Senin, 21 September 2026
Breaking News
Hukum

Jenazah Konsultan IT Indonesia Dipulangkan, Armenia Masih Selidiki Kematian

Effra S. Husein | | 2 mnt baca
Jenazah Konsultan IT Indonesia Dipulangkan, Armenia Masih Selidiki Kematian
Bagikan:

Gabung Di Kanal Whatsapp KLIK DISINI

MAKASSAR, BeritaNow — Jenazah Valenth A Tambuto (24), warga Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, yang ditemukan meninggal dunia di Yerevan, Armenia, akhirnya dipulangkan ke Indonesia. Jenazah tiba di Makassar pada Minggu (20/9/2026) malam setelah hampir dua bulan menjalani proses penanganan di Armenia.

Valenth diketahui bekerja sebagai konsultan teknologi informasi (IT) pada sebuah perusahaan di Armenia. Ia ditemukan meninggal dunia di kamar tempat tinggal pekerja perusahaan pada 15 Juli 2026.

Kematian Valenth masih dalam penyelidikan otoritas Armenia. Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya menyatakan telah berkoordinasi dengan otoritas setempat melalui KBRI Kyiv dan Konsul Kehormatan RI di Yerevan.

Proses pemulangan jenazah berlangsung cukup lama karena kasus kematian tersebut berkaitan dengan proses hukum dan penyelidikan di Armenia. Pemerintah Indonesia juga telah mengirimkan nota diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Armenia untuk memastikan hak-hak kekonsuleran WNI terpenuhi.

Berdasarkan informasi awal yang diterima pemerintah Indonesia dari otoritas Armenia, sejumlah WNI telah diamankan untuk kepentingan penyidikan terkait kasus tersebut. Namun, proses hukum dan dugaan motif kematian Valenth masih menunggu hasil penyelidikan resmi.

Keluarga sebelumnya menerima kabar kematian Valenth pada 15 Juli 2026. Adik korban, Arnold Tambuto, mengatakan keluarga mendapat informasi bahwa Valenth ditemukan dalam kondisi tangan, kaki, dan mulut terikat lakban.

Keterangan tersebut menjadi salah satu dasar keluarga mencurigai adanya tindak kekerasan. Namun, keluarga masih menunggu kepastian dari aparat penegak hukum Armenia mengenai kronologi, motif, serta pihak yang bertanggung jawab atas kematian Valenth.

Tiba di Makassar

Setelah proses administrasi dan pemeriksaan di Armenia selesai, jenazah Valenth dipulangkan melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Makassar sebelum dimakamkan.

Bupati Maros Chaidir Syam menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, Kementerian Luar Negeri, BP3MI, serta pihak-pihak yang ikut mengawal proses pemulangan jenazah.

Menurut Chaidir, proses tersebut membutuhkan waktu panjang karena adanya pemeriksaan, identifikasi, dan klarifikasi yang berkaitan dengan kasus kriminal di Armenia.

Keluarga berharap penyelidikan terhadap kematian Valenth dilakukan hingga tuntas. Mereka juga meminta barang-barang pribadi korban yang masih berada di Armenia dapat dikembalikan kepada keluarga.

Jenazah Valenth dijadwalkan dimakamkan di Makassar pada Senin (21/9/2026).

Hingga kini, otoritas Armenia masih menangani proses penyelidikan kasus tersebut, sementara pemerintah Indonesia melalui perwakilan diplomatik terus memantau perkembangan dan memberikan pendampingan kekonsuleran.

Komentar (0)