Pembukaan Pasar 12 Oktober 2026: IHSG Naik, Emas dan Minyak Bergerak
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM – Pembukaan pasar 12 Oktober 2026 menunjukkan IHSG membuka perdagangan Senin di zona hijau. Indeks Harga Saham Gabungan naik 15,56 poin atau 0,26 persen ke level 6.109,32 pada pembukaan.
Penguatan berlanjut pada menit-menit awal. Hingga pukul 09.00 WIB, IHSG naik 22,40 poin atau 0,47 persen ke 6.122,29, sebelum sempat mencapai level tertinggi 6.128,09.
Meski demikian, pergerakan pasar masih berubah-ubah. IHSG sempat berbalik melemah ke area 6.086–6.088, menandakan investor masih mengambil posisi secara selektif di awal pekan.
Saham Komoditas Memimpin
Saham komoditas menjadi penggerak utama penguatan pada pembukaan. Saham Aneka Tambang (ANTM), Amman Mineral Internasional (AMMN), dan Bumi Resources (BUMI) tercatat menguat di awal sesi.
AMMN, MDKA, dan PTBA masuk dalam daftar top gainers LQ45 pada pembukaan. Penguatan tersebut menunjukkan minat investor kembali tertuju pada saham tambang, energi, dan barang baku.
Sektor barang baku naik 1,04 persen, sektor perindustrian naik 0,72 persen, dan sektor energi menguat 0,54 persen. Tiga sektor tersebut menjadi penggerak utama kenaikan IHSG pada awal perdagangan.
Saham unggulan juga bergerak positif. Indeks LQ45 naik 1,58 poin atau 0,26 persen ke level 603,25, menunjukkan penguatan tidak hanya terjadi pada saham komoditas.
Rupiah dan Sentimen Global
Rupiah dibuka relatif stabil dengan apresiasi tipis 0,09 persen ke level Rp17.899 per dolar AS. Stabilitas nilai tukar memberikan ruang bagi saham perbankan berkapitalisasi besar dan perusahaan berbasis impor.
Bursa Asia membuka perdagangan dengan arah yang bervariasi. Investor masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah dan prospek musim laporan keuangan kuartal III-2026.
Sentimen global tetap menjadi faktor penting bagi pasar Indonesia. Investor memantau data ekonomi Amerika Serikat, pergerakan yield Treasury, serta arus dana asing ke pasar berkembang.
Rupiah yang stabil dapat membantu menjaga minat investor terhadap aset domestik. Namun, pelemahan nilai tukar tetap berisiko menekan sentimen, terutama jika dolar AS kembali menguat.
Komoditas: Emas Naik, Minyak Volatil
Harga emas lokal naik Rp2.000 menjadi Rp2.594.000 per gram pada Senin. Kenaikan tersebut tercatat sebesar 0,08 persen dibandingkan harga sebelumnya.
Di pasar global, emas menguat 1,47 persen ke US$4.193,9 per troy ounce. Kenaikan tersebut mencerminkan minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah volatilitas geopolitik dan ketidakpastian pasar.
Harga minyak dunia masih bergerak volatil. WTI sempat turun ke US$88,28 per barel pada Rabu sebelum naik ke US$91,66 per barel pada Jumat akibat risiko gangguan pasokan di Selat Hormuz dan badai di Teluk Meksiko.
Batu bara Newcastle tercatat terkoreksi ke US$148,85 per ton. Pergerakan tersebut menunjukkan komoditas energi masih dipengaruhi oleh faktor pasokan, cuaca, dan ekspektasi permintaan global.
Proyeksi Sesi Hari Ini
IHSG diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas selama mampu mempertahankan level 6.000. Area tersebut tetap menjadi batas psikologis yang menentukan keberlanjutan rebound.
MNC Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguji area gap di 6.227–6.231 apabila momentum penguatan bertahan. Di sisi lain, support jangka pendek berada di sekitar 5.973.
Investor perlu memantau pergerakan rupiah, harga minyak, dan arus dana asing. Ketiga faktor tersebut dapat menentukan apakah penguatan awal pekan mampu bertahan hingga penutupan.
Saham komoditas, energi, dan perbankan kemungkinan tetap menjadi penentu arah indeks. Pergerakan saham berbobot besar tersebut akan sangat memengaruhi pergerakan IHSG secara keseluruhan.(*)
Artikel ini bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Keputusan investasi perlu disesuaikan dengan profil risiko dan analisis masing-masing investor.