Kronologi Ayah Tewas Dianiaya Anak di Boyolali, Pelaku Kabur ke Sungai
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
BOYOLALI, BERITANOW.COM – Peristiwa tragis terjadi di Dukuh Garangan, Desa Garangan, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Seorang pria lanjut usia bernama Subar (80) meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh anak kandungnya sendiri, Joko Slamet, pada Sabtu (31/10/2026) pagi.
Kasus ayah tewas dianiaya anak di boyolali mengundang perhatian warga setelah korban sempat terdengar berteriak meminta pertolongan sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Sementara itu, terduga pelaku sempat melarikan diri ketika polisi tiba di lokasi kejadian.
Peristiwa ini bermula sekitar pukul 05.30 WIB. Sejumlah warga mendengar suara teriakan dari arah rumah korban yang meminta bantuan. Teriakan tersebut membuat warga sekitar curiga dan berusaha mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Korban terdengar meminta pertolongan dengan suara keras. Namun, situasi berubah menjadi tragis setelah warga mengetahui bahwa Subar diduga telah mengalami penganiayaan.
Korban Ditemukan Tergeletak di Belakang Rumah
Berdasarkan keterangan warga, dugaan penganiayaan tersebut terjadi di sebuah gang sempit yang berada di samping rumah korban.
Setelah kejadian, tubuh Subar diduga diseret oleh terduga pelaku hingga beberapa meter ke bagian belakang rumah. Ketika ditemukan warga, korban sudah dalam kondisi terlentang dan mengalami luka serius pada bagian kepala.
Ngateni (38), salah seorang tetangga korban, mengungkapkan bahwa posisi tubuh Subar saat ditemukan mengarah ke selatan. Kondisinya sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan dengan darah terlihat di bagian kepala.
Menurut Ngateni, warga yang mengetahui kejadian tersebut mendapati korban sudah tidak bernapas ketika berada di belakang rumah.
Temuan itu kemudian menjadi perhatian masyarakat setempat hingga pihak kepolisian datang untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Terduga Pelaku Kabur dengan Melompat ke Sungai
Situasi semakin menegangkan ketika petugas kepolisian tiba di tempat kejadian perkara (TKP). Joko Slamet yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut sempat berusaha menghindari petugas.
Ia dilaporkan melarikan diri dengan melompat ke sungai kering yang berada di seberang rumah korban.
Warga yang sebelumnya berada di sekitar lokasi kemudian ikut melakukan pengejaran setelah mengetahui kedatangan polisi. Keberadaan petugas membuat masyarakat lebih berani membantu proses pengamanan terduga pelaku.
Sebelumnya, warga mengaku tidak berani mengambil tindakan sendiri karena situasi di sekitar lokasi kejadian belum terkendali.
Terduga pelaku akhirnya berhasil diamankan untuk selanjutnya menjalani penanganan oleh aparat kepolisian.
Polisi Sebut Terduga Pelaku Diduga Mengalami Gangguan Kejiwaan
Kasus kematian Subar kini ditangani oleh Polres Boyolali. Dari keterangan awal kepolisian, Joko Slamet yang merupakan anak kandung korban diduga memiliki gangguan kejiwaan atau termasuk dalam kategori orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Joni Aryanto, menjelaskan bahwa petugas segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan mengenai dugaan penganiayaan yang mengakibatkan seorang warga meninggal dunia.
Polisi kemudian mengamankan area kejadian dan melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara bersama tim Inafis Satreskrim Polres Boyolali.
Dalam penanganan awal tersebut, petugas juga mengamankan terduga pelaku untuk dibawa ke Polsek Wonosegoro.
Joni membenarkan bahwa berdasarkan informasi awal yang diperoleh petugas, JS diduga mengalami gangguan kejiwaan.
Meski demikian, kondisi tersebut tetap memerlukan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.
Polisi Duga Korban Dipukul Menggunakan Batu
Mengenai penyebab kematian Subar, polisi menduga korban mengalami kekerasan pada bagian kepala menggunakan benda tumpul.
Benda yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut berupa batu. Dugaan ini menjadi salah satu bagian yang sedang didalami penyidik untuk mengungkap secara lengkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Sementara itu, jenazah Subar telah dibawa ke RSUD Dr. Moewardi Surakarta untuk menjalani pemeriksaan autopsi.
Langkah tersebut dilakukan guna membantu memastikan penyebab kematian sekaligus mendukung proses penyelidikan kepolisian.
Berdasarkan informasi dari warga sekitar, Joko Slamet selama ini tinggal satu rumah bersama ayah dan ibunya, Wo Surip.
Ketika peristiwa dugaan penganiayaan terjadi, Wo Surip diketahui sedang pergi ke ladang untuk mencari sayuran daun ketela.
Warga juga menyampaikan bahwa Joko sebelumnya beberapa kali menunjukkan perilaku mengamuk. Saat bepergian, ia disebut sering membawa benda seperti kayu atau batu.
Keterangan tersebut menjadi bagian dari informasi awal yang disampaikan masyarakat kepada pihak terkait.
Kasus meninggalnya Subar masih dalam penanganan kepolisian. Pemeriksaan terhadap terduga pelaku, hasil autopsi, serta pengumpulan keterangan saksi diharapkan dapat membantu mengungkap secara jelas penyebab dan kronologi kejadian tersebut.(*)