Jembatan Gantung Aceh Barat Rusak Diterjang Banjir, Warga Harus Putar 5 Km
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
ACEH BARAT, BERITANOW.COM — Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, menyebabkan jembatan gantung penghubung Desa Kajeung dan Desa Tungkop, Kecamatan Sungai Mas, mengalami kerusakan parah. Putusnya akses penyeberangan tersebut membuat aktivitas ribuan warga terganggu dan memaksa masyarakat mencari jalur alternatif untuk bepergian. Kerusakan infrastruktur ini terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama dua hari terakhir.
Jembatan yang membentang di atas daerah aliran sungai (DAS) Krueng Woyla itu merupakan salah satu jalur penting bagi mobilitas masyarakat setempat. Camat Sungai Mas, Zulkifli, menjelaskan bahwa kerusakan jembatan berdampak langsung terhadap kelancaran transportasi warga. Pemerintah kecamatan telah melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Ribuan Warga Harus Menempuh Jalur Alternatif
Kerusakan jembatan gantung Aceh Barat membuat warga Desa Kajeung dan Desa Tungkop harus menyesuaikan perjalanan sehari-hari. Masyarakat yang sebelumnya mengandalkan jembatan sebagai akses penyeberangan kini terpaksa menempuh jalur memutar sejauh sekitar lima kilometer untuk mencapai ibu kota Kecamatan Sungai Mas. Kondisi tersebut menambah jarak perjalanan dan berpotensi menyulitkan warga yang membutuhkan akses cepat untuk berbagai keperluan.
Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar seratus meter dan sebelumnya telah digunakan kembali setelah menjalani perbaikan. Kerusakan kali ini menjadi persoalan serius karena infrastruktur tersebut berfungsi sebagai penghubung antardesa sekaligus mendukung aktivitas transportasi masyarakat. Hingga laporan awal disampaikan, pemerintah daerah telah menerima informasi mengenai kerusakan tersebut dan penanganan di lokasi mulai dilakukan oleh tim terkait.
Jembatan Kembali Rusak Setelah Diperbaiki
Kerusakan jembatan gantung di Kecamatan Sungai Mas bukan kali pertama terjadi akibat bencana alam. Menurut Zulkifli, jembatan tersebut sebelumnya juga mengalami kerusakan saat banjir bandang melanda Aceh pada 26 November 2025. Setelah kejadian itu, TNI melakukan perbaikan pada 2026 sehingga jembatan kembali dapat dimanfaatkan masyarakat untuk penyeberangan dan transportasi.
Namun, hujan deras yang kembali mengguyur kawasan Aceh Barat menyebabkan banjir dan merusak jembatan tersebut untuk kedua kalinya. Kejadian berulang ini memperlihatkan pentingnya penanganan infrastruktur yang berada di wilayah rawan banjir, terutama fasilitas yang menjadi tumpuan mobilitas masyarakat. Evaluasi terhadap kondisi bangunan dan kebutuhan perbaikan diperlukan agar akses warga dapat dipulihkan dengan mempertimbangkan risiko bencana serupa.
BPBD Kerahkan Tim Gabungan
Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat, Dharmawan, mengatakan pihaknya telah mengerahkan tim gabungan ke lokasi bencana. Langkah tersebut dilakukan untuk menangani dampak banjir dan membantu masyarakat yang terdampak. Penanganan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui kondisi infrastruktur serta kebutuhan mendesak warga setelah akses penyeberangan mengalami kerusakan.
Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat segera mengevaluasi kondisi jembatan serta menentukan langkah pemulihan yang sesuai dengan tingkat kerusakannya. Selama akses belum kembali normal, warga perlu berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan, terutama ketika kondisi sungai masih dipengaruhi curah hujan tinggi.(*)