Antrean pengisian daya kendaraan listrik di sebuah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN dilaporkan berakhir dengan perselisihan antarpengguna.
Dua pemilik mobil listrik terlibat adu mulut dan bahkan nyaris terlibat perkelahian. Momen tersebut terekam kamera dan videonya kemudian dibagikan oleh akun Instagram @fakta.indo hingga ramai diperbincangkan warganet. Perselisihan diduga muncul akibat adanya perbedaan pemahaman mengenai sistem antrean digital yang diterapkan di SPKLU.
Dalam keterangan yang menyertai video, salah satu pengendara dikatakan telah mengambil antrean dengan terlebih dahulu memindai barcode yang tersedia pada perangkat SPKLU. Setelah itu, pengendara tersebut memantau antreannya melalui aplikasi PLN Mobile.
Sementara itu, pengendara lain yang disebut menggunakan mobil BYD M6 diduga tidak melakukan pemindaian barcode untuk mendapatkan nomor antrean. Pengendara tersebut disebut tetap berada di area SPKLU sembari menggunakan charger berbeda untuk mengisi daya kendaraannya.
“Yang kita tahu, antre SPKLU via barcode di mesin lalu scan di aplikasi. Kita ikuti aturan itu,” terdengar keterangan dalam video yang beredar.
Situasi mulai memanas ketika charger yang sebelumnya digunakan kendaraan lain telah selesai. Antrean berikutnya kemudian disebut masuk secara otomatis ke sistem aplikasi sesuai urutan yang tercatat.
“Pas charger sebelah selesai, otomatis antrean masuk di aplikasi kita. Pas mau ngecas, eh dia marah,” demikian lanjutan narasi dalam video.
Perbedaan pemahaman tersebut akhirnya memicu pertengkaran antara kedua pengendara. Dalam video, keduanya terlihat saling berdebat dan beradu argumen. Kondisi bahkan sempat memanas hingga hampir terjadi kontak fisik.
Pria yang disebut sebagai pengemudi BYD M6 terdengar mempertanyakan cara kerja sistem antrean yang digunakan di SPKLU tersebut.
“Dia tadi ngantre, nggak pakai barcode, barcode,” ujar seorang pria mengenakan pakaian putih dalam rekaman.
Hingga saat ini, identitas kedua pengendara belum diketahui. Lokasi pasti SPKLU PLN yang menjadi tempat kejadian juga belum terungkap. Selain itu, kronologi lengkap mengenai perselisihan tersebut masih belum dapat diverifikasi secara independen hanya berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial.
Sebagai informasi, PLN memang telah menerapkan sistem antrean digital bagi pengguna SPKLU melalui aplikasi PLN Mobile. Layanan tersebut bernama AntreEV dan dirancang untuk membantu pengguna mengambil nomor antrean sekaligus memantau posisi antrean pengisian kendaraan listrik melalui ponsel.
Kehadiran AntreEV ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik. Dengan fitur tersebut, pengguna dapat mengetahui perkembangan antrean tanpa harus terus-menerus berdiri di dekat mesin pengisian daya.
“Kenalan sama AntreEV. Fitur di PLN Mobile yang bikin antre charging jadi lebih praktis,” demikian keterangan yang pernah disampaikan melalui akun resmi PLN_ID.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena penerapan sistem antrean digital di SPKLU membutuhkan pemahaman dan kepatuhan yang sama dari seluruh pengguna.
Untuk menghindari terjadinya perselisihan serupa, pemilik kendaraan listrik sebaiknya mengikuti prosedur antrean yang telah ditetapkan oleh pengelola SPKLU. Dengan mengikuti mekanisme tersebut secara tertib, proses pengisian daya diharapkan dapat berlangsung lebih lancar serta meminimalkan kesalahpahaman antar pengguna.
![]()














