakan IHSG pada Selasa akan menjadi penting karena berlangsung bersamaan dengan hari pertama RDG BI. Investor kemungkinan mengambil posisi secara hati-hati hingga keputusan suku bunga dan pernyataan bank sentral tersedia.
Prediksi ini bersifat analisis berdasarkan data penutupan Senin dan proyeksi analis. Pergerakan aktual IHSG dapat berubah akibat sentimen global, nilai tukar, harga komoditas, serta berita ekonomi terbaru.(*)
Artikel ini bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Keputusan investasi perlu disesuaikan dengan profil risiko dan pertimbangan masing-masing investor.