Kemlu Pastikan Keselamatan Diplomat RI Usai Konvoi ASEAN Ditembaki di Myanmar

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia memastikan diplomat RI aman usai ikut dalam konvoi ASEAN yang ditembaki di Kota Taunggyi, Negara Bagian Shan, Myanmar, pada Minggu (7/8).

Ketika itu, rombongan ASEAN yang mencakup perwakilan Kedutaan Besar Indonesia dan Singapura hendak memberikan bantuan ke Myanmar.

“Saya hanya bisa sampaikan diplomat Indonesia aman, dia dalam kondisi baik,” kata juru bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah, saat ditemui di media center untuk konferensi tingkat tinggi (KTT) ASEAN ke 42 di Labuan Bajo, Senin (8/5) malam.

Namun, Faizasyah belum bisa memastikan apakah diplomat tersebut turut menjadi sasaran tembak.

Menurut dia, hal tersebut masih perlu diselidiki lebih jauh. Faizasyah menegaskan, sejauh ini Kemlu baru memastikan bahwa diplomat itu selamat.

“Saya kira, kita perlu menunggu laporan lengkapnya,” lanjut dia.

Baca Juga:   Ngeri: Gempa Iran-Irak Terekam Kamera

Faizasyah menerangkan diplomat itu kini berada di Kota Yangon, Myanmar. Ia juga mengatakan pihaknya terus berkomunikasi dengan diplomat tersebut.

“Kami berkomunikasi dengan dia, dia dalam kondisi baik. Dia di Yangon,” ungkap Faizasyah.

Sebelumnya, diplomat asing di Yangon, Myanmar, mengonfirmasi konvoi ASEAN ditembaki di Kota Taunggyi. Mereka yang termasuk konvoi ini yakni diplomat dari Kedutaan Besar Indonesia dan Singapura.

“Konvoi yang membawa sejumlah diplomat diserang kemarin pagi,” kata sumber yang enggan diungkap identitasnya itu kepada AFP.

Di kesempatan terpisah, Faizasyah juga mengonfirmasi terdapat diplomat RI dalam konvoi itu.

“Betul, ada diplomat RI,” kata Faizasyah kepada CNNIndonesia.com via WhatsApp.

Di sela-sela persiapan KTT ASEAN di Labuan Bajo, Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) pun menyayangkan insiden tersebut.

“Kemarin, AHA [ASEAN Coordinating Center for Humanitarian Assistance] didampingi tim monitoring ASEAN akan menyerahkan bantuan kemanusiaan, tapi sangat disayangkan di tengah perjalanan terjadi baku tembak-menembak,” kata Jokowi saat konferensi pers virtual di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Senin.

Baca Juga:   Dulunya Penjual Nasi Padang, Kini Jadi Presiden Perempuan Pertama Singapura

Namun, dia tak menjelaskan lebih lanjut kelompok mana yang menembaki konvoi itu.

Jokowi mengatakan kondisi di Myanmar sekarang sangat kompleks. Indonesia sebagai ketua ASEAN tahun ini, lanjutnya, terus mendorong implementasi five point consensus (5 PC).

Lima poin konsensus adalah keputusan para pemimpin ASEAN dalam pertemuan khusus usai junta militer Myanmar melakukan kudeta pada Februari 2021.

Pertemuan ini berlangsung pada April 2021 di Jakarta dan dihadiri langsung kepala junta militer Myanmar, Min Aung Hlaing.

Poin-poin di konsensus tersebut yakni kekerasan di Myanmar harus segera dihentikan, harus ada dialog konstruktif mencari solusi damai, ASEAN akan memfasilitasi mediasi, ASEAN akan memberi bantuan kemanusiaan melalui AHA Centre, dan akan ada utusan khusus ASEAN ke Myanmar.

Baca Juga:   Pilpres Turki: Sama-sama Kuat, Erdogan dan Kilicdaroglu Bertarung di Putaran 2

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menegaskan insiden penembakan itu tak menyurutkan tekad RI dan ASEAN untuk menyerukan penghentian kekerasan di Myanmar.

“Stop using force, stop violence, karena rakyat yang akan menjadi korban karena kondisi ini tidak akan membuat siapa pun menang,” ungkap Jokowi.

Ia kemudian berujar, “Saya mengajak marilah kita duduk bersama ciptakan ruang dialog untuk mencari solusi bersama.”

Di kesempatan terpisah, Jokowi mengatakan isu Myanmar akan menjadi salah satu topik diskusi dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) ASEAN ke-42 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

“Itu secara khusus akan dibahas. Tetapi, acuan kita tetap untuk Myanmar,” ujar dia pada Minggu.

 35 total views,  1 views today