Diteriaki “Cheats” Sepanjang Laga, City Tetap Bungkam Anfield 3-0
Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI
JAKARTA, BERITANOW.COM – Manchester City membungkam suasana panas Anfield dengan kemenangan telak 3-0 atas Liverpool pada laga Premier League, Minggu (11/10/2026). Ini menjadi pertandingan pertama City sejak komisi independen menyatakan mereka bersalah atas lebih dari 100 dakwaan pelanggaran aturan finansial liga yang terjadi antara musim 2009 hingga 2018. Kemenangan ini mempertahankan rekor sempurna enam laga beruntun City musim ini sekaligus memperlebar jarak tiga poin atas Arsenal di puncak klasemen.
Suasana di Anfield jauh dari ramah bagi City sejak sebelum laga dimulai. Para suporter tuan rumah menyambut kedatangan tim tamu dengan cemoohan dan nyanyian “cheats” (curang) serta “going down, going down” yang menyindir ancaman sanksi degradasi. Spanduk bertuliskan “A Generation of Supporters Cheated” turut terpampang di tribun, sementara di luar stadion, pedagang suvenir laris menjual kaus dan bendera bertuliskan kata “CHEATS”, termasuk satu bendera yang menggambarkan Pep Guardiola bersama para pemainnya mengenakan seragam penjara bergaris hitam-merah dengan nomor tahanan “114”.
Jalannya pertandingan sendiri berbalik drastis usai titik krusial di babak kedua. Gelandang Liverpool, Ryan Gravenberch, diusir wasit akibat kartu kuning kedua pada menit ke-62, dan hanya tiga menit berselang Erling Haaland langsung membuka keunggulan City. Dua gol tambahan dari pemain pengganti Jérémy Doku pada menit ke-68 lewat tendangan melengkung jarak jauh, serta Rayan Cherki pada menit ke-78, memastikan kemenangan telak timnya di hadapan publik tuan rumah yang sejak awal bersikap bermusuhan.
Respons dingin Van Dijk
Kapten Liverpool Virgil van Dijk memilih sikap hati-hati ketika ditanya soal vonis bersalah City usai laga. Ia menegaskan perkara itu masih dalam proses banding sehingga menurutnya bukan saat yang tepat untuk berkomentar, namun ia memastikan akan menyampaikan pandangannya begitu putusan banding resmi keluar sebelum Natal. Soal suasana Anfield yang penuh cemoohan, Van Dijk hanya menyebut semua orang pasti bisa mendengarnya, sembari menambahkan bahwa menurutnya bukan waktu yang tepat bagi para pemain untuk membagikan perasaan mereka terkait hal tersebut.
Di sisi lain, para pemain City justru merayakan kemenangan dengan cara yang terkesan menyindir balik para pengkritiknya. Mereka berpesta di lapangan diiringi lagu “Little Lies” dari Fleetwood Mac yang diputar DJ Anfield, sebuah pilihan lagu yang menurut ESPN jelas bukan kebetulan mengingat liriknya soal kebohongan. Menjelang akhir laga, suporter tandang City turut mengibarkan spanduk bertuliskan “BU115HIT”, permainan kata yang merujuk pada 115 dakwaan yang mereka hadapi, sebagai bentuk perlawanan terhadap cemoohan yang diterima sepanjang pertandingan.
Kemenangan ini turut mencatatkan sejarah tersendiri bagi City, yakni kemenangan tandang beruntun pertama mereka di Anfield sejak Januari 1953. Pelatih Enzo Maresca bahkan memiliki keleluasaan untuk mengistirahatkan Haaland sepuluh menit menjelang laga usai, tanda betapa dominannya performa timnya pada paruh kedua pertandingan. Bagi pelatih Liverpool Andoni Iraola, ini menjadi kekalahan pertamanya sejak menukangi Liverpool, dan ia menyebut timnya seperti “bermain dua pertandingan berbeda” dalam laga tersebut.
Konteks di balik kemarahan suporter
Vonis bersalah yang dijatuhkan kepada City menyangkut pelanggaran serius aturan finansial Premier League selama hampir satu dekade, periode yang juga mencakup musim 2013-14 ketika mereka merebut gelar juara liga. Latar belakang inilah yang membuat kemarahan suporter Liverpool terasa personal, mengingat gelar-gelar yang direbut City pada periode tersebut kini dipertanyakan legitimasinya oleh sebagian besar pendukung klub rival. Proses banding City sendiri dijadwalkan rampung sebelum Natal, dengan putusan resmi akan diumumkan dalam 30 hari setelahnya.
Rivalitas kedua klub di lapangan sejatinya sudah terjalin sejak era Pep Guardiola melawan mendiang Jurgen Klopp beberapa musim lalu, dan kini berlanjut di bawah kepemimpinan pelatih baru masing-masing tim. Namun performa dominan City di tengah tekanan ekstra dari tribun justru dinilai sejumlah pengamat sebagai bukti mengapa kemarahan suporter lawan begitu besar terhadap mereka. Haaland sendiri, sebagai wajah utama City saat ini, dipandang sebagai representasi kekuatan finansial klub yang menjadi sumber kontroversi tersebut.
Yang perlu dipantau
Hasil banding resmi City yang dijadwalkan rampung sebelum Natal akan menjadi penentu nasib klub berikutnya, termasuk kemungkinan sanksi tambahan yang sempat disinggung lewat nyanyian suporter soal ancaman degradasi. Pernyataan lanjutan Van Dijk begitu proses hukum itu benar-benar tuntas juga layak ditunggu, mengingat ia sendiri sudah menegaskan akan membagikan pandangannya secara terbuka setelah putusan final keluar.(*)
Artikel ini disusun BeritaNow dari berbagai sumber.