Senin, 12 Oktober 2026
Breaking News
Nasional

Gunung Anak Krakatau Naik ke Level III Siaga, Warga Dilarang Mendekat Radius 5 Km

Riskal Arief | | 3 mnt baca
Gunung Anak Krakatau Naik ke Level III Siaga, Warga Dilarang Mendekat Radius 5 Km
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

LAMPUNG SELATAN, BERITANOW.COM — Status Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda dinaikkan dari Level II Waspada menjadi Level III Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

Peningkatan status ini diikuti larangan mendekati pulau baru yang diduga terbentuk akibat erupsi terus menerus pada 4 hingga 6 September 2026. Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara gunung tersebut.

Aktivitas Kegempaan Masih Terjadi
Hingga Senin (12/10/2026) siang, belum ada laporan erupsi dari gunung api yang berada di wilayah Kabupaten Lampung Selatan tersebut. Namun, aktivitas kegempaan dan tremor masih terekam dalam pemantauan petugas.

Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan, Suwarno, menyatakan aktivitas vulkanik GAK masih menunjukkan adanya kegempaan berdasarkan hasil pemantauan terbaru. Menurutnya, kondisi ini menjadi bagian dari aktivitas gunung api setelah peningkatan status ke Level III.

Berdasarkan laporan pengamatan pukul 06.00–12.00 WIB, tercatat empat kejadian gempa, terdiri dari tiga gempa embusan dan satu gempa hybrid. Sebelumnya, pada periode pukul 00.00–06.00 WIB, petugas merekam tiga kejadian gempa. Total tujuh kejadian gempa tercatat sejak tengah malam hingga pukul 12.00 WIB.

Asap Kawah Teramati hingga 50 Meter
Meski kegempaan masih berlangsung, tidak ada laporan erupsi pada periode pengamatan terbaru. Secara visual, kondisi gunung terpantau jelas hingga tertutup kabut.

Petugas mengamati asap kawah bertekanan lemah hingga sedang. Asap berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang itu teramati mencapai ketinggian sekitar 10–50 meter di atas puncak kawah. Selain gempa embusan dan gempa hybrid, tremor menerus atau microtremor juga masih terekam.

Pada laporan PVMBG sebelumnya, petugas mendata 28 kali kegempaan dalam periode pukul 12.00–18.00 WIB. Kegempaan itu terdiri dari 16 kali gempa hembusan, enam kali gempa hybrid, dan enam kali gempa vulkanik dangkal.

Imbauan untuk Warga dan Wisatawan
PVMBG menyampaikan rekomendasi agar masyarakat tidak memasuki atau berkegiatan di sekitar Gunung Anak Krakatau. Larangan itu mencakup radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

"Masyarakat di sekitar Gunungapi Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau," kata Pengamat Gunung Api Muhammad Dika Nurzaman, seperti dikutip detikNews.

Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, dan aliran lava. Potensi erupsi sekunder yang ditimbulkan oleh kontak panas lava dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 kilometer juga perlu diwaspadai.

Imbauan agar Tidak Percaya Isu Tsunami
Warga di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung diminta tetap tenang dan tidak mempercayai isu tentang erupsi Gunung Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami. Masyarakat dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan mengikuti arahan BPBD setempat.

Badan Geologi sebelumnya menegaskan bahwa informasi viral soal potensi tsunami setinggi 60 meter akibat Anak Krakatau merupakan hoaks. Masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada informasi resmi dari PVMBG, BMKG, dan BPBD.

Peningkatan status ke Level III Siaga menandakan adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan. Meski demikian, belum ada indikasi bahaya langsung bagi permukiman warga di sekitar Selat Sunda selama radius aman dipatuhi.(*)

Informasi ini dihimpun BeritaNow dari berbagai sumber.

Komentar (0)