Kamis, 29 Oktober 2026
Breaking News
Hukum

Data 5,7 Juta Akun Pelanggan Fore Kopi Bocor, CEO Minta Maaf

Tajusa, M. | | 4 mnt baca
Data 5,7 Juta Akun Pelanggan Fore Kopi Bocor, CEO Minta Maaf
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

JAKARTA, BERITANOW.COM – PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan setelah mengidentifikasi insiden keamanan yang melibatkan akses tidak sah terhadap salah satu platform pengelolaan data perusahaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan internal awal, peristiwa tersebut berpotensi berdampak pada data sekitar 5,7 juta data akun pelanggan fore kopi. 

CEO Fore Kopi Indonesia, Vico Lomar, menyampaikan bahwa perusahaan memahami kekhawatiran masyarakat atas kejadian tersebut. Fore juga menyatakan telah mengambil tindakan untuk menghentikan akses yang tidak memiliki izin serta mengamankan sistem terkait setelah aktivitas mencurigakan terdeteksi.

Dalam keterangan resminya, perusahaan menjelaskan bahwa pihak yang tidak berwenang diduga berhasil mengakses sebagian informasi pelanggan melalui platform yang digunakan dalam operasional bisnis. Penanganan awal dilakukan dalam waktu 24 jam sejak aktivitas tersebut teridentifikasi.

Jenis Data Pelanggan Fore
Informasi yang berpotensi diakses tidak sama untuk setiap pelanggan. Data tersebut dapat meliputi nama lengkap, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat yang tercatat di aplikasi Fore, PIN dalam format hash, serta catatan transaksi pembelian melalui aplikasi.

Fore menegaskan bahwa perusahaan tidak meminta ataupun menyimpan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan foto Kartu Tanda Penduduk (KTP) pelanggan.

Selain itu, informasi pembayaran seperti data kartu kredit dan kartu debit disebut tidak termasuk dalam data yang terdampak. Perusahaan menjelaskan bahwa informasi tersebut dikelola melalui platform berbeda yang terpisah dari sistem terkait insiden.

Meski begitu, pelanggan tetap disarankan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan penyalahgunaan informasi pribadi, terutama jika menerima komunikasi mencurigakan yang mengatasnamakan perusahaan.

Fore Lakukan Investigasi dan Perkuat Sistem Keamanan
Sebagai tindak lanjut, Fore mengaku telah menjalankan sejumlah langkah teknis untuk mengatasi permasalahan tersebut. Upaya yang dilakukan antara lain menguji keamanan sistem, menutup kerentanan yang ditemukan, memperbarui platform ke versi terbaru, serta menambahkan mekanisme perlindungan.

Perusahaan turut melibatkan konsultan keamanan siber profesional untuk menjalankan pemeriksaan forensik lebih mendalam. Investigasi tersebut mencakup aplikasi Fore, platform yang berkaitan dengan insiden, dan sistem teknologi informasi lain yang dinilai relevan.

Proses pemeriksaan masih berlangsung untuk membantu perusahaan memahami penyebab kejadian, cakupan akses, serta langkah perbaikan yang perlu diterapkan.

Fore juga menyatakan telah melaporkan insiden tersebut kepada Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi). Koordinasi dengan pihak berwenang disebut terus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pelanggan Diminta Mengganti PIN dan Mengaktifkan Perlindungan Akun
Untuk mengurangi risiko keamanan, Fore menghubungi pelanggan yang dinilai terdampak melalui pemberitahuan langsung. Pelanggan yang menerima pemberitahuan diminta segera memperbarui PIN akun Fore.

Bagi pengguna yang belum membuat PIN, perusahaan mengimbau agar segera membuatnya. Jika PIN yang digunakan pada akun Fore juga dipakai pada layanan digital lain, pengguna disarankan menggantinya dengan kombinasi berbeda.

Fore juga menerapkan autentikasi dua faktor atau two-factor authentication (2FA) ketika pengguna mencoba masuk menggunakan perangkat baru. Fitur tersebut ditujukan untuk menambah lapisan perlindungan terhadap akses akun yang tidak dikenal.

Vico Lomar menyatakan bahwa keamanan informasi pelanggan merupakan tanggung jawab perusahaan. Ia menyampaikan penyesalan atas kekhawatiran yang muncul akibat insiden tersebut.

“Kami memahami kekhawatiran yang ditimbulkan oleh kejadian ini dan dengan tulus meminta maaf kepada pelanggan yang terdampak. Melindungi data pelanggan merupakan tanggung jawab kami,” ujar Vico.

Ia menambahkan bahwa perusahaan akan memprioritaskan pendampingan bagi pelanggan yang terdampak, menyelesaikan investigasi, serta meningkatkan sistem dan tata kelola keamanan berdasarkan hasil evaluasi.

Fore menyebut belum menemukan indikasi penyalahgunaan informasi yang diakses berdasarkan hasil pemeriksaan yang tersedia. Namun, kondisi tersebut tidak berarti pelanggan dapat mengabaikan risiko keamanan.

Pengguna aplikasi Fore diimbau berhati-hati apabila menerima panggilan telepon, SMS, email, atau pesan WhatsApp yang mengatasnamakan perusahaan. Pelanggan sebaiknya memeriksa keaslian setiap pemberitahuan dan tidak mengikuti permintaan yang mencurigakan.

Perusahaan juga mengingatkan agar PIN dan kode OTP tidak diberikan kepada siapa pun. Informasi tersebut merupakan data keamanan pribadi yang tidak boleh dibagikan kepada pihak yang mengaku sebagai petugas perusahaan.

Fore menyatakan akan melanjutkan langkah penanganan sesuai perkembangan investigasi dan menyampaikan informasi penting setelah hasilnya terverifikasi. (*)

Komentar (0)