Mesin Pesawat Garuda Terbakar Saat Terbangkan 450 Jemaah Haji ke Saudi

Pesawat Garuda Indonesia yang mengangkut 450 calon jemaah haji (CJH) Embarkasi Makassar gagal berangkat ke Arab Saudi usai salah satu mesin mengeluarkan percikan api saat mengudara. Pesawat terpaksa kembali ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Insiden itu terjadi dalam penerbangan 450 CJH Embarkasi Makassar yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) V pada Rabu (15/5) sore. Akibat insiden tersebut, penerbangan sempat tertunda hingga malam hari sampai pesawat pengganti tersedia.

Berikut fakta-fakta percikan api di mesin pesawat Garuda saat mengangkut 450 CJH Embarkasi Makassar:

1. Mesin Pesawat Keluarkan Percikan Api

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan pesawat mengalami masalah pada salah satu mesinnya hingga mengeluarkan percikan api. Pilot in Command (PIC) kemudian memutuskan agar pesawat kembali mendarat.

“Keputusan RTB (Return to Base) tersebut diambil oleh Pilot in Command (PIC) segera setelah pesawat lepas landas dengan mempertimbangkan kondisi kendala engine pesawat yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, setelah diketahui adanya percikan api pada salah satu engine,” kata Irfan Setiaputra dalam keterangannya, Rabu (15/5).

Irfan menjelaskan mesin pesawat yang mengeluarkan percikan api itu mengharuskan pesawat kembali mendarat. Upaya itu dilakukan untuk menjalani pengecekan terhadap kondisi armada pesawat.

“Atas kondisi itu, engine pesawat diharuskan menjalani prosedur pengecekan secara menyeluruh sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan armada untuk dapat kembali beroperasi,” lanjut Irfan.

2. Garuda Siapkan Armada Pengganti

Irfan memastikan pesawat dengan nomor penerbangan GA-1105 rute Makassar-Madinah itu mendarat dengan selamat di Bandara Sultan Hasanuddin. Dia menyebut pihaknya langsung mengupayakan armada pengganti untuk keberangkatan para jemaah.

Baca Juga:   Kejadian Lucu, 2 Bule Nyasar Kondangan di Kulon Progo Karena Salah Sangka Dikira Rumah Makan

“Lebih lanjut, seluruh penumpang pesawat tiba di bandara dalam keadaan selamat dan baik, dan akan kembali diberangkatkan secepatnya mengacu pada kesiapan pesawat pengganti. Proses pendampingan jemaah menuju asrama turut melibatkan stakeholder kebandarudaraan terkait guna memastikan aspek keselamatan dan kenyamanan para penumpang terjaga dengan baik,” paparnya.

Atas insiden tersebut, Irfan menyampaikan permintaan maaf terhadap seluruh penumpang. Dia mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pemberangkatan pengganti itu.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi kepada seluruh Jemaah Haji pada penerbangan tersebut dan juga Kementerian Agama RI selaku penyelenggara haji,” ucapnya.

3. Jemaah Sempat Dipulangkan ke Asrama Haji

Kabid Pemberangkatan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel Ikbal Ismail mengatakan, setelah pesawat kembali mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin, para jemaah diantar kembali ke Asrama Haji Sudiang. Jemaah menunggu di Asrama Haji sambil menunggu penjadwalan ulang penerbangan.

“(Jemaah gagal terbang) Sudah kembali. Sudah masuk asrama,” kata Kabid Pemberangkatan Haji dan Umrah Kemenag Sulsel Ikbal Ismail.

Para jemaah kemudian kembali diberangkatkan menggunakan pesawat pengganti pada malam hari menggunakan pesawat pengganti. Mereka diterbangkan menggunakan armada Boeing 747-400 (ER-TVR).

“Garuda Indonesia telah menerbangkan kembali penerbangan haji GA-1105 pada malam ini pukul 22.02 LT dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar setelah sebelumnya sempat melakukan prosedur Return to Base (RTB) pasca-adanya kendala engine pesawat yang memerlukan proses pemeriksaan lebih lanjut,” terang Irfan dalam keterangannya.

Baca Juga:   Viral Foto RM dan V BTS Pas Wamil

“Para penumpang yang merupakan Jemaah Kloter 5 Embarkasi Makassar tersebut akan kembali melanjutkan perjalanannya dengan menggunakan armada Boeing 747-400 (ER-TRV) dan dijadwalkan akan tiba di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah pada esok hari (16/5) pukul 03.40 LT,” imbuhnya.

4. Kronologi Pesawat Kembali Mendarat di Bandara Makassar

Pesawat awalnya lepas landas dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada Rabu (15/5) pukul 15.30 Wita. Tak lama setelah pesawat lepas landas, pihak Angkasa Pura I menerima informasi jika pesawat mengalami kendala teknis.

“Setelah mendapatkan informasi kendala teknis tersebut, Angkasa Pura I beserta stakeholder Emergency Operation Committee segera siaga di bandara,” kata General Manager PT. Angkasa Pura I Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Taochid Purnomo Hadi dalam keterangannya, Rabu (15/5).

Pesawat akhirnya melakukan pendaratan di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada pukul 17.07 Wita. Setelah pesawat mendarat, 450 calon jemaah haji dibawa kembali ke Asrama Haji Sudiang Makassar.

“Pesawat tersebut mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan aman dan selamat. Selanjutnya jemaah haji tersebut langsung dibawa menuju ke Asrama Haji untuk pelayanan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sulawesi Selatan dan Garuda Indonesia,” ucap Taochid.

5. Kemenag Sulsel Pastikan Hak Jemaah Terpenuhi

Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Muh Tonangi memastikan layanan kesehatan terhadap para jemaah yang gagal terbang terpenuhi dengan baik. Pendampingan telah dilakukan sebelum CJH kembali diberangkatkan.

Baca Juga:   Oknum Tukang Ojek di Bromo Minta Maaf Gegara Getok Tarif Ojek Rp400 Ribu Ke Wisatawan

“Saat ini jemaah haji kita yang tadi sudah tiba di Asrama Haji ini sudah kita lakukan, sudah diberikan hak-haknya termasuk pelayanan kesehatan dan pendampingan kesehatan. Mengecek seluruh jamaah haji kita dari aspek kesehatannya melalui dokter klinik yang ada di Asrama Haji,” kata Muh Tonang kepada wartawan, Rabu (15/5).

Tonang mengatakan, petugas Embarkasi Makassar juga membantu agar para CJH dilayani dengan baik saat tiba kembali di Asrama Haji Sudiang dari Bandara Sultan Hasanuddin. Dia juga memastikan konsumsi dan penganan ringan buat mereka selama perjalanan tercukupi.

6. Kesaksian Jemaah Haji Lihat Asap di Mesin Pesawat

Salah seorang jemaah bernama Rosida (51) mengaku melihat asap dari mesin pesawat saat pesawat mengudara. Kondisi itu sempat membuatnya tegang.

“Itu baling-balingnya (mesin pesawat) ada asap. Iya (tadi) saya tegang ini,” kata Rosida kepada saat ditemui wartawan di Asrama Haji Sudiang, Rabu (15/5).

Rosida mengatakan, hal itu ia saksikan kala pesawat sudah berada di udara setelah sekitar setengah jam take off. Kini, dia pun telah merasa lega dapat mendarat setelah pesawat yang ia tumpangi Return to Base (RTB) di Bandara Sultan Hasanuddin.

“Lega mi. Ude’eh itu perkiraan masih setengah jam… Iya (saya lihat saat di atas udara setelah take off). Untung kita masih disayang sama Tuhan,” ungkapnya.

Loading