Selasa, 03 November 2026
Breaking News
Hukum

Bokong Pria di Pontianak Tertancap Pagar saat Curi Mangga

Tajusa, M. | | 4 mnt baca
Bokong Pria di Pontianak Tertancap Pagar saat Curi Mangga
Bagikan:

Dapatkan Update Berita & Hadiah Menarik Setiap Hari, Gabung Di Whatsapp Channel KLIK DISINI

PONTIANAK, BERITANOW.COM – Peristiwa nahas dialami seorang pemuda berinisial GP (20) di kawasan Jalan Perdana, Kompleks Bali Agung II, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan. Pria tersebut mengalami luka serius setelah terjatuh dari pohon mangga dan tubuhnya tertusuk ujung pagar besi berbentuk tombak.

Insiden yang diduga berkaitan dengan aksi pencurian buah mangga itu berlangsung pada Minggu malam, 1 November 2026, sekitar pukul 19.45 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi terduduk di atas pagar rumah warga dengan besi pagar menancap di bagian bokong pria tersebut.

Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Inayatun, menjelaskan bahwa kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh pemilik rumah bernama Nendy Chandra (48). Saat itu, Nendy mendengar suara seseorang berteriak meminta bantuan dari sekitar depan kediamannya.

Merasa ada sesuatu yang tidak beres, Nendy kemudian keluar untuk memeriksa sumber suara tersebut. Betapa terkejutnya ia ketika mendapati seorang pria mengalami kecelakaan dengan posisi tubuh tertancap pada pagar besi di sekitar rumahnya.

Kronologi Pemuda Terjatuh Saat Diduga Hendak Mengambil Mangga
Berdasarkan keterangan awal dari pemilik rumah dan pengakuan GP kepada petugas, pemuda tersebut diduga datang dengan maksud mengambil buah mangga yang berada di halaman rumah Nendy.

GP diketahui berusaha memanjat pagar untuk menjangkau salah satu dahan pohon mangga. Ketika berhasil mendekati dahan yang diincar, ia mencoba menariknya agar buah mangga dapat dijangkau.

Namun, situasi justru berubah menjadi kecelakaan. Dahan yang ditarik tiba-tiba patah sehingga GP kehilangan keseimbangan dan terjatuh.

Tubuhnya kemudian mendarat tepat di bagian atas pagar besi. Posisi jatuh yang tidak menguntungkan membuat ujung pagar berbentuk tombak menancap di area bokongnya.

Karena mengalami kesakitan dan tidak mampu menyelamatkan diri, GP berteriak meminta pertolongan. Suara tersebut akhirnya terdengar oleh pemilik rumah yang kemudian memeriksa kondisi korban.

AKP Inayatun mengungkapkan bahwa GP mengakui hendak mengambil mangga dan melakukan perbuatannya seorang diri. Petugas juga menemukan sebuah karung berwarna hitam yang diduga dipersiapkan untuk mengangkut buah mangga.
Polisi Libatkan Damkar dan PMI untuk Evakuasi Korban
Setelah menerima laporan melalui layanan Call Center 110, personel Polsek Pontianak Selatan segera menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Melihat kondisi korban dan posisi besi yang masih tertancap di tubuhnya, petugas tidak melakukan pencabutan secara langsung. Langkah tersebut dinilai berisiko memperparah luka yang dialami GP.

Untuk mempercepat proses penyelamatan, kepolisian berkoordinasi dengan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), Palang Merah Indonesia (PMI), serta tim ambulans RS Anton Soedjarwo.

Tim gabungan tiba di lokasi sekitar pukul 20.22 WIB. Proses penyelamatan dilakukan dengan menggunakan peralatan khusus, termasuk gerinda untuk memotong bagian pagar besi.

Cara tersebut dipilih agar bagian besi yang menancap pada tubuh korban tetap berada di tempatnya selama proses pemindahan. Dengan demikian, risiko cedera tambahan akibat mencabut besi secara paksa dapat diminimalkan.

Setelah melalui proses evakuasi, GP akhirnya berhasil diselamatkan sekitar pukul 20.46 WIB. Korban selanjutnya dibawa menggunakan ambulans RS Anton Soedjarwo untuk memperoleh pertolongan medis.

Ibu Korban Pingsan Saat Melihat Kondisi Anaknya
Peristiwa tersebut juga menyisakan kepanikan bagi keluarga korban. Ibu kandung GP yang diketahui bernama Arni datang ke lokasi ketika proses penanganan sedang berlangsung.

Namun, saat melihat kondisi anaknya yang mengalami luka serius, Arni mendadak pingsan. Petugas PMI kemudian memberikan bantuan dan membawanya menggunakan ambulans ke RS Anton Soedjarwo.

Setelah kondisinya kembali sadar, Arni memberikan keterangan kepada petugas mengenai aktivitas anaknya sebelum kejadian.

Ia menyampaikan bahwa sekitar pukul 17.30 WIB, GP sempat meminta sejumlah uang kepadanya. Akan tetapi, permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena Arni sedang tidak memiliki uang.

Tidak lama setelah itu, GP meninggalkan rumah tanpa menjelaskan tujuan kepergiannya. Arni mengaku baru mengetahui musibah yang dialami anaknya setelah mendapatkan informasi dari Bhabinkamtibmas Parit Tokaya melalui warga.

Barang Bukti Diamankan Polisi
Berdasarkan informasi awal dari dokter yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Anton Soedjarwo, bagian pagar yang menancap pada tubuh GP memiliki panjang sekitar 15 sentimeter.

Besi tersebut dilaporkan menembus area sekitar anus dengan arah luka menuju bagian pinggang. Meski mengalami cedera serius, korban saat mendapatkan pemeriksaan awal masih dalam keadaan sadar dan kondisi relatif stabil.

Tim medis selanjutnya melakukan sejumlah pemeriksaan lanjutan, termasuk pembersihan luka dan pemeriksaan rontgen. Hasil pemeriksaan tersebut diperlukan untuk menentukan langkah penanganan medis berikutnya. Korban juga berpotensi mendapatkan rujukan ke rumah sakit lain sesuai kebutuhan perawatan.

Sementara itu, petugas kepolisian turut mengamankan sejumlah barang dari lokasi kejadian. Barang bukti tersebut berupa 21 buah mangga serta satu karung atau kain berwarna hitam yang diduga akan digunakan untuk membawa buah hasil pengambilan tersebut.

Kapolsek Pontianak Selatan AKP Inayatun menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut. Kendati demikian, prioritas utama kepolisian saat ini adalah memastikan korban memperoleh penanganan medis yang diperlukan.

Pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Masyarakat yang mengetahui atau menemukan kejadian darurat serupa diimbau segera menghubungi pihak kepolisian agar pertolongan dapat diberikan secepat mungkin.(*)

Komentar (0)