Selasa, 22 September 2026
Breaking News
Hukum

Cekcok Biaya Pengobatan Anak, ASN di OKI Tewas Ditikam Istri

Effra S. Husein | | 2 mnt baca
Cekcok Biaya Pengobatan Anak, ASN di OKI Tewas Ditikam Istri
Bagikan:

Gabung Di Kanal Whatsapp KLIK DISINI

KAYUAGUNG, BeritaNow.com — ASN di OKI tewas ditikam istri setelah mengalami serangan senjata tajam di halaman Masjid At-Taqwa, Kelurahan Sukadana, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Senin (21/9/2026).

Korban berinisial A, 32 tahun, diketahui merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di Inspektorat Kabupaten OKI. Polisi telah mengamankan perempuan berinisial DLA yang diketahui sebagai istri korban.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.10 WIB. Sebelum penikaman, DLA disebut mendatangi Kantor Inspektorat Kabupaten OKI sekitar pukul 09.00 WIB untuk menemui korban.

Berdasarkan pemeriksaan awal polisi, kedatangan DLA berkaitan dengan permintaan uang untuk kebutuhan pengobatan anak mereka. Pertemuan tersebut kemudian berkembang menjadi perselisihan antara korban dan terduga pelaku.

Polisi juga menyebut pasangan tersebut sedang pisah ranjang. Dalam rangkaian kejadian itu, DLA diduga mengambil pisau yang dibawanya di dalam tas. Senjata tajam tersebut kemudian digunakan untuk menyerang korban.

Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka pada tubuhnya. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi.

Setelah menerima laporan, polisi mendatangi tempat kejadian perkara dan mengamankan DLA. Penyidik turut menyita sebilah pisau dengan panjang sekitar 30 sentimeter serta pakaian korban sebagai barang bukti.

Kasus ASN di OKI tewas ditikam istri tersebut kini ditangani Satreskrim Polres OKI. Polisi masih mendalami kronologi lengkap, termasuk latar belakang perselisihan dan motif penyerangan.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya mengatakan penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku untuk mengungkap rangkaian kejadian secara menyeluruh.

Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan melalui tindakan kekerasan. Proses hukum terhadap terduga pelaku masih berjalan dan seluruh fakta perkara akan ditentukan berdasarkan hasil penyidikan serta proses hukum selanjutnya.

Pemerintah Kabupaten OKI membenarkan bahwa korban merupakan pegawai pada Inspektorat Kabupaten OKI.

Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk melengkapi berkas perkara. Terduga pelaku telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Komentar (0)