Senin, 12 Oktober 2026
Breaking News
Nasional

Jasa Raharja dan Korlantas Polri Dorong Keselamatan Lalu Lintas

Effra S. Husein | | 4 mnt baca
Jasa Raharja dan Korlantas Polri Dorong Keselamatan Lalu Lintas
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

JAKARTA, BERITANOW.COM – Jasa Raharja dan Korlantas Polri mengajak masyarakat menjadikan keselamatan sebagai prioritas dalam berlalu lintas. Ajakan ini disampaikan dalam kegiatan Retrospeksi Korban Kecelakaan Lalu Lintas 2026 di Royal Palm Hotel Conference Center, Jakarta Barat, Kamis (8/10/2026). Kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan 50 alat bantu mobilitas bagi penyintas kecelakaan untuk mendukung pemulihan dan kemandirian mereka.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Retrospeksi Korban Kecelakaan Lalu Lintas 2026 yang diselenggarakan PT Jasa Raharja bersama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri di Royal Palm Hotel Conference Center, Jakarta Barat, Kamis (8/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Jasa Raharja menyerahkan 50 alat bantu mobilitas kepada para penyintas kecelakaan. Bantuan yang diberikan terdiri atas 10 kaki palsu, 20 kursi roda, dan 20 tongkat kruk.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Corporate Secretary Jasa Raharja Sigit Harismun bersama Kasi Kemitraan Subdit Dikmas Ditkamsel Korlantas Polri AKBP Muhammad Bima Gunawan Jauharie dan Analis Kebijakan Ditkamsel Korlantas Polri Kombes Pol. Hamka Mappaita.

Sigit mengatakan, kegiatan retrospeksi menjadi kesempatan untuk memahami dampak kecelakaan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap korban yang harus menjalani proses pemulihan panjang.

Menurut dia, dukungan kepada penyintas tidak cukup berhenti pada pemberian bantuan. Upaya tersebut juga harus mendorong mereka agar dapat kembali beraktivitas dan menjalani kehidupan secara mandiri.

Ia menegaskan, para penyintas bukan sekadar penerima bantuan, melainkan individu yang tetap memiliki kemampuan, semangat, dan masa depan yang perlu didukung.

Penyintas Ingatkan Bahaya Berkendara Saat Lelah

Salah seorang penerima kaki palsu menceritakan kecelakaan yang dialaminya ketika berkendara dalam kondisi lelah dan mengantuk.

Ia menduga mengalami microsleep atau tertidur sesaat saat mengemudi. Ketika kembali menyadari kondisi di jalan, sebuah truk berada di depannya. Upaya menghindar membuat sepeda motornya terjatuh dan tubuhnya terseret hingga mengalami cedera berat pada kaki.

Setelah menjalani dua kali operasi dan memperoleh pendampingan, bantuan kaki palsu membuatnya dapat kembali berjalan.

Pengalaman tersebut menjadi pengingat tentang risiko memaksakan perjalanan ketika kondisi tubuh tidak memungkinkan untuk berkendara.

Ia pun mengapresiasi bantuan yang diterimanya dan mengajak masyarakat untuk mengutamakan keselamatan dibandingkan kecepatan.

Menurutnya, pengendara yang merasa lelah atau mengantuk sebaiknya menepi dan beristirahat daripada mengambil risiko yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Sigit menilai pengalaman para penyintas dapat menjadi pelajaran penting bagi masyarakat. Keselamatan berlalu lintas, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga keputusan setiap individu dalam menjaga keselamatan di jalan.

Lebih dari 20 Ribu Korban Meninggal dalam Sembilan Bulan

Data Jasa Raharja menunjukkan, sepanjang Januari hingga September 2026, lembaga tersebut telah memberikan pelayanan kepada 129.443 korban kecelakaan lalu lintas.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 20.836 orang meninggal dunia, sedangkan 108.607 orang mengalami luka-luka.

Angka tersebut setara dengan rata-rata sekitar 76 korban meninggal dunia dan hampir 400 korban luka-luka setiap hari.

Dalam periode yang sama, Jasa Raharja menyalurkan santunan dan biaya perawatan dengan total Rp2,19 triliun. Pelayanan itu didukung oleh 2.866 rumah sakit mitra.

Untuk korban meninggal dunia, santunan rata-rata dapat diterima ahli waris dalam waktu kurang dari 24 jam.

Meski demikian, kecepatan pelayanan dan pemberian santunan setelah kecelakaan tidak dapat menggantikan nyawa maupun sepenuhnya memulihkan dampak yang dialami korban dan keluarganya.

Karena itu, upaya pencegahan menjadi bagian penting dari strategi keselamatan lalu lintas.

Intervensi di 875 Titik Rawan Kecelakaan

Jasa Raharja bersama Korlantas Polri dan sejumlah pemangku kepentingan telah menjalankan 6.098 program keselamatan serta melakukan intervensi di 875 titik rawan kecelakaan.

Berdasarkan data yang disampaikan Jasa Raharja, penurunan jumlah korban meninggal dunia tercatat di 430 titik yang menjadi sasaran intervensi tersebut.

Sigit mengatakan, Jasa Raharja terus memperkuat perannya agar tidak hanya berfokus pada pelayanan santunan, tetapi juga terlibat dalam upaya melindungi masyarakat melalui pencegahan kecelakaan.

Menurut dia, keselamatan berlalu lintas membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, kepolisian, pelaku usaha transportasi, komunitas, hingga setiap pengguna jalan.

Kegiatan retrospeksi diharapkan menjadi momentum untuk mengubah perilaku berkendara, meningkatkan kepedulian terhadap sesama pengguna jalan, dan mengurangi risiko kecelakaan.

Pada akhirnya, keselamatan bukan hanya tentang mencapai tujuan dengan cepat, tetapi memastikan setiap orang dapat tiba dengan selamat dan kembali berkumpul bersama keluarganya. (*)

Komentar (0)