Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM – Pemadaman listrik massal melumpuhkan hampir seluruh Kota Batam, Kepulauan Riau, sejak Senin (12/10/2026) pagi, meluas hingga ke Bintan dan Tanjungpinang. Gangguan yang dimulai pukul 06.37 WIB ini sempat berdampak pada sekitar 80 hingga 90 persen wilayah Batam, dan baru benar-benar pulih total pada Selasa (13/10). PLN Batam akhirnya mengungkap dugaan penyebabnya pada Selasa, sehari setelah pemadaman pertama kali terjadi.
Dampak pemadaman ini jauh melampaui sekadar listrik padam. Warga mengeluhkan pasokan air bersih ikut terhenti karena pompa Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) turut bergantung pada aliran listrik, dengan sejumlah instalasi seperti Sei Ladi, Harapan, Duriangkang, dan Tembesi ikut terdampak. Jaringan internet dan sinyal telekomunikasi juga lumpuh, membuat warga kesulitan mengakses WiFi maupun data seluler. Bahkan aplikasi milik Pemerintah Kota Batam turut tidak bisa diakses, menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan.
Suasana sulit ini sempat viral di media sosial lewat unggahan warga yang menyebut Batam dalam “survival mode”, mencari tempat berAC dan berlistrik ketimbang sekadar nongkrong. Pemulihan sendiri dilakukan bertahap, dengan prioritas pada fasilitas vital seperti bandara, rumah sakit, dan pelabuhan terlebih dahulu, menurut Manager Komunikasi PLN Batam Yoga Perdana Sulastama. Delapan dari 11 gardu induk berhasil dinormalkan pada hari pertama dengan daya tersalurkan sekitar 229 megawatt, sebelum seluruh sistem akhirnya pulih total keesokan harinya.
Hewan liar diduga jadi biang kerok
PLN Batam akhirnya mengungkap dugaan penyebab gangguan lewat keterangan tertulis Sekretaris Perusahaan PLN Batam, Rudi Antono, Selasa (13/10). Berdasarkan indikasi awal, gangguan dipicu oleh hewan liar yang masuk ke area Gardu Induk Sungai Harapan, menyebabkan kerusakan pada instalasi kelistrikan yang berdampak luas ke pasokan listrik di berbagai wilayah. Insiden ini disebut memicu efek domino yang memutus aliran listrik secara meluas dalam waktu singkat.
Meski begitu, PLN Batam menegaskan penyebab pasti gangguan masih dalam proses penelusuran lebih lanjut oleh tim teknis bersama pihak berwenang. Jenis hewan yang dimaksud juga belum dijelaskan secara spesifik dalam keterangan resmi tersebut. Seluruh gardu induk dan jaringan transmisi yang sempat terdampak kini telah dinormalkan, diikuti pemulihan jaringan distribusi hingga pasokan listrik ke seluruh pelanggan terdampak kembali menyala sepenuhnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, PLN Batam dilaporkan akan memberikan kompensasi kepada pelanggan terdampak lewat mekanisme pemotongan tagihan otomatis. Perusahaan juga menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat selama proses pemulihan berlangsung. Meski pasokan sudah normal, petugas teknis dan operasional tetap disiagakan untuk memantau kondisi sistem demi menjaga keandalan pasokan ke depannya.
Hoaks pemadaman tiga hari ikut beredar
Di tengah situasi yang sudah cukup meresahkan, PLN Batam juga harus meluruskan informasi palsu yang ikut beredar luas di masyarakat. Pada Senin sore hingga malam, sebuah unggahan grafis menyebar di media sosial berisi klaim adanya “Pengumuman Pemadaman Listrik Terencana Selama 3 Hari” untuk periode 12 hingga 14 Oktober 2026. Pesan berantai itu bahkan mengklaim listrik hanya akan menyala dari PLTD Tanjungpinang dengan durasi terbatas enam jam bagi warga.
PLN Batam secara tegas membantah seluruh informasi tersebut sebagai hoaks. Yoga menegaskan pihaknya tidak pernah mengeluarkan pengumuman pemadaman terencana selama tiga hari berturut-turut, maupun memberlakukan pembatasan nyala listrik enam jam seperti yang dinarasikan dalam pesan tersebut. Ia juga mengklarifikasi informasi hoaks lain yang mengaitkan gangguan internet dengan kerusakan kabel bawah laut Singapura-Batam, yang menurutnya sama sekali tidak berkaitan dengan proses pemulihan sistem kelistrikan PLN Batam.
Menanggapi beredarnya berbagai informasi simpang siur ini, PLN Batam mengimbau masyarakat untuk hanya memantau pembaruan lewat kanal resmi, yakni Instagram @ptplnbatam, Facebook PT PLN Batam, Contact Center (0778) 5702 123, dan aplikasi Bright by PLN Batam. Masyarakat juga diminta memastikan sumber informasi yang diterima benar-benar resmi sebelum menyebarkannya lebih lanjut. Perusahaan menutup pernyataannya dengan mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kesabaran masyarakat selama proses pemulihan berlangsung.
Hasil penelusuran resmi PLN Batam soal penyebab pasti gangguan, termasuk jenis hewan yang terlibat dan langkah pencegahan ke depan, masih dinanti publik. Realisasi mekanisme kompensasi berupa pemotongan tagihan otomatis bagi pelanggan terdampak juga layak terus diikuti, mengingat durasi pemadaman yang berlangsung hampir sehari penuh bagi sebagian wilayah Batam.(*)
Informasi ini dihimpun BeritaNow dari berbagai sumber.