Mengungkap Modus Penipuan Baru: Pencet ‘Like’ dan ‘Subscribe’

Polisi mengungkap kerugian yang dicapai akibat modus penipuan “Like” dan “Subscribe” di YouTube mencapai jutaan hingga ratusan juta rupiah.

“Kalau kerugian paling rendah itu setahu saya sekitar Rp 3 juta sampai Rp 4 juta. Kalau paling banyak ada yang sampai dengan ratusan juta,” ujar Panit 1 Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Ipda Satrio kepada wartawan, dikutip Senin, 10 Juli 2023.

Ipda Satrio menyebut, kerugian itu merupakan rata-rata perorangan. Namun, terdapat juga korban yang melapor secara berkelompok. “Perorangan (kerugiannya). Ada juga yang kemarin yang saya ini mereka membuat laporan berkelompok, ada yang berkelompok,” katanya.

Baca Juga:   Rincian Formasi CPNS 2023: Berikut Daftar Kementerian dan Lembaga yang Telah Mengumumkan

Satrio menjelaskan bagaimana penipuan ini berlangsung, korban awalnya diberi tugas untuk memberi like dan subscribe ke salah satu akun media sosial yang ditentukan pelaku.

Korban akan mendapatkan komisi langsung setelah memberi like dan subscribe. Namun, kata Satrio, lama-lama tugas yang diberikan meningkat menjadi membeli barang di marketplace.

Pelaku membagikan daftar barang yang harus segera dibayar oleh korban. Semakin mahal harga barangnya, semakin besar komisi yang akan diterima korban. Korban yang selalu mendapatkan komisi dari tugas-tugas sebelumnya menjadi percaya dan terus melakukan tugas tersebut.

Baca Juga:   Viral Aksi Bocah SD di Lampung Tarik Pelaku Jambret Hp Hingga Terjengkang

Oleh sebab itu, Ipda Satrio mengingatkan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaannya agar terhindar dari modus penipuan yang marak terjadi di media sosial.

“Dengan tingginya pengguna internet ini dapat atau membuka peluang kejahatan yang terjadi di dunia maya. Jadi harap waspada,” katanya.

Ipda Satrio pun memberikan tips-tips menghindari bahaya kejahatan siber. Salah satu tipsnya untuk tidak mengklik apapun link atau tautan dari orang yang tidak dikenal.

“Kesimpulannya kita harus waspada bila menerima SMS, kabar dari nomor atau website, link tertentu yang tidak kita kenal,” kata Satrio.

Baca Juga:   Heboh Teror Pemotor Ketuk Kaca Mobil di Surabaya, Minta Duit Paksa

Para pelaku kejahatan siber disebut Satrio kerap beraksi di waktu-waktu tertentu. Karena itu, dia mengimbau agar selalu waspada.

“Pelaku mengirimkan di saat kita lengah secara pikiran. Kita belum fresh, kita membuka hp itu tadi, akhirnya kita ikut saja. Ikuti sumber informasi dari penyelenggara dari tiket dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Loading